logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Pengetesan Kondensator

Advertisement

AVO Meter Dan Penggunaannya

Men-check Kondensator Yang Masih Baik Atau Yang Sudah Rusak

Kondensator atau kondensor atau kapasitor secara praktis bisa dicheck baik atau tidaknya dengan menggunakan AVO meter. Pengetesan kondensator ini adalah dengan memanfaatkan fungsi Ohm meter. Pengetesan kondensator akan lebih lengkap bisa dilakukan apabila Ohm meter yang digunakan mempunyai jangkah pengukuran hingga Ohm x100k.

Ketika sebuah kondensator ditest dengan Ohm meter, sebetulnya kondensator tersebut diberi tegangan DC kecil melalui kedua tuas tester.
Sumber tegangan DC-nya adalah baterai yang ada di dalam AVO meter.
Tuas tester hitam memberikan tegangan positif, sedangkan tuas tester merah berperan sebagai nol volt (0V).
Karena sifat kondensator yang menampung muatan listrik sementara, ketika diberi tegangan DC ia akan mengisi muatan. Pada saat mengisi muatan ini kondensator akan menarik arus melalui kedua tuas tester, sehingga reaksinya adalah bergeraknya jarum penunjuk.
Pengisian muatan hanya berlangsung sesaat, sebab setelah kondensator terisi muatan penuh sesuai dengan kapasitasnya, ia tidak akan menarik arus lagi.

Pengetesan kondensator dilakukan bagi kondensator-kondensator yang secara fisik tampak tidak masalah, akan tetapi ada keraguan apakah ia masih baik atau sudah rusak. Bagi kondensator (elco) yang secara fisik sudah menunjukkan masalah seperti menggembung di bagian atasnya, tidak perlu dilakukan pengetesan lagi karena memang sudah rusak.
Untuk test kondensator menggunakan AVO meter, perlu menempatkan jangkah pengukuran AVO meter yang sesuai.
  • Untuk kondensator 10.000uF s/d 2200uF jangkah pengukuran yang digunakan adalah Ohm x1.
  • Untuk kondensator 1000uF s/d 330uF jangkah pengukuran yang digunakan adalah Ohm x10.
  • Untuk kondensator 220uF s/d 47uF menggunakan Ohm x100
  • Untuk kondensator 33uF s/d 2,2uF menggunakan Ohm x1k
  • Untuk kondensator 1uF s/d 0,1 uF menggunakan Ohm x10k
  • Untuk kondensator di bawah itu menggunakan Ohm x100k.
Apa yang disebutkan itu tidaklah baku harus seperti itu, karena bisa jadi satu merk AVO meter berbeda karakteristiknya dengan AVO meter lainnya. Apa yang disebutkan di atas hanyalah untuk acuan saja. Langkah pengecekan kondensator dilakukan sebagai berikut :

cond chk

Tuas tester merah dan tuas tester hitam ditempelkan kepada kaki-kaki kondensator. Jarum AVO meter akan bergerak ke kanan sesaat menunjukkan nilai tertentu kemudian kembali lagi ke kiri.
Perhatikanlah dengan seksama sampai di manakah pergerakan jarum, karena gerakan jarum itu hanya sesaat saja. Jika pergerakan jarum terlalu sedikit, besarkanlah jangkah pengukuran Ohm-nya. Jika pergerakan jarum terlalu banyak (sampai “mentok” ke kanan) turunkan jangkah pengukuran Ohm-nya.
Setelah itu ulangi lagi dengan membalik polaritas (merah atau hitam) tuas tester yang ditempelkan ke kaki-kaki kondensator.
Perhatikanlah sampai di manakah gerakan jarum. Ulang-ulangi hal ini jika memang belum jelas melihat pergerakan jarum.
Setelah itu ukurlah kondensator yang masih baik dengan nilai kapasitas yang sama sebagaimana cara yang disebutkan tadi, lalu bandingkanlah.
Jika mirip atau sama maka berarti kondensator masih baik. Jika berbeda cukup jelas, maka berarti kondensator yang dicheck tadi kemungkinan besar sudah rusak.
Ada kalanya sebuah kondensator langsung bisa dinyatakan rusak tanpa harus membandingkannya, yaitu apabila :

a. Jarum penunjuk AVO meter tidak bergerak
b. Jarum penunjuk AVO meter bergerak ke kanan tetapi tidak balik lagi.

Demikianlah cara praktis men-check kondensator dengan AVO meter.
Dalam pengetesan kondensator itu umumnya memang diperlukan kondensator “pembanding” dengan nilai kapasitas yang sama (dalam uF atau nF) yang dipastikan masih baik untuk membandingkan hasil pengetesan.
Cara pengetesan ini berlaku untuk semua jenis kondensator/kondensor, baik elco ataupun bi-polar/non-polar dan termasuk juga kondensator non-elektrolit seperti kondensator keramik, milar, tantalum dan lain-lain.


Tulisan lain terkait kondensator :
Kondensator
Melihat Cara Kerja Kondensator .


( Sandi Sb )
Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger