Search
logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Trafo Paralel dan Trafo Seri

Advertisement

Dua trafo bisa disusun secara paralel untuk mendapatkan arus yang lebih besar dan dua trafo juga bisa disusun secara seri untuk mendapatkan tegangan yang lebih besar.
Mengapa dan untuk apa dibuat seperti itu?
Berikut ini sekilas ulasannya.

Adakalanya keperluan tegangan yang lebih tinggi atau keperluan arus yang lebih besar tidak bisa didapatkan lantaran terbatasnya ketersediaan trafo. Dalam kasus lainnya trafo yang memenuhi keperluan tegangan dan arus yang dibutuhkan memang sudah ada, namun bentuk fisiknya ternyata tidak sesuai dengan keinginan (misalnya terlalu tinggi atau panjang ke atas) sehingga tidak bisa masuk ke dalam box rakitan rangkaian elektronik yang akan digunakan.
Jika sudah seperti ini maka diperlukan upaya “modifikasi” supaya masalah-masalah seperti itu dapat teratasi.

Trafo disusun paralel.
Dua buah trafo jika disusun secara paralel dapat menghasilkan arus yang dua kali lipat besarnya. Jika setiap trafo menghasilkan (misalnya) 5A maka setelah disusun paralel kedua trafo itu akan menghasilkan arus sebesar 10A secara bersama-sama.
Dua trafo yang dapat disusun seperti ini haruslah dua trafo yang benar-benar identik, yaitu jumlah serta arah gulungan primer dan sekundernya adalah sama antara satu dengan lainnya.
Untuk mudah dan amannya adalah trafo dari merek serta type yang sama.

trafo paralel dan seri

Contoh : Dua buah trafo 0-32V / 3A dari merek dan type yang sama hendak diparalelkan untuk mendapatkan keluaran arus maksimal 6A (lihat gambar (A)).
Mula-mula titik/tap nol Volt (0V) pada masing-masing bagian primer di kedua trafo digabungkan/disatukan terlebih dahulu dengan sepotong kabel, begitupun dengan tap 220V. Kemudian tap 0V di bagian sekunder dari kedua trafo itu juga disatukan.
Cukup sampai di sini dahulu, setelah itu tegangan AC 220V diberikan kepada bagian primer trafo, maka antara tap 32V trafo yang pertama dengan tap 32V trafo yang kedua tidak boleh terukur adanya tegangan AC meskipun hanya kecil saja.
Inilah keadaan yang sudah benar sehingga tap 32V dari kedua trafo itu dapat dipastikan untuk disatukan dalam rangka memparalelkan kedua trafo.
Apabila ternyata terukur adanya tegangan yang besar (misalnya 64V), maka ini berarti arah gulungan kedua trafo tersebut ternyata berbeda. Dalam keadaan seperti ini penggabungan tap harus dilakukan secara terbalik, yaitu tap 32V trafo yang pertama disambungkan ke tap 0V trafo kedua dan tap 0V disambungkan ke tap 32V.

Trafo disusun seri.
Dua trafo jika disusun secara seri dapat menghasilkan tegangan yang dua kali lipat besarnya. Sebagaimana pada penyusunan trafo secara paralel, dua trafo yang digunakan untuk keperluan ini juga sebaiknya dari merek dan type yang sama untuk menghindari timbulnya permasalahan.
Contoh : Dua buah trafo 0-32V / 3A disusun secara seri untuk mendapatkan tegangan 64V, arusnya adalah tetap 3A (lihat gambar (B) bagian (II)).
Mula-mula tap 0V bagian primer dari kedua trafo digabungkan, begitu pula dengan tap 220V. Kemudian tap 32V bagian sekunder trafo yang pertama digabungkan dengan tap 0V bagian sekunder dari trafo kedua.
Cukup sampai di sini, maka apabila pada bagian primer diberikan tegangan AC 220V, antara tap 0V trafo pertama dengan tap 32V trafo kedua akan terukur tegangan sebesar 64V. Dari dua tap itulah diambil tegangan AC yang diinginkan, yaitu sebesar 64V.

Keuntungan lainnya menyusun seri dua buah trafo adalah dapat dihasilkannya dua tegangan keluaran simetrik (dua tegangan yang sama besar namun saling berlawanan fasa) dari dua trafo nol Volt. Pada gambar (B) bagian (I) diperlihatkan tegangan simetrik 2 x 32V beserta dengan tap CT-nya dari dua trafo 0-32V.
Atau bisa juga didapatkan tegangan keluaran yang kadang sulit untuk didapatkan dari trafo-trafo kebanyakan yang beredar di pasaran. Tegangan keluaran yang diinginkan dapat dipilih dengan pengambilan dari tap-tap tegangan sekunder di antara kedua trafo tersebut. Besarnya tegangan keluaran adalah hasil penjumlahan antara tegangan yang dihasilkan oleh trafo pertama dengan tegangan yang dihasilkan oleh trafo kedua.
Contoh : Pada gambar (C) diperlihatkan bahwa jika dari trafo pertama diambil tegangan sebesar 24V dan dari trafo kedua diambil tegangan sebesar 12V, maka tegangan keluaran yang dihasilkan antara “a” dan “b1” adalah 24V + 12V = 36V.
Jika dari trafo pertama diambil tegangan sebesar 24V dan dari trafo kedua diambil tegangan sebesar 24V, maka tegangan keluaran yang dihasilkan antara “a” dan “b2” adalah 48V.

Tulisan lain tentang trafo :
Pengenalan Komponen / Parts Elektronik, TRAFO
Melihat Cara Kerja Trafo


(Sandi Sb)

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
«Next Post
Previous
Prev Post »

5 comments

Saya belum memposting cara menggulung trafo, mohon maaf belum bisa membantu.
Jika menggunakan trafo besi, inverter 100W memerlukan trafo yg cukup besar, sekitar 10A. Jika mengunakan trafo ferit, harus dgn sistem SMPS, tidak bisa menggunakan rangkaian inverter biasa.

Balas

M.Samsul Arifin :
Saya khawatir tegangan dan induktansinya tidak tepat sama sehingga akan membebani satu kepada lainnya.
Jika tegangannya tepat sama, sebaiknya keluaran dari masing2 trafo disearahkan saja dulu. Barulah setelah itu hasil penyearahannya digabung.

Balas

bagaimana cara nya menggabungkan 2 travo dengan tegangan yg berbeda... misal travo A = 20 volt 15A, travo B=30Volt 10A volt.. supaya out nya 20 volt? trimakasih..

Balas

Om mau tanya kalau saya coba gabungkan trafo bawaan UPS apc 2 2 nya sama cuma di bagian 14 ga sengaja kebalik warna kabel yg hitam jadi pararel ke putih kok malah kebakar ya mosfet nya

Balas

Dens : Jika salah penyambungkan mengakibatkan titik2 yg beda potensial jadi terhubung singkat, ya begitu...kebakar.

Balas

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Contact form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger