Search
logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Tekhnik Audio, Power Amplifier OT : Penyesuaian Impedansi Speaker Dengan Trafo Output

Advertisement

Power Amplifier (Po-Amp)

Modul bagian akhir di dalam sebuah unit audio amplifier adalah Power-amplifier (disingkat : po-amp). Po-amp atau penguat daya adalah penguat tahap akhir yang mengemudikan speaker secara langsung hingga menghasilkan bunyi. Di dalam po-amp sinyal audio yang telah dikuatkan dan diproses di tahap sebelumnya dikuatkan lagi tegangan dan arusnya sehingga mampu untuk menjadi bunyi ketika diberikan ke kepada speaker.
Pengoperasian po-amp selalu melibatkan daya yang lebih besar. Kemampuan po-amp dalam menghasilkan daya output sangat bervariasi, mulai dari beberapa ratus miliWatt hingga ada yang menghasilkan daya seribu Watt atau lebih.
Rancangan-rancangan po-amp banyak dibuat orang dengan transistor-transistor diskrit (terpisah) namun ada juga yang dalam bentuk IC.

Dalam tekhnik audio, telah dikenal empat sistem po-amp yang cukup populer, yaitu sistem Output-Transformator (OT), sistem Output-TranformerLess (OTL), sistem Output CapacitorLess (OCL), dan sistem Bridge TransformerLess (BTL).
Berikut diuraikan satu-persatu beserta penjelasannya masing-masing di dalam beberapa tulisan.

Po-amp sistem OT

Sistem po-amp ini adalah yang paling tua di antara sistem-sistem po-amp yang lain. Ia adalah sistem po-amp yang menerapkan transformator impedansi di jalur keluarannya (trafo audio), yaitu transformator khusus yang dibuat untuk mentransfer sinyal audio dari satu besaran impedansi kepada besaran impedansi lainnya.
Transformator impedansi diperlukan karena adanya ketidak-cocokan (tidak matching) antara impedansi keluaran (output) power amplifier dengan impedansi speaker. Apabila ketidak-cocokan ini tetap dipaksakan, maka kemungkinan yang akan terjadi adalah :
  • Speaker rusak karena daya yang terlimpahkan kepadanya di luar ketentuan
  • Po-amp rusak karena terbebani lebih oleh speaker jika speaker itu berimpedansi lebih kecil dari yang semestinya
  • Po-amp tidak bisa maksimal dalam melimpahkan daya kepada speaker jika speaker yang terpasang kepadanya berimpedansi lebih besar dari yang semestinya
Dengan diterapkannya transformator impedansi maka akan terjadi penyesuaian antara keluaran power amplifier dengan speaker sehingga masing-masing bisa beroperasi secara aman dan maksimal.
Umumnya, speaker yang digunakan untuk po-amp OT adalah speaker type horn-refleks, yaitu speaker berbentuk corong besar terarah yang biasanya berimpedansi 16 Ohm. Namun dalam perkembangannya telah dibuat juga speaker-speaker dinamik khusus untuk penggunaan amplifier sistem OT.

TOA amp.

Penguat dengan sistem OT ini sering juga diistilahkan dengan penguat push-pull karena cara kerja dua transistor akhirnya yang berpola “tarik dan tekan” ketika menguatkan belahan-belahan sinyal sinus audio secara bergantian. Kelebihan system ini adalah bisa dioperasikan dengan tegangan yang relatif lebih rendah (misalnya dengan tegangan DC 12V) untuk menghasilkan daya yang lumayan besar, dan efisiensinya cukup bagus karena dioperasikan pada “kelas B” (tentang pengertian klas ini mungkin akan dibahas di lain waktu).
Update : Lihat ulasan tentang kelas-kelas dalam amplifier di : Kelas-kelas dalam amplifier .

Akan tetapi secara keseluruhan dalam amplifier OT, hal ini tetap bersifat relatif karena faktor kwalitas dari trafo audio yang dipergunakan juga ikut mempengaruhi efisiensi.
Kelemahan sistem ini adalah tanggapan frekwensinya (frequency response) yang lebih sempit. Tidak semua frekwensi yang termaktub di dalam spektrum audio dikuatkan sama oleh po-amp ini, sebagian frekwensi bahkan tidak ditanggapi. Karena itu sistem OT sering dikatakan sebagai sistem non-Hi-Fi.
Sistem ini lebih sering diterapkan untuk keperluan public-address (PA) yang hanya mengemudikan speaker untuk mengeluarkan suara-suara orang ketika mengumumkan sesuatu, berpidato, berceramah atau yang lain-lainnya. Untuk keperluan di mana seluruh frekwensi bunyi dalam spektrum audio perlu untuk diperdengarkan, sistem ini kurang disukai.
Selain untuk keperluan PA, sistem OT juga akrab dengan perangkat pemancar radio AM (Amplitudo Modulation). Di dalam pemancar AM, po-amp sistem OT merupakan modulator yang masih dianggap terbaik.

Selanjutnya : Penguatan sinyal audio dalam po-amp OT .


(Sandi Sb)

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
«Next Post
Previous
Prev Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Contact form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger