Search
logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Anti Maling Motor (2), Untuk Sepeda-Motor Honda

Advertisement

Anti Maling Sepeda Motor (2)

(Untuk sepeda motor Honda).
Sebagaimana dalam tulisan Anti Maling Sepeda Motor (1), rangkaian ini juga adalah rangkaian yang sangat sederhana untuk mengamankan sepeda-motor dari pencurian.
Pengamanannya tetap terbatas, tapi cukup bisa diandalkan, paling tidak seorang pencuri akan bingung dan tidak dengan mudah membawa kendaraan curian begitu saja, karena membutuhkan waktu lumayan lama dan pengetahuan extra tentang perkabelan sepeda-motor untuk bisa menghidupkannya sebelum membawanya pergi. Dan paling tidak, sang maling akan dibuat panik ketika kunci kontak dihidupkannya, klakson mendadak berbunyi terus-menerus dan mengundang perhatian orang banyak. Klakson akan terus berbunyi meskipun kontak kembali di-OFF-kan oleh sang maling, kecuali apabila switch pengaman yang tersembunyi dinonaktifkan.

Rangkaian diaktifkan dengan sebuah saklar tersembunyi Sw1 yang menghubungkan “contact in” dengan input tegangan pada kunci kontak, yaitu input supply +12V dari baterai/accu.
“Contact out” dihubungkan ke output kunci kontak.
Dalam posisi kontak OFF, basis T1 tidak mendapatkan tegangan positif melalui D1 dan R1 sehingga kolektor-emitor T1 pun tidak menghantar (T1 adalah transistor NPN).
Ketika kunci kontak ada yang meng-ON-kan, basis T1 mendapat tegangan positif melalui D1 dan R1. Kolektor-emitor T1 pun menghantar dan menyebabkan basis T2 (transistor PNP) memperoleh tegangan negatif, maka T2 pun aktif dan memberikan tegangan yang cukup pada kolektornya untuk menghidupkan relay.
Pada spoel relay akan terdapat tegangan kira-kira setinggi 12V dan tegangan ini diumpan balikkan ke basis T1 melalui R2. Akibatnya T1 akan terus aktif (kolektor-emitornya menghantar),T2 juga aktif dan relay juga akan terus aktif meskipun kunci kontak kembali di-OFF-kan.
Relay akan kembali ke posisi semula jika Sw1 di-OFF-kan, di mana ini berarti bahwa sambungan supply +12V ke rangkaian diputus.

Ketika relay tidak aktif (rangkaian tidak bekerja) kutub kontak di dalam relay terhubung ke posisi ‘no-connection’/NC dan ketika aktif kutub kontak akan tersambung ke ground yang menyebabkan klakson terenergi dan alarm pun berbunyi.

anti maling motor schm 2b

Daftar komponen anti maling motor (2) :
R1, R2, R4 = 10k
R3 = 1k5
C1, C2, C3 = 47uF/16V
C4 = 100uF/16V
D1, D2 = 1N4148
T1 = BC547
T2 = FCS 9012
Sw1 = Toggle switch
Relay = 12V coil

Perhatikanlah perbedaan antara pola sambungan klakson pada sepeda motor Yamaha dan Suzuki dengan sepeda motor Honda. Sepeda motor Honda menerapkan pensaklaran pada jalur tegangan positif untuk menghidupkan klakson, sedangkan Yamaha dan Suzuki sebaliknya.
Karena sedikitnya parts yang digunakan, rangkaiannya bisa dibuat pada papan PCB dengan wadah box yang kecil, hanya lebih besar sedikit dari kotak korek api.
Yang terpenting adalah penempatan Sw1 yang perlu tersembunyi dan tidak mudah terlihat pada bagian kendaraan. Untuk alarm adalah dengan memanfaatkan klakson yang sudah ada.
Secara umum, rangkaian tidak mempengaruhi fungsi kelistrikan kendaraan baik ketika dalam keadaan berfungsi normal ataupun ketika terjadi kerusakan pada rangkaian. Apabila terjadi kerusakan pada rangkaian, sebaiknya ada catatan tentang sambungan-sambungan perkabelan kendaraan yang asli sehingga mudah dikembalikan.
Sejauh yang telah dicoba, relay memegang peranan penting.
Kalaupun terjadi kerusakan, biasanya hanya kerusakan relay yang fungsi kontaknya menjadi tidak sempurna lagi. Karena itu relay yang digunakan harus relay dengan kwalitas yang baik, jika perlu gunakan relay mobil.

Pengecekan dan penyambungan kabel input dan output kunci kontak
Bukalah kap motor hingga terlihat sambungan/terminal kabel kunci kontaknya.
Dalam posisi kunci kontak OFF, gunakan AVOmeter pada posisi DC 50V. Hubungkan tuas hitam ke body motor dan pilih dari dua kabel besar pada kunci kontak ‘yang menunjukkan adanya tegangan’ (dengan tuas tester merah), itulah kabel inputnya, yaitu supply +12V.
Tanpa harus memutus kabel input kunci kontak (cukup dikupas), tumpangkan (sambungkan paralel) kabel “contact in” rangkaian kepadanya.
Kabel yang satunya lagi dari kunci kontak adalah kabel outputnya. Tumpangkan kabel “contact out” rangkaian kepada kabel ini. Ground rangkaian dihubungkan ke body motor.
Ketika penyambungan-penyambungan ini, switch Sw1 harus dalam posisi OFF.
Pastikan semua sambungan terisolasi dengan baik.

Pengecekan dan penyambungan kabel klakson
Dalam posisi kunci kontak OFF, cabut kedua kabel klakson dari terminalnya (jangan lupa posisi semula).
Dengan Ohm-meter x1, carilah dari dua kabel tersebut yang TIDAK tersambungkan ke ground (Ohm-meter tidak menunjukkan 0 Ohm).
Tumpangkan kabel positif klakson pada rangkaian kepada kabel ini, lalu pasang kedua kabel klakson ke posisinya semula.
Dalam pengecekan-pengecekan dan penyambungan kabel, disarankan adalah orang yang ahli atau berpengalaman. Kesalahan yang terjadi menjadi tanggung-jawab anda sendiri.

Pengaktifan rangkaian
Pastikanlah bahwa sepeda motor mempunyai aki/baterai yang senantiasa dalam kondisi prima.
Rangkaian pengaman yang manapun selalu mempersyaratkan akan hal ini, termasuk juga rangkaian ini. Aki/baterai sepeda motor yang sudah lemah (soak) tidak akan menjadikan rangkaian ini bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
On-kan switch Sw1 setiap kali kendaraan diparkir atau ketika ditinggal dalam keadaan tidak terawasi, dan OFF-kan ketika hendak menggunakannya kembali.
Mencegah sebelum terjadi lebih baik daripada menyesali setelah terjadi....


Sebelumnya, anti maling motor untuk Yamaha/Suzuki :
Anti Maling Motor (1) .

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
«Next Post
Previous
Prev Post »

1 comments:

makasih infonya ...

Balas

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Contact form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger