logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Perhitungan Resistor Untuk Led, Susunan Seri Dan Paralel

Advertisement

Perbandingan susunan Led seri dan susunan Led paralel

Led seri.
Led bisa disusun secara seri dan bisa pula disusun secara paralel.
Dua Led yang disusun secara seri akan membutuhkan tegangan dua kali lebih besar. Jika ada tiga Led yang disusun seri maka tegangan yang dibutuhkannya akan menjadi tiga kali lebih besar, dan seterusnya.

led seri | led paralel

Pada gambar (A) tampak Led yang disusun secara seri. Misalnya jika satu Led membutuhkan tegangan 3,1V (untuk Led topi/payung), maka untuk dua Led yang disusun seperti itu Vs perlu sebesar 6,2V. Karena itu Led yang disusun seri seperti pada gambar (A) bisa langsung diterapkan pada Vs yang bertegangan 6V, misalnya dari baterai atau accu 6V tanpa memerlukan resistor lagi.
Apabila Vs bertegangan 12V (misalnya dari aki/accu motor atau mobil) maka diperlukan resistor R seperti tampak pada gambar (B).
Nilai R itu akan ada sebesar :

R = (Vs – VLed) / ILed

Di sini VLed adalah penjumlahan tegangan dua Led, sedangkan ILed adalah arus yang ditarik oleh Led. Karena Led disusun secara seri, maka arus yang melalui Led pertama adalah arus yang melalui Led kedua juga, sehingga di sini arus Led adalah tetap untuk perhitungan satu Led, yaitu 20mA (tidak menjadi dua kali lipat). Sekalipun (misalnya) ada seratus Led yang disusun secara seri, arusnya tetap saja 20mA, hanya tegangannya saja yang menjadi perlu lebih besar sesuai dengan banyaknya Led yang disusun.

Contoh : Tiga buah Led topi/payung disusun secara seri dengan Vs sebesar 12V, berapakah R yang harus dipasang?
Di sini VLed adalah 3 x 3,1V = 9,3V.
ILed adalah 20mA = 0,02A.
Maka R yang diperlukan adalah :

R = (12 – 9,3) / 0,02 = 135 Ohm.

Menyusun Led secara seri memerlukan tegangan minimal sebesar jumlah tegangan dari banyaknya Led yang disusun. Kelebihan dari penyusunan secara seri adalah lebih kecilnya bilangan daya yang dikonsumsi oleh Led dikarenakan arus yang ditariknya tidaklah berdasarkan penjumlahan banyaknya led.
Sebagai contoh dari perhitungan tiga Led seri sebagaimana dipaparkan di atas, konsumsi dayanya adalah : W = V x I = 12 x 0,02 = 0,24 Watt.
Namun perlu diperhatikan bahwa dengan menyambungkan secara seri Led-Led, ada kemungkinan terjadi ketidak sinkronan kerja di antara Led-Led.
Semua Led yang terlibat dalam sambungan seri haruslah mempunyai karakteristik yang benar-benar sama, tidak boleh ada yang berbeda. Jika dalam satu barisan seri ada Led yang berbeda karakteristik (misalnya ada perbedaan jenis atau perbedaan tegangan majunya karena berlainan pabrik/merk atau manufaktur) maka tegangan yang terbagi kepada setiap Led akan berlain-lainan pula. Ini bisa menyebabkan terjadinya pelimpahan daya yang berlebihan kepada salah satu Led, dan jika Led tersebut tidak mampu bertahan maka ia akan segera rusak.
Dalam susunan seri, jika ada satu Led yang mati karena rusak, maka semua Led lainnya di dalam satu barisan seri tersebut akan ikut tidak menyala..!

Led Paralel.
Led yang disusun secara paralel tidaklah membutuhkan tegangan berkali lipat sebagaimana banyaknya Led. Jika satu Led (misalnya) membutuhkan tegangan 3,1V, maka sepuluh Led tetap hanya membutuhkan tegangan 3,1V.
Sekalipun (misalnya) ada seratus Led disusun secara Paralel, tegangan yang dibutuhkan tetap saja 3,1V. Namun arus yang dikonsumsinya akan menjadi berkali lipat sebagaimana banyaknya Led.
Perhatikan gambar (C) dan (D) di atas.
Pada gambar (C) tampak sebuah Led yang disambungkan kepada sumber tegangan Vs. Led ini akan menarik arus sebesar 20mA.
Pada gambar (D) tiga buah Led disusun secara paralel, maka arus yang dikonsumsi oleh ketiga Led secara keseluruhan adalah 3 x 20mA = 60mA.
Led yang disusun secara paralel seperti pada gambar (C) dan (D) hanya dimungkinkan jika Vs bertegangan sebagaimana tegangan kerja (tegangan maju) Led, seperti misalnya dari sebuah baterai HP (Hand Phone) yang hanya bertegangan 3,7V. Apabila Led hendak dihubungkan dengan tegangan yang lebih tinggi, maka setiap Led Harus diseri dengan resistor R sebagaimana pada gambar (E).

Mengenai perhitungan nilai R untuk setiap Led telah dibahas pada ulasan sebelumnya, jadi, tidak perlu dibahas ulang di sini.
Berbeda dengan penyusunan Led secara seri, pada penyusunan Led secara paralel seperti ini arus yang dikonsumsi menjadi tiga kali lipat (sesuai banyaknya Led) padahal tegangannya adalah sama. Bandingkanlah antara tiga Led yang disusun secara seri dengan tiga Led yang disusun secara paralel dengan sumber tegangan Vs sebesar 12V.
Pada bagian sebelumnya telah diketahui bahwa tiga Led yang disusun secara seri dengan Vs 12V akan mengkonsumsi daya sebesar 0,24W.
Ketika disusun secara paralel Led-Led ini akan mengkonsumsi daya sebesar : 12 x 0,6 = 0,72W…
Berbeda?

Selain penyusunan sebagaimana diperlihatkan pada gambar di atas, ada cara lain untuk penyusunan Led-Led secara paralel. Perhatikan gambar berikut :

3 Led paralel with resistors

Tiga Led disusun secara paralel dengan langsung, lalu ketiga Led itu disambungkan kepada sumber tegangan Vs melalui sebuah resistor (gambar (F)). Ini berarti ketiga Led (yang disusun secara paralel) di-seri dengan resistor R1. Dengan penyusunan seperti ini arus yang melalui resistor adalah jumlah besaran arus dari ketiga Led.
Jika satu Led menarik arus 20mA, maka arus yang melalui resistor adalah 3 x 20mA = 60mA.

Contoh : Dengan susunan seperti gambar di atas, tiga Led standard hendak dihubungkan dengan Vs 12V, berapakah nilai R1 yang harus dipasang?

IR1 = 60mA = 0,06A
R1 = (Vs – VLed) / 0,06 = 138 Ohm.

Perlu diketahui bahwa dengan susunan paralel yang seperti ini ketiga Led sebaiknya mempunyai karakteristik yang benar-benar sama. Jika tidak, tegangan yang terlimpahkan kepada Led-Led bisa melenceng dari yang diperhitungkan dan bisa saja mengakibatkan kerusakan pada sebagian Led.

Gabungan seri dan paralel
Led yang banyak yang hendak dinyalakan sebagai lampu penerangan bisa disusun dengan menggabungkan sambungan seri dan paralel seperti diperlihatkan pada gambar (G) di atas.

Pada gambar (G) tampak bahwa setiap barisan seri terdiri dari sebuah resistor dan tiga buah Led, semuanya ada 6 barisan. Berarti susunan secara keseluruhan adalah susunan seri R dengan 3 Led seri yang diparalel sebanyak 6 baris.
Demikianlah, uraian selengkapnya tentang perhitungan resistor untuk Led.
Mudah-mudahan apa yang dikemukakan dapat dimengerti dengan baik dan bagi yang telah mengikutinya secara seksama dapat pula untuk mempraktekkannya. Karena itu tidak ada salahnya sekedar latihan untuk mencoba menjawab pertanyaan berikut :
Pada gambar di atas tampak 18 Led yang disusun secara seri dan paralel.
Bisakah dihitung berapakah nilai masing-masing resistornya?
Bisakah diketahui seberapa besar daya yang dikonsumsi oleh Led-Led sebanyak itu?

Kembali ke ulasan sebelumnya : Perhitungan Resistor Untuk Led (1) .


Tulisan lain tentang pembuatan lampu dengan Led :
Lampu darurat mati listrik (1) .


(Sandi Sb)

Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

42 komentar

terimakasih banyak gan atas infonya

salam Rajalistrik.com

Balas

Sama-sama mas Akbar. Terima kasih atas kunjungannya.

Balas

Tanya gan, kalo mau bikin 6 bh LED dg source powerbank 5v perhitungan resistor piye? Maunya bisa tahan 8 jam itungannya...

Balas

Dengan tegangan 5V tidak ada LED yang bisa disusun seri. LED hanya bisa disusun paralel seperti pada gambar E, tetapi jumlahnya enam. Setiap LED dijajari dengan sebuah resistor.
Nilai masing-masing resistor ini adalah : (5 - 3,4) / 0,02 = 80 Ohm.
Nilai resistansi 80 Ohm tidaklah standar, maka dapat dipakai resistor 82 Ohm.
Mengenai ketahanannya sangat tergantung kapasitas baterai yang ada. Sebaiknya dicoba dulu aja.
Selamat mencoba ya...

Balas

bos kalo di adapter hp tertulis (5V,500mA),berapa buah yang bisa di buat?

Balas

Jika yg tertulis memang sesuai dengan kenyataannya, paling banyak dapat disusun 25 LED seperti pada gambar (E). Tiap LED diseri dengan resistor 82 Ohm.

Balas

mas Sandi. jawaban gambar G yg terakhirnya apa. jadi penasaran. hehehe

Balas

Ya...kalau saya jawab nanti jadi nggak ada unsur latihannya dong. He he he...

Balas

numpang tanya gan...
saya mau bukin lampu riting/sein sepeda motor mengunakan led biasa pada umumnya dengan belajar merakit sendiri, dalam satu rangkaian akan saya pasang 5 led. nah yang saya bingungkan saya harus memasang resistor berapa K untuk satu rangkaian lampu riting.
makasih gan,,,, mohon pencerahanya..

Balas

Jika menggunakan lima LED yg diparalel, setiap LEDnya perlu diseri dgn resistor 390 atau 470 Ohm. Susunannya seperti pada gambar (E).

Balas

Selamat sore Pak, kalau mau buat 7 led paralel pakai tenaga baterai misal a*c atau alkal*n(baterai yang mudah dibeli) bisa tidak? Atau sebaiknya pakai baterai yang bagaimana? Terus resistornya pakai yang berapa ohm? Terima kasih

Balas

Alkaline 9V ya?
Bisa dibuat 3 LED disusun seri, dibuat dua kali. Setelah itu kedua rangkaian seri itu diparalel dan bisa langsung disambungkan ke baterai alkaline 9V tanpa perlu resistor.
Untuk 7 LED atau lebih yg disusun seri dari sumber 9V memerlukan rangkaian penaik tegangan (boost-converter), dan itu belum dibahas di sini. Mungkin nanti.
Terima kasih atas kunjungannya pak Suryadi Adi.

Balas

Terima kasih Pak atas tanggapannya, baterai 9 volt tersebut kalau di buat 7 led paralel (seperti gambar E) bisa tidak Pak? Resistornya bagaimana? Terima kasih Pak :)

Balas

Ya, tentu bisa pak Adi. Setiap LED diberi resistor 300 Ohm (klw nggak ada boleh 330 Ohm).
Tapi kalau diparalel semua seperti itu, baterai yg dipakai harus bagus. Sebab jika tidak, baterai akan cepat habis.

Balas

duh pusing, gan,,,
bentar pelan2 dipahami lagi...

Balas

Terimakasih,..sangat bermafaat gan

Balas

Mau nanya pak guru sandi.
Kalau besaran watt pada resistor untuk apa,dan bagaimana cara menghitungnya

Balas

Gunanya agar resistor yg digunakan sesuai dengan rating daya yg dibebankan pada resistor tersebut. Jika rating daya resistor (dalam Watt) tidak sesuai atau (misalnya terlalu kecil) maka resistor akan rusak terbakar.
Contoh mudah untuk menghitung :
Sebuah resistor dipasang di suatu sirkit yg padanya kemudian terdapat tegangan (misalnya) 10V. Jika nilai resistor tersebut adalah 100 Ohm, maka arus yang mengalir pada resistor tsb adalah : I = V / R, hasilnya : I = 10 / 100 = 0,1A atau 100mA.
Untuk mengetahui Watt-nya : W = V x I, yaitu : W = 10 x 0,1 = 1W.
Maka jika tegangan yg dipekerjakan pada resistor 10V, resistor yg terpasang seharusnya adalah resistor dengan rating daya 1W, dlm contoh ini : resistor 100 Ohm/1W. Tetapi untuk menjamin resistor tidak rusak, sebaiknya gunakan resistor dgn rating daya di atas itu, misalnya 100 Ohm/1,2W.
OK?

Balas

R = VS - VLed : ILed
R = 12 - 9,3 : 0,02
R = 2,7 : 0,02
R = 135 ohm x 6

w = V X I
w = 12 x 0.02 x 6
w = 0.24 x 6
w = 1,44 Watt

Balas

permisi pak kok perhitungan saya di gambar F yang bukan gambar soal R = 148.33 ohm ya pak .. apa saya salah hitung ??

Balas

kalo perhitanuan saya tidak salah... masing restan pada gambar(G) bernilai 135 Ohm, karena sama seperti gambar(B) cuma ditambah 1 LED lagi... dan secara umum karena disusun menjadi 6 deret rangkaian tersebut menjadi rangkaian campuran....

Contoh kasus diatas : Tiga buah Led topi/payung disusun secara seri dengan Vs sebesar 12V, berapakah R yang harus dipasang?

Di sini VLed adalah 3 x 3,1V = 9,3V. ILed adalah 20mA = 0,02A. Maka R yang diperlukan
adalah : R = (12 – 9,3) / 0,02 = 135 Ohm.

Balas

1 lagi mas sandi kelupaan, untuk kasus perhitunagan mas diatas pada gambar(F) besaran restan R1 nya 148 atau 138 Ohm mas.. ??? karena tegangan yang masuk setelah melewati restan sama mas 3,1 V hanya arus nya yang menjadi 3X... mohon maaf mas klo saya yang keliru...maklum masih belajar....

1 lagi mas sandi kelupaan, untuk kasus perhitunagan mas diatas pada gambar(F) besaran restan R1 nya 148 atau 138 Ohm mas.. ??? karena tegangan yang masuk setelah melewati restan sama mas 3,1 V hanya arus nya yang menjadi 3X... mohon maaf mas klo saya yang keliru...maklum masih belajar....

Iled adalah 3 x 0,02 = 0,06 A jadi R = (12 – 3,1) / 0,06 = 148 Ohm.

Balas

Ya, sepertinya salah tulis tuh. Harusnya 148 dan bukan 138 (dibulatkan). Terima kasih atas koreksinya ya.

Balas

Bukan anda yg keliru, sepertinya malah saya yang salah tulis. Terima kasih buat anda atau Khairil Fahmi yg telah mengkoreksi tulisan ini.
Orang yang masih belajar, tidak jarang bisa lebih teliti bahkan lebih pandai dari gurunya.

Balas

Met pagi MAS SANDI... saya sudah coba serikan 3 buah lampu led putih sama merk dan kapasitasnya ( lampu LED TOPI) dengan tegangan 9 volt tanpa restan, karena 3 led seri bisa langsung dihubungkan ke tegangan 9 volt, namun hasilnya kurang terang, tapi pada saat saya serikan 2 led tanpa restan hasinya lebih baik dan maksimal,
yang menjadi persoalan apakah 2 led yang diserikan tanpa restan tersebut bisa bertahan lebih lama mas ? karena saya sudah mencari refferensi di internet tidak ada satupun artikel yang menyebutkan secara pasti besarnya tegangan max untuk 1 LED TOPI, ada yang menyebutkan 3 s/d 3,6 volt dan yang menyebutkan 4 Volt.

mohon pencerahannya mas ????

Balas

3 LED diseri akan menyala maksimal untuk LED yg tegangan kerjanya 3V.
Terakhir kali saya bermain-main dgn LED (beberapa tahun lalu), yg banyak beredar di pasaran adalah LED topi dengan tegangan maks. 3 dan 3,4V. Tidak ada yg tegangan maks-nya 4,5V. Tetapi pada waktu itu banyak aksesoris penerangan portabel dari Cina yang menerapkan LED topi 3,4V dinyalakan dengan 3 baterai 1,5V. Hasilnya sangat terang memang. Namun setelah dipakai selama beberapa bulan, cahayanya makin lama makin meredup. Tidak sampai setengah tahun, satu atau dua LED ada yg kemudian mati.
Mungkin saja sekarang sudah lebih berkembang, ada LED topi yg tegangan maks.nya 4,5V, tetapi mungkin juga tidak (masih itu-itu juga). Saya belum tahu pasti.
Jika LED topi yg anda gunakan tegangan maks.nya sebenarnya 3,4V lalu anda beri 4,5V, LED itu tetap bisa menyala (bahkan lebih terang dari biasanya). Jika dipakai terus menerus, dalam waktu beberapa bulan akan kelihatan bahwa LED itu sebenarnya bukan untuk tegangan 4,5V...

Balas

terimakasih mas atas penjelasannya.... berarti untuk Led topi tegangan maksimalnya 3 s/d 3,4 volt, kmrn itu saya masih binggung mas, karena pada saat saya browsing pada salah satu artikel ada yang menyebutkan 3 volt, 3,6 volt dan ada yang 4 volt. dengan adanya penjelasan dari mas sandi skrg saya sudah yakin untuk len topi tegangannya seperti yang mas sandi katakan... terimakasih mas...

Balas

Terima kasih juga atas komentarnya yg bermanfaat, untuk saya dan untuk para pembaca blog.
Tetap kreatif ya...!

Balas

met malam mas sandi... saya mau tanya ni mas tp maaf ya mas pertanyaan saya diluar dari artikel mas ini...
begini mas kira2 untuk menurunkan tegangan 5 volt menjadi 3 volt hanya dgn menggunakan resistor apa bisa mas ? dan untuk besaran resistornya kira2 brp ohm mas ? dan apakah hanya dengan menggunakan resistor tersebut Vout nya akan stabilnya... terimakasih mas... mohon penjelasannya...

nb: sy telah mencoba dengan resistor 1k5, Vout yg dihasilkan berkisar 2,5 volt. terimakasih....

Balas

Ya, bisa. Tapi anda harus tahu dulu, arus yg dikonsumsi beban (load) nya berapa.
Sedangkan tegangan 3V yg diinginkan ini nantinya juga merupakan tegangan beban.
Jika bebannya berupa (misalnya) sebuah LED yg mengkonsumsi arus 20mA dengan tegangan kerja (tegangan beban) 3V, maka beban yg berupa LED ini akan diseri dengan sebuah resistor. Berapa resistansi resistornya?
Pada resistor akan muncul tegangan sebesar : 5V - 3V = 2V.
Dalam susunan seri arus resistor = arus beban, yaitu 0,02A. Maka resistor yg dibutuhkan :
R = 2V / 0,02A = 100 Ohm.

Balas

Halo mas.
Saya ada 2 adaptor di rumah. 24v/2.1 a & 12v/3a. Apakah itu bisa menghidupkan 28 pcs led 3watt dengan spek.

1. 5 pcs, 2,2 - 2,4 volt / 350 - 550 mA
RED
2. 7 pcs, 3 - 3,4 volt / 350 - 550 mA
BLUE
3. 6 pcs, 3 - 3,4 volt / 350 - 600 mA.
WARM WHITE
4. 10 pcs, 3 - 3.4 volt/ 300 - 600 mA
DAY LIGH

Terima kasih bnyak mas.

Balas

Ya bisa, tapi tegangan adaptornya cukup tinggi, rangkaian LED perlu reistor dengan perhitungan seperti diterangkan dalam tulisan ini.

Balas

Slmat malam mas. . mau tanya sedikit. . sya kmre. Beli led flip flop. . tapi led nya terlalu banyak. . jdi sya kurangin jumlah led nya. Saya awam dlam hal ini. . kira2 ada pengaruh tidak ya. . tlong infonya ya mas. . salam kreatif

Balas

Masih menyala?
Kalau masih menyala ya nggak apa-apa.

Balas

Mau tanya pak, resistor ukuran berapa dipakai utk menurunkan tegangan dari 5 volt menjadi 3,7 volt, makasih.... :)

Balas

pagi p guru.mau nanya aku bikin huruf dari led 3mm. 1 hurufnya butuh 10-15 led.led aku paralel semua,tegangan pake aki 12v 10a.perlu R brp ohm?utk tiap hurufnya,dan kenapa R nya panas,,trims sebelumnya

Balas

Untuk 15 LED butuh resistor 33 Ohm/ 2W. Resistor panas karena rating daya kecil, sedangkan arus yg mengalir mencapai 300mA. Sebaiknya gunakan satu resistor untuk satu LED, lebih aman. Perhitungan nilainya telah diterangkan di atas.

Balas

saya kan mau buat lampu led seri 2 led terus di pararelkan dengan 8 rangakain seri itu, untuk menghitung nilai resistansinya gmana ya?
apa cuma itung secara pararelnya aja?

Balas

Kak saya mau tanya,. Kalau ada 10 LED warna biru dipasang secara seri dan arusnya 12V, nilai resistornya harus berapa kak ? Atau ada saran ga ? Lebih baik dirangkai secara paralel atau seri untuk 10 lED.

Balas

Bos tanya bos..
Saya masang 23 LED si susun secara Paralel dengan tegangan 12V.

Tegangan Output= 12V - 1A
Dan Tegangan 1 Led= 3,5V - 0.03A

Berapa Resistor yg dapat di pakai bos? Apakah 12 ohm.. soalnya pakek resistor 20 ohm resistor.nya kebakar gak kuat bos..
Tolong pencernaanya..!!!

Balas

Pagi Mas, saya ada LED Topi Merah mode kedip/blitz,, sudah saya pasang Resistor 1k ,, berkedip setiap detik,, kalau saya mau bikin berkedipnya jadi 5 detik sekali, komponen apa yang harus saya tambhkan? Terima kasih

Balas

Setahu saya kedipannya sudah terpatri internal, tidak bisa dirubah-rubah.

Balas

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger