logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Lampu Sein Sepeda

Advertisement

Membuat Lampu Sein Untuk Sepeda

Berkendara sepeda di jalan umum yang banyak mempunyai cabang-cabang jalan, harus cukup hati-hati ketika hendak berbelok. Terlebih lagi ketika bersepeda di jalan raya, melambaikan tangan untuk berbelok sangat merepotkan di tengah hilir-mudiknya kendaraan-kendaraan besar dan berkecepatan tinggi. Dalam keadaan seperti itu sepeda pun memerlukan lampu sein.
Yang disajikan di sini adalah perangkat lampu sein (turn-light) untuk sepeda. Dibuat khusus untuk penggunaan baterai tegangan rendah dengan beberapa lampu LED.

Rangkaian hanya melibatkan 4 transistor sebagai komponen aktif dan tidak menggunakan IC, sehingga pembuatannya lebih murah dan lebih sederhana.
Untuk tegangan supply, cukup dari baterai rechargeable bertegangan 3,6V (baterai HP).
Rangkaian terdiri dari astable-multivibrator, dibangun oleh T1 dan T2 yang menghasilkan pulsa-pulsa blok. Setiap pulsa blok (berlevel high) akan mengaktifkan T3 dan T4 dan menyalakan salah satu dari dua rumpun paralel-LED, tergantung posisi switch yang diberikan.
Nyalanya lampu-lampu LED ini akan sesuai dengan panjang pulsa blok pada kolektor T2. Dalam hal ini panjang-pendeknya pulsa blok menentukan cepat atau lamanya lampu berkedip, dan itu ditentukan oleh besaran-besaran nilai R1-R4 dan C1-C2.
Untuk pengubahan waktu-kedip, akan lebih praktis jika C1 dan C2 yang dibuat variabel. D1 dan D2 dipasang sebagai “sekat” supaya tidak terjadi pelimpahan tegangan dari satu posisi switch ke posisi lainnya. Sebaiknya dioda-dioda ini tidak diganti dengan type lain yang mempunyai VFD (tegangan drop maju) lebih besar, justeru lebih baiknya jika digunakan dioda schottky apabila memungkinkan. Ini dimaksudkan untuk meminimalisir tegangan hilang untuk supply multivibrator.

Untuk LED, digunakan LED ultra-white (Led putih atau Led lampu) berbentuk payung/topi yang bertegangan 3,4V.
LED ultra-white berbentuk standard biasanya mempunyai tegangan kerja 4V, sehingga kurang efektif untuk rangkaian ini, terkecuali jika digunakan tegangan baterai yang lebih besar, yaitu 4,5V. Namun biar bagaimanapun tetap tidak masalah untuk dicoba.
Mengenai casing rangkaian, perkabelan dan bentuk penempatan lampu LED, terserah kreativitas anda.

sein-sepeda01

Untuk penambahan charger unit bisa dilihat juga pada gambar.  Sebagai charger bisa digunakan charger umum untuk HP atau adaptor kecil dengan setting tegangan 4,5V. Jack untuk plug-in nya disesuaikan dengan keperluan. Dalam prototype digunakan jack kecil mono.
Kesulitan yang paling umum mungkin adalah untuk mendapatkan toggle-switch 3 posisi. Switch ini memang jarang beredar di pasaran, terutama yang berbentuk kecil.
Tetapi apabila tidak didapati yang berbentuk kecil, tidak masalah digunakan yang berbentuk agak besar.

Daftar komponen lampu sein untuk sepeda :
R1, R4, R6 = 560
R2, R3, R5 = 10k
C1, C2 = 22uF/16V
C3 = 47uF/16V
D1, D2 = 1N4148
T1, T2, T3 = C1815
T4 = FCS 9013
LED 1...8 = Led putih (Led lampu bentuk topi/payung)
Turn switch = toggle switch 3 posisi (dengan posisi tengah).

Tulisan lain tentang laumpu sein : Flasher lampu sein sepeda-motor buatan sendiri yang unik .

Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
This is the oldest page

4 komentar

mo tanya, sepeda elektrik sy sdh ada akinya 60volt dg rangkainan ini komponen mana saja yg hrs di ganti supaya bisa dipakai disepeda sy. aki sepeda sy 60V 12Ah

.tks atas perhatian dan bantuannya

Balas

Saya belum tahu, mungkin accu sepeda anda adalah 6,0V/12AH, bukan 60V.
Jika accu sepeda anda 6,0V, tidak masalah tetap menggunakan skema rangkaian ini, asalkan setiap unit led (yg masing2 terdiri dari 4 led) diseri dengan sebuah resistor 39 Ohm/1W.
Untuk frekwensi kedip, C1,C2 bisa diganti dengan 33uF/16V. Semakin besar nilai C1,C2 maka semakin lambat frekwensi kedipan.

Balas

Kalau sumber teganagannya 5 volt apa aja yg di ganti?

Balas

To Muhammad Riza : Jika V+ nya 5V maka pada setiap LED ditambahkan (diseri) resistor 68 Ohm.

Balas

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger