logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Menyalakan LED Dengan Tomat

Advertisement

Praktek percobaan ini bagus untuk diperagakan kepada anak-anak sebagai wacana pengetahuan bagi mereka dan agar mereka mempunyai ketertarikan awal terhadap dunia elektronika.
Menjadikan buah-buahan sebagai baterai penghasil tegangan DC miniatur memang bukan hal yang baru, ini sudah diketahui secara umum. Namun mempraktekkannya untuk diperagakan kepada anak-anak sebagai bahan pembelajaran bagi mereka sepertinya belum menjadi hal yang umum.
Mungkin memang agak sulit jika harus mencari buah seperti jeruk sunkist atau belimbing-wuluh untuk dijadikan bahan praktek karena tidak selalu ada di setiap daerah. Tetapi buah tomat rata-rata selalu ada di setiap dapur para ibu rumah-tangga. Setelah buahnya ada maka yang perlu dipersiapkan selanjutnya adalah pasangan elektroda logam, yaitu lempengan pipih tembaga dan seng. Masing-masing lempengan dapat dibuat dengan lebar antara 1,5cm sampai dengan 3cm, dan panjang 4cm atau lebih.

Apabila tomat yang tersedia adalah sebanyak lima buah, maka diperlukan lima pasang elektroda logam tembaga dan seng. Setiap pasangan elektroda logam masing-masing ditancapkan di bagian ujung tomat, lihat gambar berikut ini :

baterai buah

Pada setiap tomat ditancapkan lempengan elektroda A dan B.
A adalah lempengan seng, berperan sebagai anoda dan B adalah lempengan tembaga, berperan sebagai katoda. A akan menjadi elektroda – (negatif) dan B akan menjadi elektroda + (positif).
Setiap tomat dengan kedua elektrodanya akan menghasilkan tegangan DC sekitar 0,3V. Tomat-tomat disusun seri sedemikian rupa (lihat gambar) dengan setiap pertemuan elektroda diikat menggunakan sedikit serabut kabel.
Dengan merangkai tomat-tomat sebagaimana diperlihatkan pada gambar akan dihasilkan tegangan DC sekitar 1,5V di antara lempengan seng tomat pertama dengan lempengan tembaga tomat yang terakhir. Ketika tegangan ini diberikan kepada sebuah LED indikator miniatur (LED indikator yang kecil dengan warna apa saja) maka LED akan menyala.

Penjelasan buah yang menghasilkan tegangan DC .
Umumnya, pada setiap buah terdapat unsur ascorbic-acid dan citric-acid di dalam cairannya. Cairan buah dengan unsur-unsur asam itu akan bertindak sebagai cairan elektrolit.
Ketika padanya diberikan dua elektroda yaitu seng (sebagai anoda) dan tembaga (sebagai katoda) maka akan terjadi perubahan kimia pada cairan elektrolit itu, ini disebut elektrolisis.
Elektrolisis akan menghasilkan pergerakan elektron-elektron, dan inilah yang menyebabkan timbulnya tegangan listrik di antara kedua elektroda itu.
Sebagaimana baterai pada umumnya, tegangan yang dihasilkan oleh buah juga ada saat-saat “drop” (tegangan menurun drastis) dan itu berarti baterainya sudah “habis”...

Saya pernah mengumpulkan beberapa anak-anak dan memperagakan ini, mereka tampak senang dan mereka ingin untuk membuatnya di rumah mereka masing-masing.
Sementara itu di lain tempat di mana di daerah itu banyak terdapat pohon “kecapi” anak-anak saya ajarkan untuk mencoba menyalakan LED dengan buah kecapi. Merekapun senang karena bisa menyalakan LED dengan buah kecapi dan masing-masing ingin mencobanya.

Mengajak anak-anak bermain sambil belajar memang cukup menyenangkan.
Di antara mereka ada yang bertanya : “Apakah semua buah dapat dirangkai untuk menyalakan LED?”
Saya menjawab : “Ya, rata-rata buah yang kita kenal dapat dirangkai untuk menyalakan LED, hanya saja kadar tegangan yang dihasilkan masing-masing buah bisa berbeda-beda sehingga nyala LED ada yang terang dan ada juga yang agak redup.”
Di luar konteks ternyata isteri saya juga bertanya : “Apakah tomat yang sudah pernah dijadikan baterai masih bisa untuk dipakai membuat sambel?”
Untuk pertanyaan yang ini saya tidak berani menjawab...


(Sandi Sb)


Tulisan lain terkait baterai : Accumulator Atau Aki
Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

2 komentar

Makasih kang sandi, atas senua ilmunya. Smoga saya bisa mempraktekkan smua ilmu2 dari akang...!!! Perkenalkan saya deden, sekarang masih awam akan ilmu elektro...!!!

Balas

Salam kenal buat Deden. Nggak apa2 meskipun masih awam. Semua orang yg ahli juga dahulunya awam.

Balas

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger