logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Pengukuran Arus DC

Advertisement

AVO-Meter dan penggunaannya

Mengukur Arus DC

Rata-rata AVO meter yang dijual di pasaran hanya menyediakan fasilitas pengukuran arus DC (tidak untuk pengukuran arus AC), itupun hanya sebatas pengukuran arus DC hingga ratusan miliAmpere saja. Kebanyakan AVO meter mempunyai pengukuran untuk arus DC hanya pada jangkah pengukuran maksimal 0,25A (250 mA). Sebagian ada yang sampai jangkah pengukuran 0,5A (500 mA).
Dalam prakteknya, kepentingan pengukuran arus DC memang jarang sekali ada, apalagi untuk pengukuran arus yang besar hingga bilangan beberapa Ampere. Namun ketika kepentingan pengukuran itu ada, seolah tidak bisa berbuat apa-apa karena perkakas pengukuran tidak mendukung hal itu.
Di sini akan diulas pengukuran arus DC dengan menggunakan AVO meter yang umum/biasa untuk pengukuran arus DC kecil ataupun untuk pengukuran arus DC besar dengan cara yang paling sederhana.

Sebagaimana juga pada pengukuran-pengukuran tegangan, arus yang hendak diukur diperkirakan terlebih dahulu besarnya, barulah kemudian diadakan pengukuran jika memang berada di dalam jangkauan kemampuan AVO meter. Arus yang terlalu besar yang di luar jangkauan kemampuan AVO meter akan merusak AVO meter dengan seketika, atau paling tidak akan memutuskan sikring (fuse) pengaman jika AVO meter tersebut melengkapinya.
Tetapi seringkali terjadi, apabila sebuah AVO meter sudah pernah putus sikringnya, ada pengukuran-pengukuran tertentu yang sudah tidak bisa akurat lagi.
Karena itu (disarankan) jika memang tidak perlu untuk melakukan pengukuran arus, sebaiknya tidak usah untuk coba-coba sekedar iseng-iseng saja.
Harga AVO meter yang lumayan bagus masih terbilang mahal!
Ketika melakukan pengukuran arus, AVO meter dan “beban” (Load) yang berupa rangkaian atau perangkat elektronik yang hendak diukur konsumsi arusnya, disusun secara seri dan lalu dihubungkan ke sumber arus, yaitu power supply DC atau baterai/accu.

bagan DC

Tanpa AVO meter, “beban” adalah rangkaian atau perangkat elektronik dengan supply DC yang dipergunakan secara normal, yaitu + (positif) dari beban dihubungkan ke + (positif) dari baterai.
Dengan dipasang AVO meter secara seri dengan beban, arus DC yang dikonsumsi oleh beban pun menjadi terukur (lihat gambar A).
Barisan angka pada AVO meter yang akan dibaca adalah sama seperti pada pengukuran tegangan (Volt).
Jika selektor ditaruh pada posisi DCA 25m (maksimal 25mA), maka barisan angka pembacaannya adalah yang dari 0 sampai 250.
Angka 250 dianggap 25mA, angka 200 dianggap 20mA, angka 150 dianggap 15mA, dan seterusnya...
Jika selektor ditaruh pada posisi DCA 0,25 (maksimal 250mA) maka barisan angka yang dibaca adalah yang dari 0 sampai 250 secara langsung.

Contoh pengukuran :
Sebuah motor DC kecil hendak diukur konsumsi arusnya.
Selektor dari AVO meter diposisikan pada DCA 0,25.
AVO meter kemudian disusun seri dengan motor DC tersebut dan lalu dihubungkan ke baterai. Motor DC pun berputar dan jarum AVO meter menunjukkan angka 200, maka konsumsi arus dari motor DC tersebut adalah 200mA.

Untuk pengukuran arus yang besar-besar dilakukan tekhnik lain, yaitu dengan menambahkan secara seri sebuah resistor kepada Load yang hendak diukur konsumsi arusnya (lihat gambar B).
Resistor yang ditambahkan haruslah yang mempunyai disipasi daya yang besar (berkisar 25W atau lebih) dengan nilai antara 0,5 Ohm hingga beberapa Ohm.

Contoh pengukuran :
Sebuah Load yang berupa Solder DC yang biasa dioperasikan dengan menggunakan baterai/accu mobil 12V hendak diukur konsumsi arusnya, maka disusunlah seperti yang terlihat pada gambar di atas. Resistor yang digunakan adalah resistor 1 Ohm/35W.
Setelah semua terpasang dan solder dinyalakan, tegangan pada resistor diukur seperti terlihat pada gambar dengan AVO meter pada posisi DCV 10. Jarum menunjukkan hasil pengukuran tegangan yang ada pada resistor adalah sebesar 3V.
Untuk mendapatkan bilangan arusnya, tegangan pada resistor yang sebesar 3V itu tinggal dibagi saja dengan nilai resistor tersebut. Ini karena rumus dasar besaran kelistrikan adalah :

I = V / R
I = 3V / 1 Ohm = 3A.
Jadi, arus yang ditarik oleh solder DC tersebut adalah 3 Ampere.


Tentang DC bisa dilihat dalam :
Pengertian DC
Tulisan lain berkaitan pengukuran DC :
Pengukuran tegangan AC


(Sandi Sb)
Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger