logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

PMPO, Satuan Daya Abal-abal

Advertisement

Apakah PMPO itu?
Mengapa bilangan dayanya begitu fantastis?

small radio

PMPO adalah singkatan dari Peak Music Power Output, sebuah satuan daya output audio yang di sebagian kalangan masih marak digunakan.
Awalnya, istilah “music power” (kemudian dikenal dengan PMPO) muncul di akhir era 1960 atau di awal 1970-an, sebagai ukuran daya/Watt sebuah perangkat audio dalam kontinuitas menghasilkan suara musik. Namun sejak kemunculannya hingga saat ini, tidak pernah ada patokan yang jelas tentang cara penghitungan daya PMPO.

Sebagian orang mengatakan bahwa daya PMPO didapatkan dari perhitungan :

(2Vout) x (2Vout) / R

Vout adalah tegangan output sinyal dari amplifier yang terukur setelah dibebani resistor R (simulasi untuk impedansi speaker, biasanya 8 Ohm).
R adalah resistor beban, simulasi untuk impedansi speaker.
Contoh : Sebuah amplifier OTL yang disuplai dari tegangan DC 12V mempunyai Vout terukur 9,2V. Maka daya PMPO dari amplifier tersebut adalah 42,32W!

Sebagian orang lagi mengatakan bahwa daya PMPO didapatkan dari perhitungan :

P real x 45

P real adalah Power/daya yang sebenarnya, yaitu perkalian antara Vrms (tegangan Root Mean Square) dengan Irms (arus Root Mean Square). Sedangkan angka 45 adalah sebuah median pengali yang tidak jelas asal-usulnya.

Sebagian orang lainnya berusaha berasumsi bahwa daya PMPO didapatkan dari :

P real x Gr Age

P real adalah daya rms, sedangkan Gr Age adalah “Grandmother’s-Age”, yaitu umur seorang nenek-nenek.
Karena umur seorang nenek berbeda-beda, maka hasil yang didapatkan setiap orang ketika menghitung daya PMPO akan berbeda-beda pula. Jika neneknya berumur 75 tahun maka pengalinya adalah 75, jika neneknya berusia 110 tahun maka pengalinya adalah 110.
Berapakah umur nenek anda?
Hitunglah daya PMPO mini-compo atau amplifier yang ada di rumah anda...

PMPO di mata para praktisi dan para ahli audio dunia.
PMPO sudah lama tidak digunakan lagi.
Tidak seorangpun di antara para praktisi dan para pakar elektronika dunia yang merekomendasikan satuan daya PMPO sebagai ukuran daya yang akurat, karena itu tidak ada pula standar internasional yang mengakui satuan daya PMPO. Di antara standar-standar itu sebut saja di antaranya : DIN 45500, IEC 268-5, CNF 97-330, EIA RS-426.
Perusahaan-perusahaan elektronik terkenal seperti Panasonic, Kenwood, Peavey, Sansui, dan lain sebagainya tidak ada yang menggunakan satuan daya PMPO.
Dapat dipastikan bahwa PMPO saat ini hanya masih digunakan oleh produk-produk tak bermerek alias produk abal-abal. Pemasaran produk-produk itu ditargetkan hanya kepada orang-orang awam yang tidak mengerti dan mudah ditipu.

PMPO di Indonesia.
Di Indonesia, bilangan daya PMPO tergolong paling gila dibanding negara-negara lain. Angkanya bisa dimelarkan seenak-enaknya. Entah karena apa, mungkin karena di Indonesia banyak orang yang mudah dibodohi oleh para produsen elektronik murahan tanpa ada protes sedikitpun. Sebagian masyarakat awam malah berbangga dengan besarnya angka PMPO yang ditempeli di perangkat elektronik audionya.
Lihatlah pada gambar di atas, sebuah radio kecil ditempeli tulisan daya 150W P.M.P.O. Ketika radio kecil itu dibuka, ternyata hanya disuplai menggunakan trafo 6V/100mA.
Apabila efisiensi trafo 60%, maka daya untuk mensuplai rangkaiannya tidak lebih dari 0,36W (kurang dari setengah Watt). Daya audio yang dihasilkannya akan lebih kecil lagi dari itu.

Di balik besarnya bilangan daya PMPO, yang fantastis sebenarnya bukanlah kekuatan dayanya, tetapi yang fantastis adalah kepentingan bisnis dan kebohongannya.


Tulisan lain :
DIN 45500
Mitos-mitos seputar kelistrikan .
Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger