logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Tekhnik Audio, Power Amplifier OTL : Kondensator Kopel Speaker Dan Titik Tegangan Tengah

Advertisement

Po-amp System OTL

OTL (Output TransformerLess) adalah system audio po-amp yang tidak menerapkan transformator impedansi di jalur keluaran (output) nya, akan tetapi menerapkan kondensator kopel untuk melimpahkan sinyal audio kepada speaker.
System ini memperbaharui system OT dan mempunyai keunggulan dalam hal tanggapan frekwensinya. Perangkat system Hi-fi (high fidelity) generasi awal dibuat dengan amplifier system ini. System ini menjadi system yang paling populer dan paling banyak digunakan dalam keperluan daya audio kecil. Banyak perusahaan pembuat parts elektronik mengeluarkan produk-produk IC audio dengan system OTL, baik untuk keperluan mono amplifier ataupun untuk keperluan stereo amplifier dengan daya output yang bervariasi.
Rancangan po-amp OTL menggunakan Supply tegangan tunggal dan besar tegangan supply bisa sangat bervariasi, mulai dari 3V hingga 80V. Biasanya semakin besar tegangan supply maka semakin besar pula daya audio yang mampu dihasilkannya. Dalam masalah efisiensi, system ini masih di bawah system OT karena system OTL umumnya beroperasi dalam klas “AB”.

Di dalam po-amp system OTL transistor-transistor driver selalu komplementer (berpasangan), yaitu yang satu transistor NPN dan satunya lagi transistor PNP di mana kedua transistor yang berbeda jenis ini mempunyai karakteristik yang sama dalam hal VCE max, hFE, dan lain-lainnya. Untuk po-amp dengan daya yang lebih besar, dilengkapi dengan transistor-transistor akhir (transistor power) yang bisa merupakan dua transistor yang komplementer pula (NPN dan PNP berpasangan) namun bisa juga hanya dua transistor yang sejenis.

Titik tegangan tengah dalam po-amp OTL
Untuk memahami system OTL lebih lanjut, perhatikanlah gambar rangkaian berikut

otl po-amp 1

Pada gambar tampak po-amp OTL 4,5W yang diambil dari sebuah radio-tape mobil keluaran lama.
Titik X adalah titik di mana di situ terdapat tegangan DC sebesar kira-kira setengah dari tegangan supply (Vcc). Dalam skema ini karena tegangan supply-nya 12V maka pada titik X tegangannya sekitar 6V. Ini adalah salah satu ciri dari penguat OTL, yaitu mempunyai tegangan setengah dari tegangan supply di titik X. Karena itu ketidak beresan sebuah po-amp OTL biasanya bisa diketahui dari titik X ini, misalnya tegangannya mendekati nol atau terlalu besar hingga mendekati tegangan supply.
Pada titik X ini dipasang kondensator bernilai besar (C5) untuk meng-kopel/melewatkan sinyal audio yang berbentuk AC kompleks yang telah dikuatkan oleh po-amp kepada speaker.
Tegangan di titik X ditentukan oleh besarnya arus kolektor (Ic) T2, sedangkan arus kolektor T2 ini adalah sebesar hFE kali arus yang diambil oleh basis (Ib) T2.
Dengan tulisan didefinisikan : Ic = hFE x Ib.
Semakin besar Ic akan semakin kecil tegangan di titik X, atau semakin besar Ib akan semakin kecil tegangan di titik X karena Ib yang membesar akan membesarkan Ic pula.
Arus basis T2 dipasok melalui resistor VR1. Dengan VR1 yang berbentuk variable (trimpot) maka tegangan di titik X bisa ditetapkan dengan pengaturan VR1 (disetel-setel sehingga tegangan di titik X kira-kira 6V dari ground). VR1 juga menyelenggarakan unpan balik negatif yang menentukan faktor penguatan sinyal secara keseluruhan.

Arus stasioner bagi transistor daya
Setiap po-amp baik dalam klas A, klas B atau klas AB selalu mempersyaratkan adanya arus stasioner (arus bias) bagi transistor-transistor dayanya. Dalam po-amp OTL seperti contoh di atas, arus stasioner ditentukan oleh besarnya tegangan di antara kedua basis transistor T3 dan T4. Tegangan itu juga adalah tegangan D1 bersama dengan R6. Karena itu besar resistansi R6 ikut mempengaruhi arus stasioner. Ada kalanya R6 berbentuk trimpot sehingga arus stasioner bisa ditetapkan dengan menyetel-nyetel trimpot ini.
D1 berperan sebagai sensor panas karena sifat dioda yang merosot tegangan maju-nya (Vfd) apabila terkena panas pada suhu-suhu tertentu. Dioda ini ditempatkan dekat dengan T3 dan T4.
Apabila T3 dan T4 menjadi semakin panas hingga batas tertentu, D1 akan mengadopsi panas ini sehingga tegangan maju dioda mulai merosot. Akibatnya tegangan di antara kedua basis T3 dan T4 juga akan sedikit turun sehingga arus stasioner kedua transistor menjadi diturunkan juga. Karena setelan arus stasioner jadi mengecil, konsumsi arus T3 dan T4 ketika menguatkan sinyal juga akan mengecil. Dengan demikian terjadi stabilisasi agar transistor-transistor daya tidak mengalami panas yang berlebihan yang bisa mengakibatkan kerusakan.


Selanjutnya : Penguatan sinyal audio di dalam system OTL


Tulisan lain tentang power amplifier :
Power Amplifier OCL
Power Amplifier BTL .


(Sandi Sb)
Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

2 komentar

Mas, itu capacitornya satuannya farad atau mikro farad

Balas

Satuannya mikroFarad. Kalau misalnya ditulis : 470/10 itu berarti 470uF/10V.

Balas

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger