logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Komponen Opto-Elektronik

Advertisement

Komponen opto-elektronik adalah istilah untuk komponen elektronik yang dapat menghasilkan cahaya atau yang dapat bereaksi atas intensitas cahaya. Adapun istilah foto-elektronik biasanya lebih khusus ditujukan bagi komponen-komponen elektronik yang peka cahaya, dan ia merupakan bagian dari opto-elektronik.
Komponen opto-elektronik yang dapat menghasilkan cahaya adalah LED (Light Emitting Diode) dalam segala jenis dan bentuknya, sedangkan komponen opto-elektronik yang dapat bereaksi atas cahaya (peka cahaya) adalah LDR (Light Dipendant Resistors), photo-dioda, photo-transistor, dan segala komponen hasil pengembangan dari fungsi komponen-komponen tersebut (termasuk opto-coupler dan sensor infra-merah/IR-sensor).

LED.
Led pada dasarnya adalah dioda, tetapi ia adalah dioda khusus yang mampu mengeluarkan emisi cahaya sebagai efek mengalirnya listrik pada pertemuan (junction) dua bahan semikonduktor khusus yang membentuknya. Panjang gelombang cahaya yang dihasilkan LED bisa berbeda-beda, tergantung bahan semikonduktor atau bahan campuran lain yang telah membentuknya. Karena itu dikenal adanya LED yang bercahaya berwarna-warni, atau LED infra-merah/IR-LED (cahayanya tidak dapat dilihat oleh mata manusia) atau bahkan laser diode (LD) yang juga similar dengan LED.

led seven-segment

Penerapan LED awalnya hanya sebagai indikator saja. Termasuk dalam hal ini adalah piranti seven-segment yang dibentuk dari tujuh LED yang tersusun sedemikian rupa sehingga dapat menjadi bentuk angka dari 0 sampai 9 (lihat gambar).
Pada gambar (A) di atas diperlihatkan beberapa contoh seven-segment.
Pada gambar (B) diperlihatkan satu unit pembentuk angka seven-segment dengan tambahan indikator, sedangkan pada gambar (C) diperlihatkan skema rangkaiannya.
Tujuh LED yang membentuk angka adalah LED 2 sampai dengan LED 8, sedangkan LED 1 adalah LED indikator yang membentuk titik kecil di samping bagian bawah angka.
Apabila LED 2, 4, 5, 6, 7, 9 diberi tegangan maka nyala LED-LED itu akan membentuk angka 0.
Apabila LED 2 dan 6 diberi tegangan maka nyala LED akan membentuk angka 1.
Apabila LED 4, 5, 6, 7, 10 diberi tegangan maka nyala LED akan membentuk angka 2 .... dan seterusnya.
Dengan berkembangnya tekhnologi kini LED juga dipakai sebagai penghasil cahaya untuk penerangan, yaitu sebagai pengganti lampu pijar atau lampu neon untuk keperluan umum dan juga sebagai penerang latar pada layar LCD dan sebagai komponen gambar utama pada layar LED.

LED infra merah digunakan pada remote-control. Sinyal data ditransfer dalam bentuk kedipan-kedipan cahaya infra merah oleh LED untuk kemudian diterima oleh sebuah photo-dioda atau photo-transistor yang berada di dalam unit sensor sebagai sinyal data yang mengandung informasi.

Laser-dioda (LD) yang juga similar dengan LED digunakan pada optic DVD-player, CD-Rom, mainan anak-anak dan lain-lain. Sinar laser dengan konsentrasi yang tidak tinggi ditembakkan oleh LD dalam proses pembacaan kode-kode informasi pada keping CD/DVD.

Opto-coupler .
Fungsi komponen-komponen peka cahaya dimanfaatkan untuk suatu keperluan tertentu dalam sirkit terpadu bersama dengan komponen lainnya, maka muncullah opto-coupler dan sensor infra merah.
Opto-coupler adalah sebuah kopling optikal, maksudnya adalah pentransfer perubahan-perubahan besaran pada sebuah sinyal melalui perubahan-perubahan cahaya yang dipancarkan oleh LED dan lalu ditangkap oleh komponen foto-elektronik yang berhadapan dengannya. Hasil tangkapan komponen foto-elektronik itu akan berupa sinyal yang serupa dengan sinyal yang dipancarkan melalui LED.
Antara LED dan komponen foto-elektronik itu berada dalam satu packing tertutup/kedap cahaya yang kompak, sehingga opto-coupler sering disebutkan juga sebagai bagian dari IC (integrated circuit).
Susunan pin (kaki-kaki elektroda) opto-coupler adalah sebagaimana IC, untuk itu silahkan lihat : Pengenalan Komponen/Parts Elektronik, IC .

Pada opto-coupler tidak terjadi sambungan elektrikal secara langsung, karena itu ia banyak dimanfaatkan sebagai “sambungan yang menyekat” antara satu sirkit dengan sirkit lainnya.
Contoh penerapannya adalah pada rangkaian SMPS TV/monitor komputer di mana antara sirkit primer yang terhubung langsung dengan main-power (AC 220V) tersekat dengan sirkit sekunder, namun secara fungsional kedua sirkit itu terhubung.
Ada banyak model opto-coupler, berikut adalah beberapa di antaranya :

opto-coupler

Gambar (1) adalah untuk opto-coupler seperti PC817, TLP621, TLP624-1, PS2501-1 dan lain-lain.
Dalam opto-coupler ini terdapat LED dan photo-transistor. Perubahan-perubahan cahaya pada LED akan menyebabkan perubahan-perubahan hantaran kolektor-emitor dari photo-transistor.
Gambar (2) adalah untuk opto-coupler seperti TLP3051 atau yang lainnya. Perubahan-perubahan cahaya pada LED akan menyebabkan hantaran AC pada diac berubah-ubah pula.
Gambar (3) adalah untuk opto-coupler seperti MCS2 atau yang lainnya. Perubahan-perubahan cahaya pada LED akan menyebabkan hantaran DC dari thyristor berubah-ubah pula.
Gambar (4), (6) dan (7) adalah opto-coupler yang juga mengandung photo-transistor di dalamnya, hanya saja lebih variatif. Contoh opto-coupler untuk gambar (4) adalah : 4N35, CNY17, contoh untuk gambar (6) adalah : SFH612A, dan contoh untuk gambar (7) adalah : TLP624-4, PS2501-4, SDT1600.
Gambar (5) adalah opto-coupler seperti VTL5C atau yang lainnya, di dalamnya terdapat LED dan LDR. Perubahan-perubahan cahaya LED akan menyebabkan perubahan-perubahan resistansi LDR.
Gambar (8) adalah opto-coupler dengan susunan dua mosfet. Contoh untuk opto-coupler ini adalah : PVG612.

Selain dari yang telah dicontohkan di atas, masih banyak model-model opto-coupler yang telah dibuat dan kemungkinan masih akan terus berkembang.

Sensor Infra-merah (IR-sensor) .
Sering juga disebut dengan remote-sensor, adalah pengembangan penerapan photo-transistor atau photo-dioda yang peka terhadap cahaya infra-merah dirangkai dengan sebuah penguat buffer. IR-sensor diterapkan pada peralatan elektronik yang menggunakan pengoperasian dengan remote-control seperti TV, audio mobil, DVD player, air-conditioner, electric-fan dan lain-lain. Kebanyakan IR-sensor bekerja pada frekwensi 38kHz atau 40kHz.
IR-sensor yang umum biasanya mempunyai 3 pin, yaitu pin untuk sambungan suplai tegangan +, pin untuk sambungan ke ground dan pin output. Tegangan suplai untuk IR-sensor adalah +3V atau +5V, tergantung karakteristik dari model yang bersangkutan. Outputnya mengeluarkan serangkaian informasi digital (sinyal-sinyal blok variatif) yang kemudian akan diterjemahkan oleh sebuah prosesor.
IR-sensor cukup banyak modelnya dan mempunyai susunan pin yang berbeda-beda pula. Berikut ini adalah contoh beberapa susunan pin pada IR-sensor yang banyak beredar di pasaran :

ir-sensor

Gambar (A) adalah untuk IR-sensor seperti TSOP1736, TSOP31236, TSOP31138, SFH506, TFMS5360 dan lain-lain.
Gambar (B) adalah untuk TSOP382, TSOP4840, PNA4602, IS1U60, SFH5110-38, TK1836 dan lain-lain.
Gambar (C) adalah untuk PIC12043S
Gambar (D) adalah untuk SFH505A.


(Sandi Sb)

Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger