logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Penjelasan Input Balance Dan Unbalance

Advertisement

balance dan unbalance

Input dan output “balance” kini telah menjadi standar baru yang diterapkan di berbagai perangkat audio professional.
Mixer audio, power-amplifier dan speaker-speaker aktif besar tak ketinggalan menyertakan fasilitas ‘balance’ di panel input dan outputnya.
Apa itu ‘balance’ dan ‘unbalance’?
Apa yang dimaksud dengan ‘balance-input’ dan ‘unbalance-input’?
Apa pula yang dimaksud dengan ‘balance-line’ (saluran balans)?

Unbalance.
Pada sistem audio konvensional yang telah banyak dikenal dari sebelumnya, sinyal masukan dari sebuah sumber sinyal (misalnya dari mikrofon atau pre-amp/mixer) langsung disalurkan ke input perangkat audio lainnya (misalnya ke amplifier/power-amplifier) melalui kabel coax audio 2 in 1. Dalam sistem konvensional seperti ini hanya ada satu bagian sinyal audio yang disalurkan di dalam kabel coax.
Inilah yang disebut saluran ‘unbalance’.
Input untuk saluran seperti ini disebut input unbalance (input tidak seimbang).
Dalam saluran unbalance bagian kabel yang mengandung sinyal audio dilapisi/dibungkus dengan serabut pembungkus (shield) yang terhubung ke ground. Dengan cara seperti ini interferensi sinyal-sinyal liar dari luar yang menjadi sumber desis/desah (noise) dan dengung (hum) bisa tertangkis dengan baik.
Keadaan ini masih dapat berjalan dengan baik hingga penggunaan kabel coax sampai beberapa meter (kira-kira sampai 4...6m) dengan level sinyal kecil.
Untuk koneksi unbalance, biasanya dipakai jack TS (Tip-Sleeve) besar (6,35mm) atau TS kecil (3,5mm) atau TS miniatur (2,5mm). Sering juga dipakai jack RCA standar untuk sistem stereo.

jack ts dan jack rca

Balance.
Dalam kondisi peralatan audio yang serba kompleks, seringkali di antara kabel audio, kabel speaker dan kabel power sulit untuk dibuat berjauhan. Problemnya semakin nyata ketika kabel audio yang dibutuhkan untuk menyalurkan sinyal audio antara satu perangkat dengan perangkat lainnya ternyata sangat panjang, bisa (misalnya) 10 atau 15m. Ini sering terjadi di panggung-panggung besar.
Dalam keadaan seperti itu meskipun kabel audio berupa kabel coax yang bagus, desah atau dengung sering tak bisa terhindari, terpungut juga oleh rentangan kabel dan masuk ke input hingga terdengar di speaker sebagai suara gangguan.
Suara gangguan itu berupa desah atau dengung, terdengar nyata ketika sinyal audio sedang minim.
Orang kemudian berusaha untuk mengatasi masalah seperti ini, maka muncullah solusi saluran ‘balance’.

Saluran balans adalah saluran transfer dari suatu sumber sinyal (misalnya dari mikrofon atau pre-amp/mixer) dengan dua sinyal audio, di mana antara sinyal yang satu dengan lainnya dibuat berbeda fasa 180° (fasanya saling terbalik).
Input untuk saluran seperti ini disebut input balance (input seimbang).

sinyal balans audio

Gambar memperlihatkan dua sinyal audio berlawanan fasa di dalam saluran balans.
Saluran balans menggunakan kabel coax audio 3 in 1.
Dua kabel bagian dalam yang mengandung sinyal audio terbungkus oleh bagian serabut shield yang terhubung ke ground.
Dua kabel sinyal itu adalah kabel sinyal + (‘hot’ signal) dan kabel sinyal - (‘cold’ signal).
Jadi, dalam saluran balans ada tiga koneksi kabel : hot-signal, cold-signal, dan ground.
Hot-signal adalah sinyal audio yang tidak dibalik fasanya, sedangkan cold-signal adalah sinyal audio yang fasanya dibalik 180°. Artinya, jika tegangan hot-signal sedang mengayun ke arah positif maka di waktu bersamaan tegangan cold-signal mengayun ke arah negatif.

Koneksi yang biasa dipakai untuk input/output balans adalah Jack/soket XLR, atau TRS (Tip-Ring-Sleeve).
Pada sambungan yang umum, koneksi XLR adalah :

-1 untuk ground
-2 untuk hot signal
-3 untuk cold signal.

jack xlr dan jack trs

Bersama dengan input balans, biasanya disertakan juga fasilitas tambahan untuk input mic khusus berupa suntikan suplai yang disebut “Phantom-Power”.
Simak ulasan tentang Phantom-power dalam : Penjelasan tentang phantom power .

Ada tiga macam jack TRS, yaitu TRS besar (6,35mm), TRS kecil (3,5mm), dan TRS miniatur (2,5mm).
Koneksi jack TRS untuk saluran balans umumnya adalah :

-Tip (T) untuk hot-signal
-Ring (R) untuk cold-signal
-Sleeve (S) untuk ground.

Pada saluran unbalance jack TRS ini biasa digunakan untuk transfer sinyal stereo.

Begitulah.
Hingga saat ini, saluran balans telah menjadi solusi favorit untuk membersihkan sinyal audio dari interferensi sinyal-sinyal liar yang mungkin dapat terpungut oleh kabel audio, secara induktif ataupun non-induktif.
Lalu, bagaimana sebenarnya cara kerja input balans hingga menghasilkan sinyal audio yang ditransfer menjadi bersih dari desah, derau atau dengung?

Jangan memahami sepotong-sepotong.
Simak kelanjutannya : Cara kerja input balance .
Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger