logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Bilangan Watt Pada Resistor

Advertisement

resistor_wattage
Seringkali didapati keterangan satuan daya Watt pada resistor di samping nilai resistansinya dalam Ohm.
Apakah maksudnya dan untuk apa?
Berikut sekilas penjelasannya.

Bilangan Watt (W) pada resistor dimaksudkan untuk memberikan keterangan tentang rating dayanya.
Ketika sebuah resistor dipasang di dalam sirkit tertentu, padanya akan terbit tegangan dan arus yang mengalir. Tegangan dan arus yang mengalir di dalam resistor ini membentuk daya, dan inilah yang disebut disipasi daya.
Rating daya (power-rating atau wattage, disingkat dengan huruf p, satuannya Watt) harus sesuai dengan disipasi daya yang terjadi di dalam resistor.
Material penyusun resistor pun diperhitungkan sedemikian rupa untuk mencapai rating daya tertentu pada setiap resistor yang dibuat.

Dalam sirkit tegangan DC, rating daya itu dituliskan :

p = V x I

p = rating daya, V = tegangan dalam Volt dan I = arus dalam Ampere.

Ketentuan rating daya pada resistor diperlukan karena adanya disipasi daya pada sirkit kerjanya yang dapat menimbulkan panas, karena bilangan daya memang tidak pernah terlepas dari jumlah energi. Sebagaimana telah diketahui bahwa daya listrik adalah energi Joule (J) dalam satu detik. Jika dituliskan :

V x I = J/second.

Karena itu pada komponen seperti resistor akan terjangkit panas karena hubungannya dengan energi yang terbeban kepadanya itu. Semakin besar disipasi daya, maka akan semakin besar pula bilangan Joule-nya. Jika resistor terpasang mempunyai rating daya maksimal yang kecil, maka padanya akan timbul panas yang tinggi dan berlebihan, maka dalam hitungan waktu (detik) tertentu ia akan segera rusak terbakar.

resistor_power_rating

Contoh, sebuah resistor 10Ω terpasang pada suatu sirkit DC di mana padanya kemudian terdapat tegangan sebesar 20V.
Berapakah seharusnya rating dayanya?
Untuk mengetahui daya, perlu diketahui terlebih dahulu arus yang mengalir.

I = V / R
I = 20 / 10 = 2A.

Maka rating dayanya adalah :

p = V x I
p = 20 x 2 = 40W.

Rating daya resistor 10Ω dalam contoh di atas itu adalah 40W. Jika resistor yang terpasang adalah 10Ω/5W maka resistor itu akan langsung rusak terbakar.
Agar aman, dipasanglah resistor yang memiliki rating daya sedikit lebih besar, misalnya 10Ω/45W. Pemasangan resistor dengan rating daya lebih besar dapat mengurangi resiko timbulnya panas berlebihan (overheat). Panas pada resistor, biar bagaimanapun, merupakan bagian dari energi yang telah terkonsumsi juga, namun di sini terpaksa harus dibuang karena ia tidak diperlukan.
Semakin banyak panas, semakin banyak pula energi terkonsumsi yang harus dibuang. Jadi, sebenarnya semakin banyak pula pemborosan. Tetapi harga ekonomis komponen seringkali menjadi pertimbangan lain untuk tetap membiarkan panas terjadi sejauh tidak mempengaruhi kinerja rangkaian secara keseluruhan.
Hanya pada sirkit-sirkit kritis tertentu timbulnya banyak panas sangat dijaga karena dapat mempengaruhi kinerja rangkaian. Ini karena nilai resistansi resistor-resistor karbon dapat berubah oleh perubahan suhu (meskipun sedikit) sehingga bisa berefek bergesernya setelan kerja rangkaian yang bersangkutan jika rangkaian tersebut adalah rangkaian kritis.

Bagi para hobbyst dan praktisi, mendapatkan resistor dengan rating daya yang lebih besar adakalanya adalah sebuah kesulitan. Sebagai contoh, pada sebuah sirkit diterakan beberapa resistor dengan nilai (misalnya) 10Ω/1W. Sedangkan yang banyak tersedia adalah resistor-resistor 0,5W.
Bagaimana mengatasi masalah ketentuan rating daya jika resistor yang ada ternyata hanya mempunyai rating daya kecil yang kurang dari ketentuan?
Simak ulasan selanjutnya :
Rating Daya Resistor Seri


(Sandi Sb)

Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger