Search
logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Penjebak Maling Sepeda-Motor Honda

Advertisement

antitheft for motorcycle
Rangkaian elektronik untuk menjebak maling sepeda motor Honda
Ingin agar maling sepeda-motor tertangkap basah saat mencuri?
Rangkaian ini mungkin bisa membantu.
Apabila kunci kontak sepeda-motor ada yang meng-on-kan maka semuanya akan berjalan seperti biasa, seolah normal saja. Mesin tetap bisa dihidupkan, karena itu mungkin sang maling akan langsung membawanya pergi.
Tetapi hanya beberapa detik kemudian (mungkin sepeda-motor baru dibawa pergi beberapa meter saja) mesin akan mendadak mati dan bersamaan dengan itu klakson akan berbunyi terus-menerus.
Jika hal itu sudah terjadi maka mesin tetap tidak akan bisa dihidupkan lagi meskipun menggunakan starter kaki (engkol).
Bagaimana bisa seperti itu?
Berikut ini ulasan selengkapnya.

Saya telah melihat berkali-kali kesedihan orang-orang yang mempunyai sepeda-motor satu-satunya dari hasil membeli kredit dengan susah payah, ternyata hilang begitu saja dibawa maling. Kebanyakan sepeda-motor mereka hilang saat ditinggal di tempat umum (diparkir) walaupun hanya sebentar.
Cukup memprihatinkan, maka terpikirlah mungkin ada yang bisa dilakukan agar hal itu tidak terus terjadi pada orang-orang yang lainnya, minimal sebagai upaya pencegahan meskipun semuanya memang kembali kepada takdir.
Rangkaian yang disajikan di sini bertujuan mengamankan sepeda-motor dari pencurian dan (kalau bisa) sekaligus menangkap basah sang maling ketika sedang beraksi. Mudah-mudahan jika tertangkap akan jera dan segera bertobat.

Rangkaian anti pencurian sepeda motor dan cara kerjanya.
Rangkaian ini diaktifkan dan dinon-aktifkan dengan menggunakan sebuah saklar (switch) tersembunyi. Dipilih untuk menggunakan switch tersembunyi adalah karena pertimbangan lebih mudah dibuat dan tetap mempunyai faktor kerahasiaan karena setiap orang yang membuatnya akan menempatkan switch di tempat tersembunyi yang berbeda-beda sehingga maling tidak akan bisa menyangkanya, meskipun (mungkin) saat ini ada maling yang sedang berada di depan komputer dan sedang mengikuti tulisan ini dengan seksama pula...
Tetapi dia tetap tidak akan bisa tahu di mana orang per-orang akan menempatkan switch-nya dan juga tidak bisa tahu sepeda-motor yang mana sajakah yang telah dipasangi rangkaian anti maling ini.

antitheft circuits

Daftar komponen :
R1 = 47k
R2 = 19k (18k dan 1k disambung seri)
R3 = 10k
R4, R5 = 1k5
R6 = 33Ω
C1 = 220µF/16V
D1, D3 = 1N4148
D2 = 1N4002
Dz1 = Zener 5V1
T1 = C1815
T2, T3 = FCS9012
Ry = Relay 12V coil, 8 pin (Omron MY2J atau yang sejenis)

Rangkaiannya cukup sederhana, hanya terdiri dari beberapa komponen serta sebuah relay. Para hobbyst yang masih pemula pun mungkin dapat membuatnya. Meskipun tidak terlalu jauh berbeda, rangkaian ini lebih baik dan lebih unik dari yang pernah diulas sebelumnya di : Anti Maling Motor (2), Untuk Sepeda-Motor Honda .

Rangkaian ini khusus untuk sepeda-motor Honda. Untuk sepeda-motor Yamaha dan Suzuki dapat diikuti ulasannya dalam : Penjebak maling sepeda-motor Yamaha - Suzuki

Ada empat sambungan dari rangkaian, yaitu A, B, C dan Gnd.
A disambungkan ke output kunci kontak, B disambungkan ke jalur masukan kelistrikan sepeda-motor, C disambungkan ke + (positif) klakson, dan Gnd disambungkan ke body atau ke – (negatif) aki/baterai.

Dalam posisi stand-by, kunci kontak berada dalam keadaan off dan Sw1 (switch pengaktif rangkaian) diposisikan pada “alarm-on”.
Jika ada yang mencoba menghidupkan motor (yaitu dengan meng-on-kan kunci kontak) maka tegangan aki/baterai akan masuk ke rangkaian timer sederhana yang dibangun oleh komponen-komponen T1, Dz1, R1, R2 dan C1.
C1 mulai diisi muatan, timer-pun mulai menghitung dalam detik sejak tegangan suplai diberikan kepadanya. Sementara itu T3 sudah aktif terlebih dahulu dan mengenergi relay Ry.
Dengan demikian kontak relay berpindah dari posisi 2-1 ke posisi 2-3 dan menghubungkan tegangan 12V dari aki/baterai ke jalur kelistrikan sepeda motor.
Sepeda motor pun dapat distarter dan dijalankan.
Ketika muatan C1 telah terisi sehingga tegangan padanya telah mencapai VDz1 + VbeT1 (tegangan zener Dz1 dan tegangan basis-emitor T1) maka T1 akan aktif. Dengan nilai komponen yang diberikan terisinya C1 akan berlangsung setelah pewaktuan sekitar 9 detik.

Aktifnya T1 akan berakibat aktifnya T2, dan aktifnya T2 akan membuat basis T3 kehilangan tegangan maju negatif. Akibatnya T3 menjadi tidak aktif lagi dan berhenti mengenergi relay.
Kontak relay pun lalu berpindah ke posisi 2-1. Dengan demikian suplai tegangan untuk jalur kelistrikan sepeda motor diputus, mesin akan mati lantaran rangkaian CDI tidak lagi bisa bekerja. Tetapi bersamaan dengan itu horn klakson justeru mendapatkan suplai tegangan +12V sehingga ia akan berbunyi terus menerus. Kejadian ini berlangsung setelah sekitar 9 detik sejak kunci kontak dihidupkan.
Di sini rangkaian timer dan suplai tegangan untuk membunyikan klakson tidak dipengaruhi oleh perpindahan kontak relay dan matinya kelistrikan kendaraan karena mengambil sambungan dari A, bukan dari B.

Dalam posisi off, Sw1 ditaruh di “alarm-off”.
Coil relay akan mendapatkan tegangan langsung dari aki setelah melalui D2 dan R6. Dengan demikian relay akan senantiasa terenergi selama sepeda-motor dipakai berkendara.
Dipilihnya cara ini adalah dengan pertimbangan bahwa kontak-kontak relay ketika sedang terenergi (kontak 2-3) lebih jarang bermasalah dibandingkan dengan ketika relay sedang tidak terenergi (kontak 2-1).
Adapun D2 dan R6 dipasang untuk mengkompensasi kekasaran tegangan pada kelistrikan sepeda motor manakala sepeda motor sedang dipakai berkendara (mesin hidup).

Tentang komponen dan perakitan rangkaian anti maling sepeda-motor.
Perlu diperhatikan bahwa relay yang digunakan tidak boleh sembarangan, harus yang mempunyai kontak bagus.
Dalam prototype yang telah dibuat Ry menggunakan relay Omron MY2J (8 pin). Relay ini mempunyai dua bagian kontak yang masing-masingnya terdapat dalam 3 pin. Maka itu dalam penggunaannya dibuat sambungan paralel (lihat pada gambar tentang sambungan relay).
Ry bisa saja menggunakan relay lain yang sejenis dan berkemampuan sama.
Lebih jauh mengenal relay berikut susunan-susunan pin-nya dapat diikuti dalam : Pengenalan komponen/parts elektronik, Relay

Sw1 bisa menggunakan switch apa saja, togel atau geser. Namun dipilih yang tidak mudah berkarat dan macet serta kontaknya bagus. Sebaiknya dilakukan percobaan-percobaan untuk mengetahui manakah yang terbaik.
Sebagai pilihan alternatif yang terbaik, Sw1 dapat menggunakan switch yang memang diperuntukkan khusus untuk sepeda motor juga, misalnya switch lampu sein atau switch lampu sorot, namun switch ini ditaruh di tempat lain yang tersembunyi. Switch ini banyak dijual di toko-toko onderdil sepeda motor.
Semua switch sepeda motor memang diperuntukkan khusus untuk kondisi luar yang keras. Switch sepeda motor yang orisinil tidak akan mudah rusak dan lebih tahan terhadap cuaca yang berbagai-macam sebagaimana penggunaan sepeda motor itu sendiri dalam kesehariannya.

Untuk sambungan A, B, C dan Gnd (sambungan dari rangkaian ke perkabelan sepeda-motor) tidak boleh menggunakan kabel kecil (kabel halus), tetapi harus menggunakan kabel dengan ketebalan standard untuk sepeda-motor.
Setelah semua bagian rangkaian beserta sambungan perkabelannya selesai dirakit, tempatkan rangkaian pada “casing” yang kedap air. Bila perlu dilapis lagi dengan plastik yang diisolasi rapat.
Terakhir, ingatlah bahwa kendaraan selalu bergerak dan menimbulkan guncangan. Penyolderan komponen harus prima bagian per bagiannya agar tidak mudah lepas atau copot.
Setiap bagian komponen dengan titik-titik penyolderannya jika perlu dilapisi lagi dengan lem bakar atau (jika ada) resin.

Pemasangan rangkaian anti maling sepeda-motor.
Ketika melakukan pemasangan, posisi kunci kontak harus dalam keadaan off.
1.Cabut kedua kabel klakson dari koneksinya (dari klakson), namun jangan lupa posisi semula. Carilah dari kedua kabel tersebut yang tidak tersambung ke ground (body motor atau negatif aki/baterai). Gunakan AVO-meter pada posisi Ohm X1, jarum penunjuk tidak bergerak.
Sambungkan kabel C dari rangkaian ke kabel tersebut tanpa harus memutusnya, cukup dikupas sedikit kulitnya lalu digabungkan saja (dipilin bersama). Sambungkan dengan baik, jika perlu disolder, lalu diisolasi dengan baik. Setelah itu pasang kembali kedua kabel klakson itu ke tempatnya semula.
2.Buka bagian depan sepeda-motor dan temukan bagian belakang dari kunci kontak. Ada dua kabel besar, carilah dari kedua kabel itu yang TIDAK TERDAPAT TEGANGAN 12V padanya. Gunakan AVO-meter pada posisi DCV 50 dengan tuas/probe tester hitam ditempelkan ke body motor atau ke negatif aki/baterai sedangkan tuas merah ke kabel yang akan diperiksa, manakah kabel yang TIDAK membuat jarum penunjuk AVO-meter bergerak?
Apabila sudah ditemukan, putuskan kabel tersebut pada jarak sekitar 5 cm dari kunci kontak, maka kabel itu akan terpotong menjadi dua. Potongan kabel yang menempel di kunci kontak disambungkan ke kabel sambungan A rangkaian, sedangkan kabel potongan yang satunya lagi disambungkan ke B. Penyambungan harus bagus, bila perlu disolder lalu diisolasi.
3.Sambungkan kabel Gnd dari rangkaian ke body motor atau ke – (negatif) aki/baterai.
4.Tempatkan Sw1 di tempat yang tersembunyi dan tidak disangka orang tetapi mudah dijangkau oleh pemilik sepeda-motor. Maksudnya adalah supaya tidak terlihat bahwa pemilik sepeda-motor telah meng-on-kan Sw1 sesaat setelah mematikan mesin karena tidak tampak sibuk membuka jok atau mengulur-ulurkan tangan ke bawah. Dengan demikian siapapun tidak akan ada yang curiga bahwa kendaraannya telah dipasangi “pengaman yang menjebak”.

Penutup.
Posisikan Sw1 pada “alarm-on” setiap kali sepeda-motor berhenti dan diparkir. Jika hendak menggunakannya kembali, jangan lupa mengembalikan posisi Sw1 ke “alarm-off”.

Sampai di sini, lengkaplah sudah ulasan tentang Penjebak Maling Sepeda-Motor Honda. Untuk Yamaha dan Suzuki akan diulas dalam tulisan yang lain :
Penjebak Maling Sepeda Motor Yamaha dan Suzuki .

Rangkaian ini telah dicoba dan hasilnya cukup baik dengan tanpa mengganggu fungsi kelistrikan kendaraan. Rangkaian tidak menarik arus sama-sekali ketika diposisikan stand-by dan hanya menarik arus ketika kunci kontak dinyalakan saja. Karena itu tidak perlu khawatir tegangan aki/baterai akan drop apabila rangkaian diposisikan stand-by dalam waktu yang lama.

Terakhir, titip pesan untuk para maling sepeda-motor : “Carilah jalan hidup yang lebih baik. Berhentilah dan bertobatlah sebelum hal yang sangat buruk terjadi. Sayangilah diri sendiri, sayangilah keluarga, dan cobalah untuk menyayangi orang lain...”


(Sandi Sb)

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
«Next Post
Previous
Prev Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Contact form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger