logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Tekhnik Audio, Pre-Amplifier

Advertisement

Tekhnik Audio

'Audio' secara arti kata berarti penerimaan bunyi atau pendengaran.
Dalam dunia elektronik, tekhnik audio mencakup tekhnik tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan pengolahan sinyal-sinyal suara dalam rangka menghasilkan reproduksi suara pada level atau dalam karakteristik tertentu untuk didengarkan oleh manusia.
Tekhnik audio tidak bisa dilepaskan dari berbagai tekhnik elektronika lainnya sejalan dengan adanya kebutuhan manusia untuk mendapatkan informasi atau merasakan sesuatu melalui pendengarannya.
Di dalam televisi ada audio, di dalam radio-radio komunikasi ada audio, di dalam perangkat komputer ada bagian audio, di dalam setiap hand-phone/ponsel ada audio, di rumah-rumah, di gedung-gedung, bahkan di dalam kendaraan darat-laut-udara membutuhkan perlengkapan perangkat audio.
Jadi, selama manusia masih mempunyai 'kuping', audio akan ada di mana-mana.
Ada yang tidak punya kuping?

Tekhnik audio senantiasa berurusan dengan sinyal-sinyal suara, yaitu gelombang listrik ac sinus kompleks dari suara yang diproses secara elektronik.
Dengan tekhnik audio, dilakukan reproduksi suara sebagaimana yang diinginkan baik secara langsung ataupun secara tidak langsung (dengan proses recording).

Audio-Amplifier
Sinyal-sinyal suara mempunyai frekwensi antara 20Hz hingga 20kHz. Dalam proses pengolahannya hingga teraplikasi sebagai getaran-getaran pada speaker yang menjadi suara yang terdengar, tercakup di dalam sebuah perangkat elektronik yang disebut 'Audio-Amplifier' (penguat audio).
Sistem audio-amplifier adalah sistem yang penting di dalam tekhnik audio.

Dalam audio-amplifier ada tiga tahapan fungsi utama, yaitu :

1.Menangkap suara hingga menjadikannya berbentuk gelombang-gelombang listrik ac kompleks secara utuh
2.Memprosesnya hingga menghasilkan nada bunyi sesuai dengan keperluan atau yang dikehendaki
3.Menjadikannya sebagai bunyi yang nyata terdengar oleh manusia dalam kekuatan bunyi (sound level) tertentu.

Karena itu dalam sebuah sistem audio-amplifier yang standard dikenal tiga perangkat modul yang utama, yaitu :

1.Pre-amplifier (penguat depan)
2.Tone-control (pengatur nada)
3.Power-amplifier (penguat daya).

bagan audio amplifier

1. Pre-amplifier
Pre-amplifier (disingkat : pre-amp) adalah perangkat terdepan pengolahan sinyal suara.
Pre-amp bertugas memungut sinyal suara yang sangat lemah dari pick-up elektronik seperti head magnetik, mikrofon, dan lain-lain untuk dikuatkan level sinyalnya agar cukup untuk diberikan kepada tahap selanjutnya, yaitu tone-control.
Biasanya level hasil penguatan ini berkisar 150mV atau lebih (level umum auxiliary).
Setiap pre-amp yang dibuat selalu disesuaikan dengan keperluan masukan (input) dan keperluan keluarannya (output). Karena itu setiap pre-amp mempunyai karakteristik tertentu yang mencakup impedansi masukan (Z in, dinyatakan dalam Ohm), impedansi keluaran (Z out, dinyatakan dalam Ohm), faktor penguatan, cacat keluaran (distortion) dan lain-lain.
Biasanya sebuah pre-amp disetel mempunyai impedansi masukan yang tinggi dan impedansi keluaran yang rendah. Semakin tinggi impedansi masukannya, semakin peka inputnya.
Semakin rendah impedansi keluarannya, semakin fleksibel ia terhadap impedansi input tahap selanjutnya.
Antara satu pre-amp dengan pre-amp lainnya tidaklah selalu sama dan mempunyai fungsi yang berbeda-beda.
Sebagai contoh sebuah pre-amp head magnetik (untuk pita cassette) tidak bisa dipakai atau difungsikan sebagai pre-amp mic meskipun judulnya sama-sama pre-amp, begitu pula sebaliknya.
Hal ini dikarenakan impedansi masukan pre-amp yang khusus, di mana kepekaannya telah disesuaikan dengan pick-up tertentu.

mic pre amplifier | head pre amplifier

Pada gambar di atas diperlihatkan dua macam contoh pre-amp yang sederhana, namun cukup mampu memungut sinyal lemah dari pick-up untuk diberikan kepada masukan tone control.
Skema pertama adalah sebuah pre-amp untuk mikrofon dinamik dan skema yang kedua adalah sebuah pre-amp untuk head magnetik pita cassette (dalam gambar diperlihatkan hanya untuk satu unit/mono. Untuk versi stereo dibuat dua kali).
Dua skema rangkaian tersebut cukup populer dan banyak terdapat pada amplifier-amplifier dan tape deck-tape deck lokal beberapa waktu yang lalu.

Selain dibuat dengan transistor-transistor lepas, pre-amp juga ada yang berbentuk IC.
Banyak type-type IC yang khusus dibuat sebagai pre-amp, seperti LA3160, M5152, TA7325, KA2261 dan lain-lain.

Selanjutnya tentang tanggapan frekwensi dan contoh-contoh lain pre-amplifier, dalam : Tekhnik Audio, Tanggapan Frekwensi Pada Pre-Amplifier


Tulisan lain tentang tekhnik audio :
Tekhnik Audio, Tone Control
Power Amplifier .
Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 komentar:

Biar menjadi microphone condensor gimana kak skema nya?

Balas

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger