logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Baterai 18650

Advertisement

ukuran_baterai_18650
Baterai 18650 adalah baterai sel khusus yang dapat diisi ulang dengan kemampuan yang tinggi. Ia merupakan satu dari sederetan baterai berbahan ‘lithium-ion’.
Sebagaimana umumnya baterai-baterai sel lithium-ion, tegangan yang dihasilkannya adalah sebesar 3,6V atau 3,7V. Namun baterai 18650 ini mampu mempunyai kapasitas hingga 3500mAH.
Karena itu baterai ini banyak diandalkan untuk menjalankan peralatan-peralatan listrik kecil yang membutuhkan energi ekstra seperti kamera digital, laptop (dalam packing beberapa sel), rokok elektrik, bor listrik kecil, power-bank, dan lain-lain.
Baterai ini disebut sebagai ‘18650 cell’. Angka-angka 18650 menggambarkan bentuk dan ukurannya, yaitu :
18 = ukuran diameter baterai, yaitu 18mm
65 = ukuran panjang baterai, yaitu 65mm.
0 = faktor bentuk baterai yang silindris.
Dalam prakteknya ukuran diameter dan panjang baterai ini tidak selalu tepat sebagaimana angkanya. Adakalanya diameternya lebih besar sedikit, misalnya 18,2mm atau panjangnya lebih sedikit, misalnya 65,3mm.
Ukuran yang lebih besar sedikit dianggap tidak ada artinya karena masih berada di dalam koridor toleransi ukuran standar.

Baterai yang terproteksi dan yang tidak terproteksi.
Sebagian baterai 18650 ada yang dibuat dengan sistem proteksi internal di dalamnya, tapi ada juga yang tidak terproteksi. Sistem proteksi internal dibuat untuk melindungi sel baterai dari hal-hal yang dapat menyebabkan kerusakan secara langsung. Proteksi ini meliputi :
1.Proteksi dari tegangan pengisian yang terlalu tinggi
2.Proteksi dari arus pengisian yang terlalu besar
3.Proteksi dari pemakaian arus yang terlalu besar
4.Dan proteksi dari suhu yang terlalu tinggi.
Pada baterai yang tidak terproteksi keamanan sel baterai sangat tergantung pada sistem charge dan peralatan elektronik yang menggunakan baterai tersebut. Jika sistem charge bermasalah baterai bisa mengalami ‘over-charging’ dan jika peralatan elektronik yang menggunakan baterai tersebut menarik arus terlalu besar (atau terjadi hubung-singkat) maka baterai bisa mengalami ‘over-discharging’. Jika baterai berada pada lingkungan komponen-komponen dengan panas yang terlalu tinggi, maka baterai bisa mengalami ‘over-heat’. Kesemuanya ini adalah penyebab sel baterai 18650 mengalami kerusakan secara langsung.
Karena itu direkomendasikan agar untuk pemakaian bebas hendaknya menggunakan baterai yang terproteksi. Baterai yang tidak terproteksi hanya digunakan pada perangkat-perangkat yang mempunyai sistem kontrol arus charge dan discharge secara otomatis.

Kapasitas baterai 18650, pengisian dan pemakaiannya.
Perusahaan-perusahaan besar seperti Samsung, LG, Sanyo, Panasonic, Sony, Orbtronic dan lain-lain memproduksi baterai 18650 dalam kapasitas yang berbeda-beda. Di antara kapasitas-kapasitas itu adalah : 1200mAH, 1800mAH, 2200mAH, 2600mAH, 3000mAH, 3400mAH dan 3500mAH.
Sebagian ada yang mengklaim berkapasitas hingga 3600mAH.
Ada juga sebagian produk tidak jelas yang mengklaim berkapasitas 6500mAH bahkan hingga 9900mAH.
Mungkin saja dengan semakin majunya perkembangan teknologi pembuatan baterai, kapasitas sebesar itu bisa dicapai oleh baterai seukuran 18650. Tetapi sampai saat ini, belum ada baterai 18650 yang berkapasitas hingga sebesar itu. Dari angka kapasitas sebesar itu yang tampak jelas bukanlah kemampuannya, tetapi faktor ‘bohong’nya.

baterai_18650

Angka kapasitas baterai dinyatakan dalam mAH (mili Ampere per Hour), menggambarkan bilangan arus per-satuan waktu (dalam hal ini jam/hour) dalam kondisi pengisian (charge) dan pemakaian (discharge) yang standar. Dari bilangan ini juga terlihat standar arus pengisian maksimal. Misalnya jika kapasitas baterai adalah 2500mAH maka arus pengisian maksimalnya adalah 2500mA dalam waktu satu jam (jika dimulai dari keadaan kosong). Daya yang tersimpan adalah 9,25WH (Watt per-Hour).
Tetapi dalam prakteknya arus pengisian maksimal ini tidak dialirkan kepada baterai secara kontinu, hanya sesaat. Selebihnya diberlakukan pengisian dengan ‘arus kontinu’ (constant-current) yang bilangannya lebih kecil, setelah itu berhenti pada level ‘arus akhir’ (end-current), yaitu ketika baterai telah mulai terisi penuh. Pada level ini arus yang dialirkan hanya kecil saja, sekedar menjaga tegangan baterai agar tidak turun.
Pola pengisian seperti ini sebenarnya mirip dengan pola pengisian aki yang aman, hanya skalanya berbeda. Lihat dalam : Accumulator atau aki .

Tegangan pengisian untuk baterai 18650 umumnya adalah 4,2V.
Adapun tentang arus pemakaian (discharge), umumnya maksimal sampai dua kali angka kapasitas. Misalnya jika kapasitas baterai adalah 2500mAH maka arus pemakaian kontinu maksimal adalah 5000mA. Baterai dengan kapasitas paling besar saja (3600mAH) hanya dapat mengalirkan arus kontinu maksimal sebesar 7200mA. Jika dipaksa mengalirkan arus lebih besar dari itu (seperti dihubung-singkat) maka baterai akan rusak.
Jika diinginkan arus yang lebih besar maka beberapa baterai dapat disusun secara paralel, dan jika diinginkan tegangan yang lebih tinggi maka beberapa baterai dapat disusun secara seri.
Dan jika diinginkan arus yang lebih besar dengan tegangan yang lebih tinggi pula maka baterai-baterai dapat disusun dengan susunan berkombinasi, yaitu sebagian disusun seri dan sebagian disusun paralel.
Pola susunan seperti ini diterapkan pada packing baterai-baterai lithium-ion untuk kendaraan.

Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 komentar:

Mantap gann penjelasannya. Ada skema pembatas arus untuk batre 18650 g gan? Trimakasih

Balas

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger