logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Rating Daya Resistor Seri

Advertisement

Untuk mendapatkan rating daya yang lebih besar, dua resistor dapat disusun secara seri. Bilangan Ohm-nya tentu harus diperhitungkan supaya tetap sama sebagaimana yang seharusnya. Tentang bilangan Ohm resistor seri ini sebenarnya telah dibahas sebelumnya dalam tulisan : Resistor .

Di sini akan sedikit diulang agar menjadi lebih jelas.

resistor_seri

Perhatikanlah pada gambar, tampak dua resistor yang disusun secara seri.
Nilai resistansi (dalam Ohm) dua resistor yang disusun seri adalah : R1 + R2. Dalam contoh gambar di atas, dua resistor R1 dan R2 (5Ω dan 5Ω) sebenarnya sama saja dengan satu resistor Rx (10Ω).
Bagaimana dengan rating dayanya?
Dalam hal rating daya, dua resistor R1 dan R2 (20W dan 20W) sama saja dengan satu resistor Rx (40W). Ini bisa dijelaskan demikian :

Arus (I) yang mengalir pada R1 adalah sama dengan arus yang mengalir pada R2. Dalam susunan seri, arus pada setiap resistor selalu sama. Arus itu ada sebesar :

I = V / (R1+R2)

Jika tegangan (V) pada R1 dan R2 itu adalah 20V, maka arus yang mengalir di keduanya adalah : I = 20 / (5+5) = 2A.
Pada setiap resistor akan ada tegangan sebesar :
V = I x R
Untuk R1, padanya terdapat tegangan : V = 2 x 5 = 10V.
Untuk R2 sama juga, karena resistansi R1 dan R2 nilainya sama : V = 2 x 5 = 10V.
Dengan demikian, rating daya R1 atau R2, masing-masingnya adalah :
p = V x I
p = 10 x 2 = 20W.
Jumlah total rating daya R1+R2 (atau disipasi daya Rx) menjadi :
p = 20 x 2 = 40W.

Catatan :
Sebelumnya, simaklah ulasan : Teori Dasar Kelistrikan .

Dari persamaan W = V x I (W di dalam tulisan ini adalah p) sedangkan V = I x R, didapati juga :
p = I² x R
Ini adalah hitungan untuk p jika yang diketahui hanyalah arus dan nilai resistansinya,
atau
p = V² / R
Ini hitungan untuk p jika yang diketahui hanya tegangan dan nilai resistansinya.
Untuk mengetahui besar arus apabila hanya p dan R yang diketahui bilangannya, digunakan persamaan :
I = √(p / R).

Contoh soal 1 :
Diperlukan sebuah resistor (Rx) 100Ω/1W, sedangkan yang tersedia adalah resistor-resistor 0,5W. Jika yang hendak dipasang adalah dua resistor 0,5W, berapakah nilai resistansi masing-masingnya (R1 dan R2) dalam susunan seri?

R1 + R2 = Rx
50Ω + 50Ω = 100Ω.
Jadi, untuk mendapatkan 100Ω/1W dapat disusun seri dua resistor 50Ω/0,5W. Mengambil nilai resistansi yang sama untuk R1 dan R2 adalah cara yang lebih mudah untuk dipraktekkan.

Bagaimana untuk susunan seri dengan nilai resistansi yang berbeda?
Inilah perhitungannya.
Arus pada Rx adalah : I = √(p / R) = √(1 / 100) = 0,1A. Tentang ini telah dijelaskan dalam catatan di atas.
Misalnya 100Ω disusun dari R1 = 75Ω dan R2 = 25Ω.
Untuk R1 :
p = I² x R = 0,1² x 75 = 0,75W.
Untuk R2 :
p = I² x R = 0,1² x 25 = 0,25W.
Jadi, dengan demikian Rx 100Ω/1W dapat diganti dengan R1 = 75Ω/0,75W dan R2 = 25Ω/0,25W yang disusun seri.

Contoh soal 2 :
Berapakah rating daya R1 = 250Ω dan R2 = 250Ω yang disusun seri untuk menggantikan Rx = 500Ω/5W?
Berapakah rating daya R1 dan R2 jika R1 = 300Ω dan R2 = 200Ω?
Silakan hitung sendiri.
Mudah-mudahan sudah dapat dimengerti.


(Sandi Sb)
Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger