logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Alat Pijat Elektronik

Advertisement

Stimulator Otot Manual

Stimulator otot manual adalah alat pijat elektronik yang dioperasikan secara manual dengan penekanan tombol. Setiap kali tombol ditekan akan dihasilkan stimulus tegangan tunggal yang kemudian disalurkan melalui dua lempengan kecil elektroda yang ditempelkan pada bagian tubuh, yang akan merangsang otot-otot motorik bereaksi. Hasilnya adalah seolah-olah bagian otot-otot itu ditarik-tarik atau dipijat.

stimulator_otot

Daftar komponen :
R1 = 2,2Ω
R2 = 4,7Ω
P1 = 100k
C1 = 470...1000uF/10V
Sw1 = Push-on switch
Trf1 = Trafo 300mA
B1 = baterai 3,7V

Cara kerja alat pijat elektronik
Rangkaian bekerja dengan adanya pulsa tegangan DC dari baterai yang diberikan ke Trafo penaik tegangan Trf1 ketika Sw1 ditekan. Kombinasi R2 dan C1 membuat tegangan yang dihasilkan tidak murni tegangan “blok”, dimaksudkan agar efek stimulasi pada otot lebih nyata dan lebih terasa. R1 memberikan batasan beban untuk baterai, supaya baterai tidak terbebani berlebihan, terutama ketika penekanan tombol Sw1 tanpa sengaja berlangsung agak lama.
Trf1 menaikkan pulsa tegangan hingga ke taraf tertentu. Ada dua pilihan, yaitu pada titik 110V pada trafo (terjadi penaikan pulsa tegangan sekitar 18X) atau pada titik 220V pada trafo (terjadi penaikan tegangan sekitar 36X dari pulsa input trafo). Garis putus-putus menggambarkan pilihan sambungan dan hanya disambungkan ke salah satunya saja, misalnya ke tap 110V trafo atau ke tap 220 trafo. Jika hendak dibuat switch pilihan maka ujung potentiometer dapat disambungkan ke kutub kontak sebuah switch 2 posisi. Posisi pertama dari switch disambungkan ke tap 110V trafo dan diberi label (misalnya) : low-output, sedangkan posisi kedua dari switch disambungkan ke tap 220V trafo dan diberi label (misalnya) : high-output.
Potentiometer P1 mengatur tegangan pulsa output.
P1 sebaiknya menggunakan potentiometer yang bentuknya besar karena yang bentuknya besar biasanya mempunyai ketahanan yang lebih baik.
P1 bersama resistansi kulit akan membentuk “load-resistance” (resistansi beban) pada tingkat output, karenanya penyetelannya bukan hanya menentukan taraf tegangan, tapi juga sebagai penyesuai kepekaan untuk berbagai kondisi kulit.
Pada praktek konstruksi, bisa ditambah saklar pilihan pada bagian input trafo, yaitu pada titik 6V, 7,5V atau 9V. Pada bagian output juga bisa saja dibuat saklar tambahan untuk pilihan titik 110V atau 220V.
Sebagai catatan bahwa angka-angka pada trafo tidak menunjukkan besar tegangan kerja, misalnya pada titik 220V bukan berarti besar tegangan output pada titik itu adalah 220V. Tidak usah takut.

Pembuatan alat pijat elektronik
Lempeng elektroda bisa dibuat dari seng atau bahan stainless yang diptong kecil bujur-sangkar untuk sitempelkan pada bagian badan dengan plester.
Sw1 adalah switch “push-on” yang hanya akan “on” ketika ditekan, ketika dilepas ia tidak on lagi. Switch ini hanya ditekan sekejap-sekejap saja (tidak ditekan lama-lama) ketika digunakan.
Trafo yang digunakan tidak kritis, bisa yang 300mA, atau 500mA atau 1A.  Tetapi di sini tidak dipentingkan berapa Ampere trafo yang digunakan, meskipun yang digunakan mempunyai kemampuan arus lebih besar hasilnya akan tetap saja sama.
Karena itu, untuk efisiensi yang terbaik adalah justeru menggunakan trafo yang kecil.
Untuk baterai, digunakan baterai HP 3,7V.
Sebagai unit charger-nya bisa dilihat pada : Lampu sein untuk sepeda
Atau pada : Lampu darurat mati listrik .

Dari yang pernah dibuat dan telah dicoba oleh beberapa orang, rangkaian alat pijat elektronik ini tidak mengandung masalah dan normal saja. Tetapi sebaiknya jangan berharap bahwa alat pijat ini bisa menggantikan peran tukang urut profesional secara utuh. Biar bagaimanapun hasil kerja manusia masih jauh lebih baik dibanding hasil kerja mesin atau peralatan elektronik yang tidak mempunyai jiwa dan perasaan apapun.
Terakhir, yang perlu diperhatikan adalah agar jangan mengaktifkan rangkaian ketika sedang di-charge.

Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

7 komentar

Benar ga '
ini tuh . . .

Balas

trafo yg digunakan jenis apa?
Rangkaian setelah trafo hanya sperti yg digmabarkan?

Balas

Trafo yg digunakan adalah trafo power biasa, yaitu trafo 0-6V / 350 mA. Inilah yg digun akan waktu pembuatannya.
Rangkaian setelah trafo memang hanya seperti itu, tanpa ada dioda atau komponen aktif lainnya karena tegangan yg keluar dari trafo hanyalah berbentuk denyut2 saja.
Ada dua pilihan sambungan yang bisa dipercobakan, yaitu sambungan 0 - 110V atau sambungan 0 - 220V.
Sebagai tambahan perlu diberitahukan : Yg lemah jantung sebaiknya tidak usah mencoba-coba ini.
Untuk Miftakhuda, terima kasih atas kunjungannya. Semoga bisa bermanfaat.

Balas

Kang, blog ini masih aktif? saya ingin diskusi alat ini bentar aja

Balas

Ya silahkan, Wildan...

Balas

Enter your comment...gan mau tanya... iku gak berbahaya kan ketika di pakai di tempelkan di seluruh tubuh??

Balas

Ya, tidak berbahaya.

Balas

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger