logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Konverter DC 12V Ke Tegangan Yang Lebih Rendah

Advertisement

Konverter DC 12V Ke Tegangan 3V

Di saat-saat tertentu adakalanya diperlukan sebuah konverter (perubah) tegangan DC dari tinggi ke rendah (down converter).
Sebagai contoh pada kasus sebuah radio kecil yang menggunakan dua buah baterai (tegangan 3V) hendak dinyalakan dengan menggunakan accu motor atau mobil yang bertegangan 12V.
Jika tegangan 12V langsung dimasukkan ke radio tersebut tentu saja radio akan rusak seketika. Yang terpikir barangkali adalah dengan menggunakan resistor, akan tetapi cara ini sangat tidak akurat dan tegangan yang diberikan ke radio pun tidak akan stabil sebagaimana jika menggunakan baterai. Karena itu yang tepat adalah dengan membuat sebuah konverter (down-converter) untuk tegangan DC.

Prinsipnya sebuah konverter DC linear adalah sebuah unit penstabil tegangan DC dengan tegangan output sesuai dengan yang diinginkan.
Rangkaian yang dikemukakan di sini adalah konverter penurun tegangan (down-converter) yang hanya menggunakan sebuah transistor berdaya sedang. Tegangan output ditentukan oleh tegangan stabil yang dihasilkan dioda zener Z1 yang dipasang pada basis transistor.
Namun dalam hal ini tegangan output akan ada sebesar :

Voutput = Vzener - 0,6

Jika zener yang digunakan adalah 3,9V maka tegangan output di emitor transistor akan sebesar 3,3V.
Ini terjadi karena pada saat bekerja, sebuah transistor silikon akan mengambil tegangan sekitar 0,6V di antara basis dan emitornya. Tentang ini telah dijelaskan sebelumnya, lihat pelajaran/pengenalan komponen tentang transistor : Transistor bipolar .

Jika tegangan output yang diinginkan 4,5V maka dioda zener yang digunakan adalah 5,1V.
Jika tegangan yang diinginkan adalah 6V maka dioda zener yang digunakan adalah 6,8V (dengan sedikit toleransi), dan seterusnya.
Dioda zener yang digunakan sebaiknya yang 1W.

DC to DC converter

Perlu dicatat bahwa tegangan input (masukan) harus selalu lebih besar dari tegangan output. Tegangan input minimal 2V lebih besar dari tegangan output.
Bagaimana dengan kemampuan arusnya?
Arus yang dihasilkan transistor ditentukan oleh R1 dengan perhitungan sebagai berikut :

I out = hFE(IR1-Iz)

hFE adalah faktor penguatan arus transistor, bisa dilihat di dalam buku data transistor atau datasheet transistor yang bersangkutan. Iz adalah arus yang dikonsumsi dioda zener agar ia berfungsi sebagai penstabil tegangan.
Iz harus selalu ada meskipun hanya pada kisaran 10mA atau kurang dari itu, sebab jika tidak maka tidak akan terjadi stabilisasi tegangan oleh dioda zener.
IR1 adalah arus yang mengalir pada R1 dan didapati dari VR1/R1.
Dengan nilai sebagaimana yang tertera, dihasilkan arus output maksimal sekitar 1A.
T1 memerlukan keping pendingin yang cukup. Jika T1 terlalu cepat panas, bisa diganti dengan type lebih besar, seperti C2579.
Ketika mengganti transistor dengan type lain yang lebih besar, pertimbangkanlah juga tentang faktor hFE transistor yang bersangkutan. Transistor TIP41 atau TIP3055 tidak dianjurkan untuk digunakan di sini karena ada kekhawatiran besar arus keluaran yang dikehendaki tidak akan tercapai. Ada produk tertentu dengan label TIP41 atau TIP3055 yang mempunyai hFE hanya sebesar 10.

Update :
Berikut ini disertakan pola layout PCB dalam tampak bawah terbalik, serta tata letak komponennya dalam tampak atas.

pcb_penurun_tegangan_12V_ke_3V

File JPG ukuran asli dan file DOC untuk keperluan print bisa diunduh di sini : PCB converter 12V ke 3V .

Untuk penurunan tegangan aki yang variabel, silakan simak update-nya di sini : Penurun Tegangan Aki Yang Variabel .


(Sandi Sb)
Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

10 komentar

mas maaf, itu arusnya bisa stabil tidak seperti arus pada tegangan sebelumditurunkan?

Balas

Arus yg dikeluarkan tergantung penarikan beban (peralatan elektronik yg disambungkan kepadanya), kemampuannya tetap stabil.

Balas

maaf om mautanya... gimana kalo zener diganti dg potensiometer... apakah output nya juga bisa variable..
atau gimana cara nya agar arus 12v aki motor bisa keluar variable

Balas

Karena arus pada zener bisa di atas 5mA, kurang bagus kalau zenernya diganti dengan potentiometer.
Untuk tegangan output yg bisa variabel, bisa dibuat dengan menambahkan rotary-switch, artikelnya mungkin akan saya posting saja setelah ini. Sabar sebentar dan ikuti terus, ya. Terima kasih atas pertanyaannya.

Balas

Terima kasih. Tq

Balas

Permisi tuan guru, Saya sudah terapkan rangkaiannya pada sepeda motor utk mengganti lampu bohlam menjadi led, setelah saya rakit ke spd motor kemudian saya tarik gas, ehh meledak C1nya. Mohon solusinya tuan guru.

Balas

Maaf, mau tanya mas,, saya punya module penguat bass, 12vdc, tetapi sumber tegangan yang ada hanya 5 vdc, bagaimana agar bisa di konfersikan mas,,,

Balas

Rangkaian di atas tidak dibuat untuk digunakan di kendaraan bergerak, karena ketika mesin hidup tegangan yg men-charge aki bisa lebih dari 12V. jika kondisi aki dan kiprok sudah tidak fit lagi, tegangan bisa mencapai 18V (bahkan bisa lebih). Jika ingin dicoba juga, cobalah ganti C1, C2 dgn 470uF/35V, dan T1 dengan TIP3055.

Balas

Sebetulnya bisa, yaitu dengan menaikkan tegangan DC-nya menggunakan boost-converter. Tapi saat ini postingan saya tentang itu belum dicoba.

Balas

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger