logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Pengukuran Arus AC

Advertisement

AVO-Meter dan penggunaannya

Mengukur Arus AC

Rata-rata AVO meter yang dijual di pasaran tidak menyediakan fasilitas pengukuran untuk arus AC. Padahal ada kalanya pengukuran arus AC yang cukup besar (di atas 250mA) diperlukan.
Hanya ada satu atau dua AVO meter saja yang menyediakan pengukuran untuk arus AC namun hanya untuk AC sinyal kecil, sehingga AVO meter tetap tidak bisa digunakan.
Bagaimanakah caranya agar sebuah AVO meter biasa/umum dapat digunakan untuk mengukur arus AC yang besar?
Berikut ini adalah caranya yang paling sederhana.
Untuk pengukuran arus AC yang besar-besar, secara praktis bisa ditempuh cara sebagai berikut :

bagan AC

Sebuah resistor dengan kemampuan daya yang besar dipasang seri dengan “beban” (load) yang berupa perangkat listrik yang akan diukur konsumsi arusnya.
Setelah disambungkan kepada sumber AC Volt, tegangan pada resistor diukur oleh AVO meter dengan selektornya diposisikan pada ACV (untuk pengukuran AC tuas tester boleh terbalik-balik).
Hasilnya dibagi dengan nilai Ohm dari resistor tersebut.
Itulah besaran arusnya.

Sebagaimana telah diterangkan dalam “Dasar-Dasar Besaran Kelistrikan”, tegangan adalah hasil perkalian antara arus (dalam satuan Ampere) dengan resistansi (dalam satuan Ohm), ditulis dengan : V = I x R.
Dengan perkataan lain dinyatakan : Arus adalah tegangan (dalam satuan Volt) dibagi dengan resistansi (dalam satuan Ohm), atau ditulis dengan : I = V / R.
Apabila telah diketahui besaran tegangan dan besaran resistansinya, maka besaran arusnya pun dapat ditemukan dengan mudah dengan cara perhitungan seperti itu.
Pada gambar di atas diperlihatkan bahwa resistor dirangkai secara seri dengan beban (load) yang hendak diukur konsumsi arusnya. Ini berarti arus yang mengalir pada beban tersebut adalah arus yang mengalir pada resistor juga (arus beban = arus resistor). Apabila arus yang mengalir pada resistor bisa diketahui, maka arus yang mengalir pada beban akan bisa diketahui juga.
Arus yang mengalir pada resistor diketahui dengan cara mengukur tegangan yang ada pada resistor, sebab ketika pada resistor itu mengalir arus, berarti pada resistor itu pun akan ada tegangan. Tegangan yang terukur pada resistor tinggal dibagi saja dengan besar resistansi dari resistor tersebut.

Contoh pengukuran :
Beban yang berupa sebuah kulkas (lemari es) hendak diukur konsumsi arusnya.
Resistor yang dipasang adalah 18 Ohm/45W. Sumber listrik AC Volt adalah sebesar 220V.
Setelah semua disambungkan, tegangan pada resistor diukur dengan AVO meter sebagaimana terlihat pada gambar dengan posisi selektor pada ACV 50 dan hasilnya menunjukkan tegangan 15V.
Arusnya adalah :

I = V / R
I = 15 / 18
I = 0,83A.
Jadi, kulkas tersebut menarik arus dari tegangan 220V sebesar 0,83 Ampere.

Sebuah televisi 29 inch hendak diukur konsumsi arusnya, tegangan AC yang digunakan adalah sebesar 220V. Resistor 27 Ohm/45W disambungkan secara seri dengan televisi. Setelah reistor tersambung lalu televisi dihidupkan. Pada resistor terukur tegangan AC 20V.
Arusnya adalah :

I = V / R
I = 20 / 27 = 0,74A.

Dalam pengukuran arus dengan cara seperti ini sebenarnya secara otomatis terukur dua besaran yang bersifat resistansi dari resistor, yaitu resistansi dari kawat resistan pada resistor (karena resistor dengan daya besar biasanya dibuat dari kawat resistan yang dililit di dalam satu gelondong) dan reaktansi induktansi dari lilitan kawat resistan terhadap frekwensi AC listrik. Namun karena frekwensi listrik AC hanyalah rendah saja (50-60Hz) sehingga reaktansi induktansi yang ada juga hanya kecil saja dan bisa diabaikan.


Tentang AC bisa dilihat dalam :
Pengertian AC
Tulisan lain berkaitan pengukuran AC :
Pengukuran Tegangan AC


(Sandi Sb)
Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger