logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Perbandingan Kemampuan Beberapa Transistor Daya

Advertisement

transistor akhir
Transistor-transisor daya mempunyai kemampuan daya kontinu yang berbeda-beda. Kemampuan daya yang dimaksud di sini adalah kemampuan untuk mengalirkan arus pada pemberian tegangan operasional di antara kolektor-emitornya.
Umumnya, produsen transistor sudah memberikan keterangan dalam bentuk grafik tentang area pengoperasian yang aman untuk tegangan kerja kolektor-emitor sehubungan dengan arus yang dialirkannya, inilah yang disebut grafik “SOA” atau “SOAr” (Safe Operating Area).
Lebih detil tentang apa itu SOA atau SOAr, silakan simak ulasannya dalam : Karakteristik SOAr pada transistor daya .

Berdasarkan keterangan-keterangan SOAr dari beberapa transistor daya populer, di sini dicoba diperbandingkan kemampuannya masing-masing pada tegangan-tegangan suplai spesifik yang sering digunakan pada penguat-penguat daya audio. Ulasan ini untuk menanggapi pertanyaan dari sebagian netizen DIY Audio yang bertanya : “Mendingan mana sih, pakai Toshiba atau Sanken?”
Istilah ‘kw-1’ (kwalitas-1) atau ‘kw-2’ (kwalitas-2), dan asli atau palsu dikesampingkan dulu di sini karena pada asalnya (dari produsennya) istilah-istilah itu tidak ada. Jadi, semua transistor dianggap kw-1 atau original.
Adapun kriteria kerja yang dilihat adalah pada penghantaran arus DC, atau setidaknya pulsa 1 detik dengan suhu casing (TC) 25ÂșC.

Perbandingan beberapa transistor daya menengah.
C1061, D313, TIP31A beserta pasangan komplementernya A671, B507, TIP32A sering dipakai sebagai transistor akhir pada rangkaian-rangkaian penguat audio 15-20W.
Semua transistor ini mempunyai casing TO-220. Lihat tentang macam-macam standar casing transistor dalam : Standar bentuk casing transistor .

Perhatikanlah tabel di bawah ini :

transistor daya menengah

Tampak bahwa D313 berada di atas C1061 dalam kemampuan daya pada tegangan (maks.) 21V dan (maks.) 25V, dan hFE-nya juga lebih besar.
Ketika ditandingkan dengan TIP31A, tampak seakan TIP31A lebih besar kemampuannya dibanding D313. Namun perlu dicatat bahwa data SOAr TIP31A yang tertera adalah dalam pulsa 5 milidetik. Karena itu kemampuan TIP31A kemungkinan identik saja dengan D313, dan jika faktor penguatan arus (hFE) menjadi pertimbangan juga, maka D313 menjadi sedikit lebih rasional untuk dipilih.

Di atas ketiga transistor tersebut, terdapat TIP41A dan MJE3055. Meskipun casingnya sama, tapi levelnya lebih tinggi.
TIP41A (dengan pasangan komplementer TIP42A) mampu mengalirkan arus 3,1A pada VCE 21V dan 2,6A pada VCE 25V. Nilai hFE-nya tercatat angka (min.) 15.
MJE3055 (pasangan komplementernya MJE2955) berada di atas TIP41A dan dapat mengalirkan arus hingga 3,5A pada VCE 21V dan 3A pada VCE 25V. Nilai hFE (min.) 20.

Perbandingan beberapa transistor daya besar.
Di antara transistor-transistor daya besar yang sering dijumpai dalam banyak rancangan adalah : 2N3055/TIP3055, D718, C3182, D1047, C5200, dan lain-lain.

transistor daya besar

TIP3055, D718, C3182, dan D1047 (beserta pasangan-pasangan komplementernya) mempunyai casing yang tidak terlalu jauh berbeda, yaitu TO-247, atau TO-3P.
TIP3055 hanya realistis diterapkan untuk tegangan VCE maks. 35V. Mungkin masih bisa diterapkan untuk VCE maks. 40V, namun sudah harus hati-hati (kritis) dengan pengamanan lebih ketat.
Untuk tegangan maks. 45V, sebenarnya ia sudah tidak realistis untuk diterapkan karena akan lebih cepat panas dan lebih mudah rusak.

D718 tidak jauh berbeda dengan TIP3055 untuk pemberian tegangan hingga 45V, bahkan TIP3055 masih sedikit lebih baik pada penerapan VCE hingga 35V. Kelebihannya adalah bahwa ia mempunyai hFE yang lebih tinggi dari TIP3055 dan masih mampu diterapkan pada tegangan 60-100V meskipun arusnya hanya kecil saja (antara 200-500mA). Karena hal ini D718 sering diterapkan sebagai driver pada rangkaian-rangkaian audio dengan suplai tegangan lebih tinggi.

Dalam banyak hal, karakter C3182 mirip dengan D718, namun kemampuannya lebih tinggi.
Ia lebih realistis diterapkan pada VCE maks. 45V dibanding D718. Mungkin juga masih bisa diterapkan untuk VCE maks. 60V, namun sudah cukup kritis.
Pada VCE 70-100V ia lebih layak diterapkan sebagai driver saja.

D1047 mengungguli tiga transistor yang disebutkan sebelumnya untuk penerapan pada VCE maks. 35V. Untuk penerapan pada VCE maks. 45V dan 60V kondisinya tidak terlalu berbeda dengan C3182.

transistor akhir besar

Berikutnya, Transistor dengan casing TO-264 atau yang sepadan dengan itu, di antaranya : C5200, C3281, MJL4281, MJL21194 beserta pasangan-pasangan komplementernya.
C5200 sangat populer dan banyak diterapkan di rangkaian-rangkaian power audio besar. Namun sebenarnya ia hanya masih realistis sampai penerapan VCE maks. 60V. Untuk VCE 70V penerapannya sudah sangat kritis.
Di atas itu sampai dengan tegangan sekitar 120V, ia lebih cocok berperan sebagai driver saja.
C3281 justeru lebih realistis diterapkan pada tegangan VCE maks. 60-70V dibandingkan dengan C5200. Ia pun mungkin masih bisa diterapkan pada VCE 80V meskipun dengan kondisi sangat kritis.

MJL4281 berada di atas C5200 dan C3281 pada semua level tegangan maks. yang tertera, bahkan masih mungkin diterapkan pada VCE maks. 90V dengan kondisi sangat kritis (Ic max. 1,4A).
Namun perlu dicatat bahwa data SOAr MJL4281 ini adalah pada kriteria pulsa 1 detik, bukan pada kriteria pengoperasian DC kontinu. Jika pada pengoperasian DC, bisa jadi MJL4281 ini identik saja dengan C3281.
Dan MJL21194 berada pada posisi tertinggi. Ia masih mungkin diterapkan hingga tegangan VCE maks. 120V namun dengan kondisi kritis (Ic max. 1,5A). Namun data MJL21194 ini pun dalam kriteria pulsa 1 detik.

Berapakah tinggi tegangan suplai modul rangkaian anda dan berapakah kira-kira arus yang akan dialirkan oleh setiap transistor akhir/daya pada rangkaian anda?
Anda tentu sudah mendapatkan gambaran untuk menerapkan transistor yang lebih tepat.
Masalah biaya, itu hal yang lain lagi. Namun tetap merupakan bagian dari pilihan.

Sampai di sini, jelaslah sudah, manakah di antara transistor yang telah disebutkan di atas yang mempunyai kemampuan lebih tinggi.
Dengan demikian usai dulu ulasan tentang Perbandingan Kemampuan Beberapa Transistor Daya.
Bagaimana dengan transistor-transistor MJ15003, C2922, C3264, C3858 dll.?
Simak lanjutannya : Perbandingan Daya Transistor MJ15003,C2922,C3264,C3858 .
Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger