logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Mitos Kondensator Paralel Untuk Treble

Advertisement

Kondensator paralel untuk treble pada tone control?
Apa dan bagaimana?

Seorang kenalan praktisi elektronika dari Bandung pernah mengatakan bahwa ia lebih suka memasang dua kondensator “high-pass” di sirkit treble tone-control daripada hanya satu kondensator.
Ia menjelaskan bahwa dua kondensator yang diparalel lebih luas dalam cakupan frekwensi tinggi audio-nya dibandingkan jika hanya menggunakan satu kondensator tunggal. Apa yang ia maksud dapat digambarkan sebagai berikut :

tone modification

Lihatlah pada gambar (1), Cx adalah sebuah kondensator high-pass di sirkit treble rangkaian tone-control yang (misalnya) nilai kapasitasnya adalah 222 (2,2nF).
Di sirkit itu Cx adalah kondensator tunggal 2,2nF.
Pada gambar (2) diperlihatkan bahwa dengan cara lain Cx dapat juga disusun dari dua kondensator, yaitu dengan memparalelkan kondensator 1nF dan 1,2nF sehingga jumlah keseluruhannya tetap 2,2nF (sama saja dengan kondensator tunggal 2,2nF). Telah disinggung di tulisan sebelumnya bahwa jika dua kondensator diparalel, hasilnya adalah penjumlahan dari keduanya. Lihat urainnya dalam tulisan : Kondenstor .

Adakah perbedaannya?
Apa yang dikatakan oleh seorang kenalan itu sepintas memang cukup masuk akal. Tetapi sebenarnya secara teoritis tidak ada perbedaannya. Sama saja.
Sebagaimana diketahui bahwa setiap kondensator mempunyai apa yang disebut “reaktansi kapasitansi” terhadap frekwensi sinyal ac, dinyatakan dalam Ohm. Hitungan untuk reaktansi kapasitansi adalah :

Xc = 1 / (2πf x C)

Xc adalah reaktansi kapasitansi, dalam Ohm
π = 3,14
f = frekwensi, dalam Hertz
C = kapasitas kondensator, dalam Farad.

Ambil contoh sebuah kondensator 2,2nF mempunyai reaktansi kapasitansi terhadap frekwensi 20kHz (frekwensi tertinggi audio) adalah sebesar 3619 Ω (berdasarkan perhitungan di atas).
Kondensator 1nF mempunyai reaktansi kapasitansi sebesar 7961 Ω, dan kondensator 1,2nF sebesar 6634 Ω.
Jika nilai reaktansi kapasitansi 1nF dan 1,2nF digabungkan secara paralel, akan didapatkan reaktansi kapasitansi sebagai berikut :

Xc = (Xc1nF x Xc1,2nF) / (Xc1nF + Xc1,2nF)
Xc = (7961 x 6634) / (7961 + 6634)
Xc = 3619 Ω.

Xc dianggap sebagai faktor hambatan semisal resistor, maka perhitungan di atas adalah perhitungan sebagaimana resistor yang diparalel, lihat tentang ini dalam : Resistor .

Terlihat bahwa reaktansi kapasitansi dua kondensator paralel ternyata sama saja dengan reaktansi kapasitansi satu kondensator tunggal.
Saya pun lalu berkesimpulan bahwa itu hanya mitos saja, tidak dapat dibuktikan.
Itu sebabnya tidak ada rancangan dari merek-merek audio terkenal yang menerapkan cara itu, kecuali untuk sekedar membesarkan kapasitansi sebuah kondensator saja.
Cakupan frekwensi tinggi audio dari sebuah sirkit pengatur treble lebih dipengaruhi oleh nilai kondensator yang terpasang itu sendiri dan (juga) oleh jenis material kondensatornya (keramik, mika/mylar, MKT atau yang lainnya).

Begitulah.
Sebuah mitos memang sering muncul dan biasanya terjadi kalangan masyarakat awam. Lihatlah beberapa mitos tentang kelistrikan yang terjadi di kalangan masyarakat awam, dalam : Intermezo, beberapa mitos seputar kelistrikan .

Namun munculnya mitos juga bisa terjadi di kalangan praktisi elektronika. Ini adalah contohnya.


(Sandi Sb).
Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger