logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Relay

Advertisement

PENGENALAN KOMPONEN / PARTS ELEKTRONIK

Relay

Relay adalah switch yang diaktifkan dengan energi listrik.
Pada pin-pin (kaki-kaki) relay terdapat pin-pin kontak dan pin-pin coil. Relay memutuskan atau menyambungkan kontak dengan pemberian tegangan kepada bagian coilnya.
Berikut adalah gambar relay yang umum digunakan :

relay 1

Pada gambar tampak relay dalam schematic symbol (gambar a) dan pin-pin relay secara fisik (gambar b) tampak bawah.
Pin + (positif) dan pin - (negatif) adalah pin-pin coil, untuk pemberian tegangan DC. Pin-pin ini terhubung kepada coil (kumparan magnetik) berinti besi di dalam relay.
Coil adalah lilitan-lilitan kawat terisolasi pada inti besi. Pemberian tegangan DC kepada coil adalah untuk membuat inti besi menjadi bersifat magnet searah, sehingga lempengan besi kecil di dekatnya yang terhubung kepada kontak akan terpengaruh oleh medan magnet itu dan menjadi bergerak merubah posisi sambungan kontak.
Pemberian polaritas tegangan pada coil tidaklah kritis, boleh terbalik-balik. Polaritas tegangan yang diberikan kepada coil akan menentukan arah kutub medan magnet pada inti besi di dalam relay, namun umumnya ini tidak masalah karena lempengan besi kecil yang terhubung ke kontak relay bersifat netral dan tetap bisa dipengaruhi dengan baik oleh medan magnet pada arah kutub magnet yang manapun.
Yang terpenting adalah besar tegangan DC yang diberikan kepada coil tidak melampaui ketentuan yang tertera karena dalam penggunaan yang agak lama akan dapat merusakkan coil. Tegangan yang terlalu besar juga akan membangkitkan medan magnet yang terlalu kuat pada inti besi coil dan akan menimbulkan hentakan-hentakan yang lebih kuat pada mekanisme perpindahan sambungan kontak. Ini bisa berakibat kerusakan pada bagian mekanik kontak.

Pin 1, 2, 3 adalah pin-pin kontak.
Jika coil diberi tegangan, intinya akan bersifat magnet dan akan menarik lempeng kontak 2 sehingga menempel dengan kontak 3.  Kontak 2 dan 3 pun tersambung. Jika pemberian tegangan dihentikan, maka sifat magnet inti pun akan terhenti dan lempeng pin 2 akan kembali ke posisi semula, yaitu menempel ke pin 1, maka pin 2 tersambung ke pin 1.
Bentuk relay bermacam-macam dan ketentuan besar tegangan DC untuk coilnya pun berbeda-beda. Untuk kontak-kontak relay, biasanya disertakan keterangan di badan relay kemampuan dilalui arusnya.
Sebagai contoh : tertulis di badan relay 12V/10A. Ini berarti relay itu memerlukan tegangan 12V untuk coilnya dan kemampuan arus maximal kontaknya adalah 10A (dalam pemakaiannya harus di bawah angka itu).

Dalam sebuah relay tidak mesti terdapat satu kontak saja, adakalanya sebuah relay mengandung dua atau empat kontak bahkan lebih.
Banyaknya kontak di dalam relay terlihat dari jumlah pin-nya.
Pola sambungan kontak di dalam relay ada bermacam-macam. Beberapa pola telah menjadi standar untuk relay-relay dalam penggunaan umum di berbagai rangkaian elektronik.
Untuk lebih melengkapi, berikut ini disertakan gambar pola-pola sambungan dari banyak relay yang sering digunakan.

relay's contacts

Reed relay
Reed relay atau relay lidi adalah relay kecil tanpa coil. Kontak-kontak relay akan tersambung jika padanya terkena medan magnet. Relay jenis ini terdapat pada peralatan elektronik seperti magic-jar atau rangkaian detektor magnet.


Tulisan lain sehubungan dengan relay :
Relay Pemutus Arus ketika Terjadi hubung Singkat .
Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger