logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Tone-Control Stereo 2 Transistor

Advertisement

Meskipun sederhana, rangkaian tone-control berikut ini dapat disambungkan ke input kebanyakan power-amplifier yang mempunyai kepekaan hingga 500mV (OTL maupun OCL) sebagai unit pengatur nada untuk membentuk sebuah audio-amplifier yang utuh.
Sebagaimana telah dibahas di dalam tulisan sebelumnya, tone-control adalah salah-satu bagian di dalam sistem audio-amplifier lengkap, lihat dalam : Tekhnik audio, tone-control .

Tegangan suplai untuk rangkaian tone-control ini tidaklah kritis, dapat mengikuti besar tegangan suplai positif dari power-amplifier yang disambungkan kepadanya, yaitu antara 18...45V.
Inputnya dapat menerima masukan dari line-out atau audio-out berbagai perangkat elektronik, dan dapat juga menerima masukan dari berbagai keluaran pre-amp.
Rangkaian ini diadopsi dari bagian tone-control amplifier Sansui AU-101 dengan beberapa modifikasi pada komponen yang digunakan. Dengan demikian rangkaian diharapkan dapat diterapkan bersama dengan bermacam-macam rancangan power-amplifier OCL berdaya kecil ataupun sedang meskipun asalnya adalah untuk power-amplifier OTL.

Rangkaian tone-control stereo 2 transistor .

simple stereo tone-control

Tone-control ini sebenarnya adalah tone-control pasif.
Transistor T1 hanyalah berperan sebagai buffer sekaligus penguat sinyal input.
Komponen-komponen C dan R di sekitar potentiometer VR2 dan VR3 membentuk filter 'high-pass' dan 'low-pass'. Ketajamannya dipengaruhi oleh nilai potentiometer yang digunakan.
Dengan nilai potentiometer yang diberikan, fungsi boost dan cut tidak akan jauh berbeda dari hasil yang didapatkan oleh tone-control aktif.
Untuk memperbaiki performa dalam penonjolan nada-nada tinggi dan nada-nada rendah, ditambahkan 'switch loudness' Sw1.
Bagi sebagian orang, pola suara loudness sangat disukai.

Rangkaian tidak terlalu sulit dirakit pada papan rangkaian titik (PCB bolong-bolong). Namun apabila hendak membuat papan rangkaian tercetak khusus, berikut ini disertakan pola layout PCB-nya.
Ada dua gambar, yaitu gambar layout PCB dan gambar tata-letak komponennya. Gambar yang disertakan semuanya adalah gambar tampak bawah.

pcb_tone_control_dan_tata-letak_komponen

Adapun gambar dengan ukuran yang sebenarnya dan sudah dibalik secara ‘mirror-horizontally’ (untuk keperluan print dalam pembuatan PCB) bisa diunduh pada link ini : PCB Tone Control 2 Transistor .

Pada gambar tata-letak komponen tidak diperlihatkan pemasangan komponen-komponen untuk loudness yang meliputi C8, C9, R2 dan Sw1.
C8, C9 dan R2 dapat dipasang/disolderkan langsung pada pin-pin Sw1 (switch loudness) sesuai sambungan-sambungannya. Cara pemasangannya seperti digambarkan berikut ini, dengan asumsi bahwa potentiometer VR1 terpasang pada PCB


pemasangan_komponen_loudness

Daftar komponen tone-control 2 transistor :
R1, R6 = 1k
R2 = 8k2
R3 = 470k
R4 = 56k
R5 = 5k6
R7 = 270
R8 = 1k2
R9 = 12k
R10 = 1k8
R11 = 2k7
R12 = 2k2
VR1 = 50k CT stereo
VR2, VR3 = 100k stereo
VR4 = 50k mono
C1 = 0,47µF/50V
C2 = 1µF/50V
C3 = 47µF/25V
C4 = 222 (mika/milar)
C5, C6 = 223 (mika/milar)
C7 = 224 (mika/milar)
C8 = 102 (mika/milar)
C9 = 823 (mika/milar)
C10 = 330µF/50V
T1, T2 = C1815
Sw1 = switch 6 pin (togel atau geser)


(Sandi Sb)

Tulisan lain yang berhubungan : Tekhnik audio, Power-amplifier OCL .

Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

16 komentar

begini pak sandi saya mw tanya kenapa mixer 8 pot 5 IC n tuncintrol + subwofer sya tambah turbo bas / galaksi malah g ada suara kalo dlepas normal tpi mixer hidup pot g fungsi. jadi intinya kenapa mati dan mixer apa yg rusak trus urutanya untuk pemasangan gimana trimaksih sblumnya pakk sya sdah pernah brtaya cman sya lupa web sya cari bru ktemu skarag pak

Balas

Biasanya urutan pemasangannya adalah : Sumber sinyal (DVD-player, deck, dll) - mixer - Tone control - Power-amplifier.
Penggunaan perangkat filter tdk perlu berlebihan karena justeru bisa menambah masalah, bukan menjadikan makin bagus.
Perlu diketahui bahwa semakin menumpuk perangkat pemroses suara, cacat distorsi yg dihasilkan akan semakin besar juga karena setiap perangkat yg dipasang membawa distorsinya sendiri2. Belum lagi permasalahan ketidak-sesuaian impedansi input-output dari setiap perangkat yg seringkali ada.
Jika sudah ada sub-woofer filter, untuk apa digunakan lagi turbo-bass galaxy?
Begitu Bejo.
Coba deh Bejo pelajari terlebih dahulu urutan2 atau tingkatan2 di dalam sistem audio. Silahkan buka DAFTAR ISI dan simak tulisan2 tentang Tekhnik Audio.
Selamat menyimak dan selamat utak-atik, Jo...

Balas

Mas klo transistornya diletakkan sebelum tonecontrol atau sesudah tonecontrol gimana? Soalnya sya punya ampli tonecontrol pasif tp sudah jd satu keping pcb, nah rencananya mau saya modif dengan menambah transistor kya di atas,,,mohon solusinya???

Balas

Kalau anda bisa tahu letak sambungan input power-amplifiernya, anda bisa putus sambungan di situ, yaitu sambungan antara input power-amplifier dengan tone control yang ada. Setelah itu anda bisa coba sambungkan output tone control yang ini dengan input power-amplifier yang anda punya, barangkali memang cocok dan bisa lebih baik.
Kalau tone control pasif yang anda punya mau dimodifikasi dengan ditambahkan rangkaian transistor, bisa saja rangkaian transistor seperti di atas diletakkan di depan tone control, maka jadilah tone control pasif dengan penguat tambahan.
Bisa juga rangkaian transistor diletakkan di belakang tone control (dengan susunan yang benar) maka jadilah tone control aktif.
Masalahnya adalah : Adakah ruang untuk menambahkan komponen2 di pcb amplifier anda?
Jika tidak ada maka anda harus membuat pcb tersendiri untuk penambahan rangkaian transistor tersebut.

Yang di tulisan ini adalah tone control pasif juga, sedangkan tone control aktif bertransistor ada di : Mini Hifi Ala Eropa (bagian tone-control), bisa dicari lewat Daftar Isi.
OK....Selamat berkreasi.

Balas

Makasih mas atas jawabanya,,,ini saya mau nanya lg, di toko elektro biasanya jual box speaker subwoofer gak ya, soalnya lg mau bikin subwofer...

Balas

Tidak setiap toko elektro menjual box sub-woofer. Tapi jika anda tinggal di sekitar Jakarta, anda bisa cari di Harco Glodok, lantai dasar, ada tempat pemesanan box2 speaker untuk berbagai fungsi dan bentuk.

Balas

ukuran pcbnya brapa mas

Balas

Aktualnya, jika sudah jadi PCB itu berukuran 14,85 x 3,8 cm.

Balas

Mas kalo Milar nya bass itu .. sudah ukuranya ta .. kalo menurut saya milarnya itu terlalu kecil untuk bass . Kalo saya lebih milih ukuran 683

Balas

Untuk bass, kondensatornya adalah C6 dan C7. C6 menentukan batasan bass cut-off, sedangkan C7 menentukan bass-boost nya. Nilai C7 yg 224 malah sudah jauh lebih besar dari 683. Nilai2 itu sudah diuji-cobakan dan hasilnya 'pas' untuk didengar telinga, sebagaimana rancangan aslinya dari Sansui. Namun untuk beberapa rangkaian po-amp, C7 lebih baik menggunakan 204 mika/milar.

Balas

Mas buat ukuran kertas brp ya?

Balas

Ukuran PCB-nya 14,8cm x 3,78cm.

Balas

Mas C8 Dan C9 kok ga ada ya? Dan resistor ada yg Doble sama, misalnya R9 ada dua

Balas

C8 dan C9 memang tidak dipasang di PCB, tapi dipasang menempel pada switch loudness, ini sudah biasa pada ampli2 rakitan kecil.
Komponennya memang dobel, sebab stereo. untuk membedakan komponen kanal L atau R, digunakan tanda aksen. Misalnya untuk R9 kanal L ditulis R9 (tanpa aksen) sedangkan untuk R9 kanal R ditulis R9' (dengan tanda aksen).

Balas

Cara masang c8,C9,R2 pada switch nya gimanain mas

Balas

cara pasang loudnes sama pot yg ct bagaimana gan...???

Balas

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger