logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Menghidupkan Tuner Radio Mobil Lama

Advertisement

Ketika sedang membersihkan gudang tempat peralatan elektronik lama, saya menemukan beberapa radio/tape mobil tua tergeletak di dalam kardus di pojok ruangan. Sebagian radio mobil itu sudah tanpa penutup depan dengan kondisi mekanik kaset yang rusak berat serta PCB bagian pre-amp dan po-amp-nya retak, nyaris terbelah. Namun sepertinya bagian radionya masih terlihat utuh, hanya perkabelannya saja yang tampak semrawut.
Iseng-iseng karena didorong rasa ingin tahu, saya pun berusaha untuk menghidupkannya kembali.
Bagian radio itu saya bersihkan. Satu di antaranya saya salin skema rangkaiannya :

am-fm car radio tuner

Ternyata skema rangkaiannya cukup umum seperti radio mobil manual yang banyak beredar sekitar lima belas tahun yang lalu. Banyak radio mobil pada waktu itu menerapkan skema rangkaian yang identik dengan ini, hanya sedikit variasi di beberapa bagian dan beberapa nilai komponennya.
Tuning untuk AM dan FM tidak menggunakan varco, tetapi menggunakan variable-inductor (VL), memungkinkan tuas putar gelombang lebih leluasa untuk diputar-putar, tidak seperti varco yang hanya bisa diputar sejauh setengah lingkaran saja.

Di bagian penerima AM, digunakan tiga transistor. Transistor pertama (C941) berfungsi sebagai penguat frekwensi AM dan transistor kedua berfungsi sebagai osilator dan “convertor”, mencampur frekwensi AM dengan frekwensi osilator hingga dihasilkan frekwensi antara 455kHz. Transistor ketiga menguatkan frekwensi antara 455kHz dengan beberapa filter IF-trafo, hasilnya dideteksi oleh sebuah dioda poin-kontak dan disalurkan sebagai sinyal audio.
Di bagian penerima FM, digunakan penguat FM-IF yang pernah populer, yaitu LA1150 dari Sanyo dan MPX-nya menggunakan LA3365, juga dari Sanyo. Pasangan ini memang “matching”.
Saya jadi ingat, di jamannya, LA1150 sering bersaing dengan TA7303 dari Toshiba. Keduanya banyak digunakan sebagai FM IF amplifier di banyak rancangan radio mobil dan radio portabel.
LA3365 adalah MPX FM stereo dengan packing SIP16, penyempurna pendahulunya, yaitu LA3361dalam packing DIL.

car radio tuner

Setelah perkabelan saya rapikan, jalur output audio saya sambungkan ke sebuah amplifier BTL stereo dengan suplai 12V. Tegangan suplai 12V saya berikan kepada rangkaian radio dan radio pun saya coba.
Dengan antena darurat seutas kabel sepanjang 1,5m AM-nya dapat menangkap siaran, namun derau cukup banyak. Saya pikir ini adalah derau dari saluran listrik yang banyak terjangkit EMI.
Saya sudah pernah bicara tentang EMI, di sini : EMI .

Agak sulit mengatasinya, hanya berusaha memperjelas penangkapan dengan melakukan pengetriman ulang pada VC1, VC2, dan semua trafo IF 455kHz.

Namun FM-nya ternyata cukup bagus.
Setelah IF trafo di bagian tuner manual dan IF trafo biru di sirkit LA1150 di-trim ulang, penangkapan semakin sempurna. Penyetelan VR1 memperjelas kadar stereo.
Audio yang dihasilkan ternyata lebih baik dari FM tuner “scan” pada perangkat mp3-player.

vintage car-radio tuner

Rangkaian radio kemudian saya berikan box, lengkap dengan aksesoris switch on-off, switch AM-FM, soket antena serta lubang jack stereo kecil untuk saluran output.
Setelah itu lebih dari setengah jam saya asyik mendengarkan beberapa siaran radio FM lokal. Setelah merasa puas, saya pun kemudian beranjak.
Tak terasa kopi di gelas sudah tinggal ampas.


(Sandi Sb)

Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger