Search
logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Pengertian DC

Advertisement

Pengertian Tegangan DC

DC (Direct-Current) berarti arus searah. Maksudnya adalah arus listrik yang mengalir pada suatu hantaran yang tegangannya berpotential tetap, tidak berubah-ubah.
Listrik DC adalah listrik yang “original”, artinya listrik dasar yang dapat dihasilkan dari sumber-sumber susunan material alam.
Muatan-muatan listrik yang terjadi akibat adanya gesekan pada dua jenis material adalah muatan listrik yang berbentuk DC. Berkumpulnya muatan listrik yang terjadi di awan hingga mencapai jutaan volt dan kemudian menjadi sambaran petir adalah muatan listrik yang berbentuk DC juga. Dan setiap baterai yang disusun dari beberapa bahan kimiawi tertentu selalu menghasilkan listrik dalam bentuk DC, tidak ada baterai yang menghasilkan tegangan listrik AC secara langsung. Begitu pun beberapa jenis hewan yang mampu mengeluarkan tegangan listrik dari tubuhnya, adalah tegangan listrik DC.
DC ada di mana-mana....

Pada DC tidak dikenal istilah frekwensi.
Tegangan DC selamanya tetap, jika tegangan itu berpotential positif maka seterusnya positif dan jika tegangan itu berpotential negatif maka seterusnya negatif tanpa ada perubahan-perubahan yang bersifat periodik. Gambaran kurvanya adalah lurus sebagaimana digambarkan berikut ini :

kurva dc +

Pada gambar (1) tampak bahwa tegangan terus menerus sebesar +3V selama waktu t.
Pada gambar (2) tampak bahwa tegangan terus menerus sebesar -3V selama waktu t.
Potential DC bisa positif ataupun negatif terhadap nol Volt, sebagaimana tampak pada kedua gambar di atas. Jika pada dua elektroda yang satunya terdapat potential positif dan satunya lagi berpotential negatif (bukan nol Volt) maka besar tegangan di antara kedua elektroda itu adalah hasil penjumlahan keduanya. Contoh kurvanya diperlihatkan pada gambar (3) di atas.
Pada gambar (3) terlihat bahwa antara titik +3V dan titik nol Volt terdapat tegangan DC sebesar 3V, dan antara titik nol Volt dan titik -3V terdapat tegangan DC sebesar 3V juga, maka antara titik +3V dan titik -3V terdapat tegangan DC sebesar 6V.

Penggunaan DC
Pada system DC dikenal polaritas + (positif) atau - (negatif) yang dalam penerapannya tidak boleh terbalik-balik.
DC banyak digunakan untuk sumber tenaga (power-supply) berdaya kecil, seperti perangkat-perangkat elektronik portabel, Hand-phone, starter motor DC pada kendaraan, dan lain-lain. Sangat jarang penggunaan DC untuk kelistrikan rumah tangga karena faktor kesulitan transfer daya yang lebih besar dibanding system AC.
System DC adalah system tegangan rendah, dan tidak bisa dinaikkan tegangannya secara langsung dengan trafo, sehingga untuk transfer daya yang besar diperlukan kabel-kabel hantaran yang besar pula karena arusnyapun besar.
Ini tidak efisien.
Kalaupun DC digunakan untuk kelistrikan rumah tangga, maka ia merupakan system kelistrikan dengan penghasil energi listrik sendiri (dari solar-cell atau generator listrik tenaga angin) dan merupakan system kelistrikan energi terbatas.

Sumber DC
DC adalah listrik alami. Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa muatan-muatan listrik pada petir ataupun pada binatang-binatang laut yang menghasilkan sengat listrik adalah berbentuk DC.
Manusia pun berusaha untuk mengambil manfaat atas keberadaan listrik DC dengan membuat peralatan yang bisa menghasilkan listrik DC.
Sumber-sumber kelistrikan DC yang telah dibuat dan banyak digunakan manusia adalah :

a) Accu (aki) dan segala jenis baterai
b) Generator DC (dynamo) atau unit alternator(*) pada kendaraan mobil
c) Solar-cell
d) Generator listrik tenaga angin system DC
e) AC/DC Adaptor(**).

Lebih lengkap tentang pelajaran tegangan dan arus DC dapat diikuti secara audio-visual di sini : Pemahaman Tegangan,Arus,Resistansi,Daya Listrik

Tulisan lain sehubungan dengan DC :
Pengukuran Tegangan DC
Pengukuran Arus DC
Dasar-Dasar Besaran Kelistrikan

(*)Spoel alternator pada kendaraan mobil sebenarnya mengeluarkan tegangan AC, tetapi karena di dalam casing unit alternator umumnya sudah terdapat “rectifier” maka keluaran alternator di sini secara praktis dikatakan sebagai sumber DC.
(**)Trafo yang ada di dalam AC/DC adaptor sebenarnya mengeluarkan tegangan AC, tetapi karena di dalam sebuah unit AC/DC adaptor sudah terdapat “rectifier” maka keluarannya pun secara praktis dikatakan sebagai sumber DC.

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
«Next Post
Previous
Prev Post »

1 comments:

makasih gan atas infonya, sangat bermanfaat

Balas

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Contact form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger