Search
logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Intermezo, Beberapa Mitos Seputar Kelistrikan

Advertisement

mitos tentang listrik
Beberapa mitos seputar kelistrikan ada beredar di masyarakat, setidaknya inilah yang pernah saya temui secara langsung melalui orang-orang kampung.

Ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar, beberapa orang tua di kampung saya ada yang suka bercerita tentang hal-hal menakjubkan. Mereka adalah para bapak-bapak yang ketika waktu senggang sering berkumpul di gardu ronda atau tempat lain dan kemudian saling bercerita. Saya yang waktu itu masih kanak-kanak seringkali sangat tertarik mendengarkan cerita-cerita mereka. Saya pun tanpa diundang diam-diam sering ikut nimbrung mendengarkan cerita-cerita mereka.
Di antara cerita-cerita yang menakjubkan itu, terdapat cerita tentang petir.  Inilah ceritanya.

Cerita tentang petir .
Petir dikatakan adalah semacam makhluk yang bisa menyambar. Petir sering menyambar pohon kelapa karena ia suka pohon kelapa.
Ketika petir menyambar pohon kelapa, petir akan selalu meninggalkan “gigi”nya.
Gigi petir ini terhujam ke dalam tanah saking kuatnya sang petir menyambar pohon kelapa.
Seorang bapak berkata dengan sangat meyakinkan bahwa ia pernah menyaksikan secara langsung sebuah pohon kelapa yang disambar petir di saat turun hujan. Ketika pohon kelapa tersebut sudah hangus terbakar, dengan segera ia mendekati area tanah di sekitar pohon kelapa tersebut. Tidak beberapa jauh dari pohon kelapa ia pun menggali tanah, dan lalu menemukan sebuah gigi petir, bentuknya seperti kepala kapak. Ia pun mengatakan kepada yang lain untuk mencoba menggali tanah di sekitar pohon kelapa jika ada pohon kelapa yang baru saja disambar petir, niscaya pasti akan menemukan gigi petir itu.

Sampai hari ini, saya sangat enggan untuk membuktikan apa yang dikatakan oleh bapak tersebut, karena sejak ia bercerita hingga berpuluh tahun kemudian, saya selalu digelayuti pertanyaan : Apa betul demikian?
Apa betul petir sama seperti ular naga raksasa yang ketika menyemburkan api kepada pohon kelapa giginya sampai copot?

Cerita tentang orang yang tersengat listrik .
Ini cerita yang lain lagi.
Suatu hari di kampung saya pernah terjadi kehebohan karena ada salah seorang warga yang meninggal dunia lantaran tersengat aliran listrik. Orang yang meninggal dunia tersebut sempat dilayat oleh warga sekitar kampung, konon wajahnya telah menjadi pucat, warna kulitnya pun agak memutih.
Orang-orang ramai mengatakan bahwa apabila seseorang terkena “stroom” maka darahnya akan tersedot oleh “stroom” tersebut.  Ketika darahnya telah habis tersedot, ia akan mati.
Itulah sebabnya orang yang mati terkena “stroom” akan menjadi tampak pucat, karena darahnya sudah tersedot.
Saya pernah menanyakan ke manakah larinya darah orang tersebut tersedot?
Apakah tersedot ke gardu listrik ataukah tersedot lewat kabel kemudian berceceran di kantor PLN?
Tak ada orang yang serius menjawab.
Beberapa orang justeru merasa heran dengan pertanyaan saya itu.
Ya, sudahlah…

Cerita tentang sebab orang tersambar petir .
Kali ini cerita dari daerah Lampung.
Suatu kali saya pernah bertandang ke rumah seorang kenalan kawan saya di Lampung. Kami pun menginap kurang lebih selama satu minggu di sana.
Pada suatu sore, turun hujan gerimis. Suara gemeritik air sayup-sayup terdengar dari genteng rumah. Kami menjadi enggan untuk jalan-jalan keluar.
Karena iseng tidak ada yang dikerjakan, saya pun mencoba untuk menghidupkan sebuah radio kecil milik sang penghuni rumah.
Alangkah kagetnya saya karena sang pemilik rumah ternyata menjadi begitu marah, dan dengan suara yang agak keras ia menyuruh untuk segera mematikan radio. Ia mengatakan bahwa suara radio bisa mengundang sambaran petir dan ia tidak ingin jika rumahnya disambar petir.
Ia segera menjelaskan bahwa baru beberapa bulan lalu ada tetangga kampung yang tewas tersambar petir gara-gara menyetel radio di waktu hujan gerimis. Orang-orang di kampung itu kini sudah tidak ada lagi yang berani menyetel radio jika hujan gerimis datang.
Karena penasaran, saya pun bertanya bagaimana ceritanya hingga tetangga kampung itu bisa tewas tersambar petir.
Ia pun menjelaskan : “Dia disambar petir karena menyetel radio yang dikalungkan di lehernya waktu hujan gerimis. Saat itu dia sedang mendengarkan siaran radio sambil memacul di tengah sawah!”
Hwaduh.... ternyata memang benar-benar berbahaya...


(Sandi Sb)


Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
«Next Post
Previous
Prev Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Contact form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger