logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Mini Inverter

Advertisement

Membuat Mini Inverter

mini inverter 1Keperluan tegangan AC 220V sering mendesak karena beberapa perangkat elektronik yang hanya bisa beroperasi dengan tegangan tersebut hendak diaktifkan sedangkan yang tersedia hanyalah tegangan DC 12V.
Orang yang sering kemping ke daerah terpencil, para pemudik berkendaraan sepeda-motor, dan para pedagang kaki-lima di malam hari, mungkin memerlukan inverter ini untuk men-charge HP di perjalanan atau sekedar menyalakan penerangan dengan lampu PL China hanya dengan sebuah aki/accu motor.

Untuk keperluan daya yang kecil-kecil seperti charger HP atau lampu PL 10W (lampu PL China) tentu saja tidak perlu menyediakan inverter tegangan DC ke AC dengan daya ratusan Watt. Selain memerlukan sumber DC yang juga berkapasitas besar, efektifitasnya juga tidak tepat. Inverter dengan daya ratusan Watt rata-rata mempunyai efisiensi 70%, di mana berarti juga ketika ia tidak digunakanpun tetap ada arus-stationer, yaitu arus yang di ambil oleh inverter untuk posisi stand-by. Semakin besar bilangan Watt sebuah inverter, semakin besar pula arus stationer yang diambilnya. Ini bisa berarti pemborosan energi listrik.

Mini inverter adalah inverter kecil untuk keperluan-keperluan ringan yang mendesak. Ia bisa dioperasikan dengan aki/accu 12V/5AH (accu sepeda motor) atau yang lebih besar untuk menghasilkan tegangan AC 220V dengan daya antara 10-15W.
Rangkaiannya sederhana dan mudah dibuat.

skema mini inverter 1

Dasarnya adalah sebuah multivibrator yang menghasilkan gelombang blok.
Ketika saklar di-onkan, kolektor salah satu transistor akan berada pada state “high”, sedangkan yang lain “low”. Kondisi ini akan cepat berubah, lalu berganti-ganti terus menerus. Dengan dipasangnya C1-R4 atau C2-R3 bentuk gelombang yang dihasilkan diperberbaiki dan mempengaruhi setelan frekwensi.
Setengah belahan gelombang yang dihasilkan masing-masing transistor yang aktif bergantian diinduksikan ke gulungan trafo 9V-CT dan CT-9V. Karena dua gulungan ini arahnya berlawanan, maka dihasilkan induksi gelombang bolak-balik (AC). Induksi pada inti trafo ini kemudian dipungut oleh gulungan 0-220V sebagai gelombang AC tegangan tinggi.
Tentang cara kerja trafo yang lebih detil barangkali bisa diikuti dalam : Melihat cara kerja trafo .

Idealnya, transistor-transistor dihubungkan ke gulungan 10V-CT dan CT-10V untuk menghasilkan tegangan tinggi yang tidak terlalu melenceng dari angka 220V. Namun karena trafo yang beredar di pasaran berstandar tegangan 9V atau 12V, maka dipilihlah gulungan 9V (bukan 12V) dengan pertimbangan tegangan keluaran maksimal 240V dan minimal 200V ketika diberikan beban. Dioda D1 bisa ditiadakan, tapi lebih baik terpasang, sebagai protector jika terjadi kesalahan pemberian polaritas tegangan.

Akhirnya perlu diperhatikan bahwa besaran hFE tiap transistor sangat mempengaruhi kinerja rangkaian secara keseluruhan. Dalam prototype, transistor yang digunakan mempunyai hFE sebesar 20. hFE yang terlalu kecil dan terlalu besar akan menyebabkan rangkaian tidak bekerja maksimal. Banyak transistor yang beredar di pasaran hanya mempunyai label type tertentu (misalnya type C1061) padahal sebetulnya ia bukan type itu, nilai hFE-nya berbeda dengan yang tertera pada data transistor.
Jika ada multitester yang dilengkapi pengukuran hFE transistor, gunakanlah untuk memilih transistor yang tepat, dan kedua transistor mempunyai besar hFE yang sama.
Tentang transistor dengan hFE-nya serta parameter-parameternya yang lain bisa diikuti dalam : Transistor Bipolar .

Transistor T1 dan T2 memerlukan keping pendingin yang cukup.
Pemilihan trafo juga perlu teliti. Trafo-trafo murahan seringkali dibuat “asal jadi”. Kawat tembaga yang digunakan untuk setiap gulungan tidak sesuai dengan besaran arus dan dayanya, begitu juga inti kern-nya berkwalitas rendah. Maka diperlukan percobaan-percobaan untuk mendapatkan hasil terbaik.
Trafo yang efisien untuk proyek ini adalah yang sekundernya hanya sampai tegangan 2x9V CT, tidak lebih.
Dengan pengaturan maximal, seluruh rangkaian bisa ditempatkan dalam satu casing kompak yang tidak terlalu besar.
Prototype telah dibuat dan berfungsi dengan baik, mampu digunakan untuk sumber AC 220V bagi charger HP segala merek atau menyalakan lampu PL China 7-10W.

Daftar komponen mini inverter:
R1,R2,R3,R4 = 1k
R Led = 680
C1,C2 = 47uF/25V
C3 = 220uF/16V
D1 = dioda 2A
T1,T2 = C1061 atau D313
Trafo = 1A/2x9V CT
S1 = switch togle

Update :
Berikut ini adalah layout PCB dalam ukuran aslinya. Gambar yang terlihat adalah gambar tampak bawah (area untuk disolder).

pcb mini inverter

Dan berikut ini adalah pemasangan komponen-komponen beserta sambungan-sambungan perkabelannya.

membuat inverter

PCB pada gambar di atas adalah PCB tampak bawah.
Karena ukuran PCB-nya sangat kecil (kurang dari 2,5 x 2,5cm) memungkinkan untuk dimasukkan ke dalam box yang tidak besar. Namun C3 dan D1 harus dipasang di luar PCB.
Pada gambar tidak disertakan pemasangan LED indikator dan resistor-nya.

Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

43 komentar

Di jual ga? Brapa harganya?

Balas

Kami tidak menjualnya

Balas

r led maksud y apa bang?

Balas

R Led itu resistor untuk led indikator

Balas

kalo pake transistor 547 bisa ga....

Balas

Maksudnya BC547 ya?
Wah...terlalu kecil. Itu nggak bisa.
Selain C1061 atau D313 bisa dicoba : TIP31, C1827, D525, D880.

Balas

gan travo ct nya 2×9volt ct gmna mksdnya? daerah sini kbnyakan 1 ampere 12 volt

Balas

Trafo itu ada dua macam : Trafo "nol" dan trafo "CT".
Yg digunakan di sini adalah trafo CT, yaitu trafo 1A yg pada bagian sekundernya terdapat 9V-CT-9V.

Balas

Kalo pake tip 3055 bisa ndak

Balas

Ya, bisa. Malah lebih tahan panas.

Balas

trnya pake mosfer irfz44 bda gga pak??? trus ane pke trafo 5 amper. kmudian untuk r brp watt. trimakasih

Balas

IRFZ44 itu jenis MOSFET, sedangkan transistor yang digunakan di sini adalah transistor jenis bipolar biasa.
Semua resistor boleh menggunakan 0,5W.

Balas

berarti transistor gga usah pke hetsing.

Balas

Untuk penggunaan trafo 1A dengan transistor TIP3055, mungkin bisa tanpa heatsink. Tapi jika trafonya lebih besar dari itu, tetap perlu heatsink untuk transistor.

Balas

om pnya email gga? ane rencana mau bikin inverter yg bsa ngidupin 4 lampu. ane butuh bantuan om. ane tinggal d daerah blom masuk listrik

Balas

Aduh, kasihan belum ada listrik.
Ya, saya sdh kirim almt email saya, mudah2an bisa bermanfaat.

Balas

om masih tetep gga mau nyala

Balas

Rangkaian di atas itu sudah pernah saya coba dengan transistor TIP3055, trafo 2A, R2 dan R4 diganti dengan 470 Ohm. Jika perakitannya benar, tentu berfungsi dengan baik.

Balas

om itu c1 & c2 elco bukan

Balas

Ya, itu elco. Perhatikan polaritas plus dan minus-nya.

Balas

Salam kenal. Mas mau tanya kalau motor nya dihidup kan bahaya nggk. Takut y batrre habis.dan boleh nggk kalau diganti trafo yg 2A danTR 3055 apa aja ug harus di robah.di mohon bantuan y...dan kt sering berpergian pakai motor jadi saya sangat terbantu dgn ada y blog mas. Makasi atas bantuan y.

Balas

Salam kenal kembali buat Adnan. Ketika motor dihidupkan, tegangan DC pada aki naik dan jika gas ditarik makin kuat tegangan itu idealnya naik maksimal hingga 14,4V. Tetapi jika "kiproks" nya kurang bagus, tegangan itu akan naik hingga di atas 15V. Saya kurang yakin rangkaian inverter ini mampu bertahan dengan tegangan yg lebih dari 12V itu.

Tidak usah takut baterai/aki habis, kecuali kalau akinya sudah agak soak.
Transistor bisa saja diganti dengan MJE3055 atau TIP3055 dengan trafo 2A, resistor R2 dan R4 diganti dengan 470 Ohm.

Balas

Makasih mas atas keteranganya. Oya mas boleh nggk nanya lagi,? Kalau untuk cas smartphone dengan input 0.3A bisa nggk.trimakasih atas bantuan y.

Balas

Oya mas kalau buat cas smartphone kira" aman nggk.dan berapa output dari rangkain charger tersebut.maaf sebelum dan sesudah nya.trimakasih.

Balas

Untuk charge smartphone, gunakan charger bawaan dari smartphone tsb, colokkan ke output (AC out) rangkaian Mini-inverter ini karena tegangan keluaran mini-inverter ini 220V.
Penggunaannya cukup aman, karena kalaupun rangkaian ini (misalnya) rusak, tidak akan ikut merusak charger bawaan smartphone.

Balas

Bang boleh minta gambar rangkaian inverter buat nyalain mesin pompa air

Balas

Maaf Budi ya, rancangan inverter besar punya saya belum diuji-coba, jadi belum bisa saya berikan atau saya publikasikan.

Balas

gan minta sekemanya kirim ke email saya,,,

kalo ada foto yg udah jadi kirim juga gan...

terimakasih..

Balas

Fotonya sudah ada di tulisan ini, skema rangkaiannya juga.

Balas

assalamualaikum mas saya mau tanya lagi, saya udah buat sperti diatas tapi saya menggunakan Tip41, outnya kluar 215-230 => tapi kenapa ya saat dikasih beban langsung drop tak buat charger hp aja gk bisa

Balas

Waktu saya buat inverter itu, kebanyakan charger HP mengkonsumsi daya yg kecil2 saja (belum ada HP android). Saat ini charger HP sudah lebih variatif dan konsumsi dayanya lebih besar.
Jika menggunakan trafo 1A kurang besar, cobalah pakai trafo 2A.

Balas

bang yang jelas dong pake resistor ukuran berapa itu ko gak di tulis

Balas

Bagus inverternya pk mau tanya itu ukran layout pcbnya brpa cm pak trims??

Balas

Ukuran PCB aktualnya 2,33 x 2,36 cm.
Untuk daya yg agak lebih besar, coba ganti R2 dan R4 dengan 390 Ohm (atau 470 Ohm), dan T1 serta T2 diganti dengan TIP3055, kemudian trafo diganti dengan yg 3A atau 4A CT. Tapi sebagaimana yg sudah dijelaskan di atas, ini tidak selalu berhasil karena sangat tergantung dengan kwalitas trafo, dan hFE transistor yang bersangkutan. Biar bagaimanapun toh tidak ada salahnya untuk dicoba kan...

Balas

Om kalau mau nambah watt bagaimana ? Saya pakai Tr 3055 r2 dan r4 470 ohm dan Trfo pke 2amp

Balas

Sebenarnya untuk daya 50W atau lebih, sulit dicapai jika hanya menggunakan rangkaian dengan 2 transistor seperti di atas. Tapi coba aja lagi dgn mengganti R2 dan R4 dgn resistor 220 Ohm, trafonya pake yg 5A.

Balas

kalau input dc nya dari trafo (adaftor) bukan dari aki bisa ga?

Balas

Input DC yg stabil (dari DC regulator) bisa aja. Tapi untuk apa membuat tegangan 220V AC jika memang sudah ada?

Balas

mas saya mempraktekan jt sekma di atas dan allhamdulilah berasil tapi mas di travonya ko ada suara nya ya pas di nyalakn dan dioda agak hangat cuman nyoba 2dtik , mau ngtes lama takutnya gosong mas , kira2 klo di nyalakn lama bkln rusak gk mas

Balas

Trafonya bergetar? Berarti kwalitas trafonya kurang baik. Coba cari trafo yg lebih berkwalitas.
Dioda memang akan panas, tapi tdk masalah selama arus yg ditarik rangkaian di bawah 2A. Jika ingin lebih aman gunakan dioda 3A.

Balas

gabung dong.jd inget wkt ngerakit inverter 30 watt ame sohib antum hehehe

Balas

Terimakasih sebelumnya

Saya sangat puas setelah mencoba, hasilnya mantap.
Tapi saya coba input trafo nya dgn tegangan 6v-ct-6v dgn nilai amper trafo tetap 1Amp. (banci)..malah naik tegangan output nya sekitar 380VAC. Apa betul itu Gan secara teory matematis hitungan watt dan daya tahan (lama) beban output nya gimana ya Gan bila menggunakan beban 10watt dan Batery ACCU 12V 10mAh..
Terimakasih
Salam hangat

Balas

salam kenal mas ! saya boleh g minta gambar inverter buat ngidupin kipas angin mas.

Balas

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger