logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Mini Energy-Saver

Advertisement

Mini energy-saver adalah penggabungan inverter dengan aki/baterai dalam satu wadah yang dilengkapi dengan pensaklaran untuk charge (pengisian) dan discharge (pemakaian). Ia adalah sebuah perangkat portabel penyedia tegangan AC 220V yang dapat dibawa berpergian.
Inverternya adalah sebuah unit “mini-inverter” sebagaimana yang telah diulas di dalam tulisan terdahulu tentang mini inverter .
Keluaran mini energy-saver adalah tegangan AC listrik 220V yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang mengkonsumsi daya kecil sedangkan sumbernya adalah aki/baterai 12V/5AH yang berada di dalamnya.
Tentang manfaat atau kegunaannya tidak berbeda dengan mini-inverter, lebih jelas bisa disimak dalam : Mini-Inverter .

Rangkaian mini energy saver dan cara kerjanya .

mini energy saver

Daftar komponen mini energy-saver :
R5, R6 = 1k
R7 = 2,2Ω / 20W
C3 = 220µF/25V
D1, D2, D3 = dioda 2A
Sw1 = push switch 12pin
Led1, Led2 = Led indikator (merah, hijau atau kuning)
Aki/baterai = 12V / 5AH
AC in 220V = lubang/socket kabel AC
AC out 220V = AC outlet
Trf1 = lihat teks.

Rangkaian mini energy-saver ini poin utamanya adalah pengintegrasian unit inverter dengan switch/saklar dan baterai sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah perangkat baru yang kompak. Pada gambar skema rangkaian di atas, komponen untuk unit inverter tidak disertakan lagi karena sudah lengkap disertakan dalam tulisan Mini-Inverter.  Hanya trafo yang digunakan sedikit berbeda, yaitu menggunakan trafo 1A atau 2A yang mempunyai tap tegangan sekunder 2x9V dan sekaligus mempunyai tap 2x15V juga (trafo CT).
Dua Led indikator ditambahkan sebagai penunjuk bahwa perangkat sedang charge atau discharge.

Ketika Sw1 berada pada posisi discharge, positif aki/baterai akan terhubung ke unit inverter. Emitor dari kedua transistor pada rangkaian inverter pun dihubungkan ke ground, maka inverter mulai bekerja. Led1 akan menyala.
Pada saat bersamaan gulungan 0-220V pada trafo dihubungkan ke terminal keluaran AC-out 220V sehingga di terminal ini akan tersedia tegangan AC 220V hasil kerja inverter dan siap untuk digunakan.

Jika Sw1 diposisikan charge, positif aki akan terhubung ke penyearah gelombang penuh D2 dan D3 setelah sebelumnya melalui R7.
Bersamaan dengan itu emitor dari kedua transistor pada rangkaian inverter diputuskan dari ground, sehingga dengan demikian rangkaian inverter menjadi tidak bekerja dan gulungan 0-220V trafo disambungkan ke terminal masukan AC in 220V.
Apabila pada terminal AC in 220V diberikan tegangan AC 220V maka pada sekunder trafo akan muncul tegangan AC 2x15V. Tegangan ini kemudian disearahkan oleh D2 dan D3 untuk menjadi tegangan DC yang akan men-charge aki. Kini, yang menyala adalah Led2.
R7 diadakan hanya sebagai upaya untuk membatasi arus charging agar tidak terlampau besar. Dalam penggunaan perangkat, R7 tetap tidak masalah jika dihilangkan apabila trafo yang digunakan hanya trafo 1A. Jika trafo yang digunakan 2A sebaiknya R7 tidak dihilangkan.

Secara keseluruhan rangkaian cukup aman, tidak akan ada tegangan tinggi 220V di terminal AC out ketika sedang dalam posisi charge. Ketika posisi discharge, tidak ada pula tegangan tinggi 220V di terminal AC in.
Ini karena pensaklaran Sw1 dibuat saling memutus pada setiap fungsi masing-masing.

Dari contoh yang pernah dibuat, permasalahan sering muncul dari switch Sw1.
Karena itu ada baiknya untuk Sw1 dipilih switch yang berkwalitas baik dan secara berkala dilakukan penyemprotan ke bagian dalamnya dengan contact-cleaner, agar kondisi kontak switch senantiasa berada dalam keadaan prima.


(Sandi Sb)

Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger