logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Memungsikan Kondensator Biasa Menjadi Kondensator Non-polar

Advertisement

Elco biasa dijadikan kondensator non-polar

Kondensator non-polar atau bi-polar berkapasitas puluhan hingga ratusan µF seringkali sulit didapatkan. Bagaimana caranya agar kondensator (elco) biasa bisa berfungsi menjadi kondensator non-polar (elco tanpa ketentuan polaritas positif dan negatif)?
Berikut adalah ulasan caranya.

Sebagaimana diketahui, kondensator biasa (elco yang mempunyai ketentuan polaritas positif dan negatif) mempunyai pin/kaki-kaki elektroda yang tidak boleh tertukar dalam pemasangan polaritas tegangannya. Ia mempunyai kaki elektroda + (positif) dan kaki elektroda – (negatif). Apabila terbalik ia akan segera rusak dengan panas yang tinggi sambil mengeluarkan cairan atau kepulan asap. Bahkan pada tegangan yang agak tinggi kondensator yang terpasang terbalik tersebut bisa meledak!
Pada rangkaian-rangkaian elektronik tertentu ada kalanya kondensator yang ditempatkan adalah kondensator khusus, yaitu kondensator non-polar, kondensator yang tidak mempunyai ketentuan polaritas tegangan untuk kaki-kaki elektrodanya sehingga pada pemasangannya boleh terbalik-balik.
Biasanya pada jalur di mana dipasang kondensator seperti itu polaritas tegangannya memang suka berubah-ubah, atau tidak ada tegangan DC yang tetap di bagian itu tetapi sarat dengan sinyal ac yang kuat.
Yang menjadi permasalahan adalah ketika hendak dipasang kondensator non-polar di tempatnya itu tetapi kondensatornya tidak ada (misalnya karena tidak ada stock-nya atau tidak tersedia di pasaran). Maka untuk mengatasi permasalahan seperti itu dipakailah kondensator biasa (elco yang berpolarisasi) dengan cara pemasangan seperti berikut :

elco non-polar 2

C1 dan C2 adalah dua buah elco yang disusun seri dengan pin/kaki elektroda – (negatif) dari masing-masing elco dipertemukan. Hasilnya adalah sebuah kondensator non-polar Cx. Besarnya nilai kapasitas Cx adalah :

Cx = (C1 x C2) / (C1 + C2)

Contoh 1 : C1 = 100µF, C2 = 100µF, maka Cx = 50µF.
Contoh 2 : C1 = 1000µF, C2 = 1000µF, maka Cx = 500µF.

Perlu diketahui bahwa untuk fungsi ini kedua elco yang digunakan sebaiknya berkapasitas sama (seperti pada contoh) dan hendaknya dipilih elco dengan kwalitas yang baik.
Tetapi tidak terlalu masalah meskipun yang digunakan berbeda kapasitas dengan konsekwensi bagi sinyal-sinyal ac kedua elco itu akan mempunyai reaktansi yang berbeda. Tegangan yang akan terbagi kepada kedua elco juga tidak akan sama.
Untuk ketentuan tegangan maksimal kondensator boleh saja setiap elco mempunyai tegangan maksimal setengah dari tegangan yang dibutuhkan. Misalnya apabila yang dibutuhkan adalah kondensator non-polar 50µF/50V, maka untuk itu bisa disusun dua elco 100µF/25V. Akan tetapi akan lebih aman jika menggunakan dua elco 100µF/50V.
Dan terakhir, dalam banyak hal besar kapasitas kondensator tidaklah terlalu kritis. Jika hasil yang didapatkan sudah mendekati yang dibutuhkan maka itu sudahlah dianggap cukup.
Contohnya apabila yang dibutuhkan adalah kondensator non-polar 47µF tetapi hasil yang didapatkan 50µF maka ini tidak terlalu bermasalah.


Tulisan lain sehubungan dengan kondensator :
Kondensator
Pengetesan kondensator dengan avo-meter .

Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 komentar:

TQ ATAS PENCERAHANNYA, SANGAT MEMBANTU SEKALI.

Balas

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger