Search
logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

TUN dan TUP

Advertisement

TUN-TUP
Pada banyak rangkaian elektronik (terutama yang berasal dari Eropa) sering dipakai istilah 'TUN' atau 'TUP' untuk memberikan keterangan kepada transistor-transistor yang digunakan.
Apakah maksudnya ketika sebuah transistor tidak disebutkan tipenya, tetapi hanya dituliskan dengan inisial TUN atau TUP?

TUN adalah singkatan dari Transistor Universal NPN dan TUP adalah singkatan dari Transistor Universal PNP.
Orang Indonesia sering membuat kepanjangan tersendiri, yaitu TUN : Transistor Umum NPN, dan TUP : Transistor Umum PNP.
Istilah TUN dan TUP biasa dipakai untuk transistor-transistor bipolar umum berdaya rendah (low power transistors) untuk penerapan pada rangkaian-rangkaian yang sifatnya umum seperti penguat audio sinyal kecil, low power switching, detektor, dan lain-lain.
Rangkaian-rangkaian yang sifatnya umum hanya menggunakan tegangan supply maksimal hingga 20V saja, jarang yang menggunakan tegangan supply hingga 50V.
Contoh-contoh transistor untuk TUN adalah : BC107, BC147, BC182, BC237, BC317, BC547, 2N3856, 2N3904, dan lain-lain.
Contoh-contoh transistor untuk TUP adalah : BC177, BC157, BC307, BC557, 2N3251, 2N3906, dan lain-lain.
Apabila pada suatu rangkaian elektronik terdapat sebuah transistor yang diberi inisial TUN maka artinya transistor itu bisa menggunakan : BC107 atau BC147 atau BC237... dan seterusnya.
Apabila pada suatu rangkaian elektronik terdapat sebuah transistor yang diberi inisial TUP maka artinya transistor itu bisa menggunakan : BC177 atau BC157 atau BC307... dan seterusnya.

TUN dan TUP adalah transistor-transistor NPN dan PNP dengan kategori 'general purpose', artinya untuk penggunaan umum.
Beberapa karakteristik sehingga sebuah transistor digolongkan TUN atau TUP di antaranya adalah :
  • IC max (arus maksimal yang mengalir pada kolektor) : 100-200mA
  • VCE max (tegangan maksimal antara kolektor-emitor) : 20-50V
  • hFE min (faktor penguatan arus DC, minimal) : 110
  • Pc max (konsumsi daya maksimal) : 100-300mW
  • fT min (frekwensi guling, minimal) : 100MHz
Angka-angka yang disebutkan di atas bersifat relatif, karena karakteristik suatu transistor dari manufaktur tertentu adakalanya berbeda dengan yang lain. Sebagai contoh transistor BC107 yang dalam suatu data disebutkan mempunyai IC max sebesar 100mA (produk perusahaan Mullard), pada data yang lainnya disebutkan mempunyai IC max sebesar 200mA (produk perusahaan I.T.T.).
Berikut ini adalah data transistor TUN dan TUP dalam versi yang banyak digunakan :

TUN-TUP data

Penggunaan TUN dan TUP.
TUN dan TUP bukanlah transistor-transistor yang dapat digunakan untuk segala rangkaian elektronik. Sepintas tampaknya TUN dan TUP mampu juga dioperasikan pada rangkaian-rangkaian frekwensi tinggi atau frekwensi radio apabila melihat kepada besar fT-nya.
Namun sebenarnya TUN dan TUP tidaklah dibuat untuk penggunaan pada rangkaian-rangkaian frekwensi tinggi seperti osilator radio, penguat IF (intermediate-frequency) atau penguat HF/VHF (High Frequency/Very High Frequency).
Transistor untuk fungsi-fungsi itu adalah khusus.
Kekhususan transistor-transistor untuk frekwensi tinggi adalah karena persyaratan yang cukup ketat, di antaranya : kestabilan, koefisien suhu yang rendah, kapasitas antar elektroda yang sangat kecil, dan lain-lain. Dengan demikian TUN atau TUP tidak bisa menggantikan transistor frekwensi tinggi di dalam rangkaiannya.
TUN dan TUP umumnya juga bukanlah tipe 'low-noise transistors' (transistor desah rendah).
Pada rangkaian-rangkaian pre-amplifier dengan kepekaan yang tinggi TUN dan TUP tidak dilibatkan pada tahap awal, karena di situ ada transistor khusus yang memang dibuat untuk fungsi itu, yaitu transistor dengan desah rendah.
Apabila TUN atau TUP dipaksakan untuk menggantikan transistor-transistor berdesah rendah di dalam rangkaiannya, mungkin tampaknya tidak ada masalah karena rangkaian tetap bisa bekerja, namun sebenarnya telah terjadi penyimpangan karakteristik rangkaian secara keseluruhan dari yang telah ditetapkan. Penyimpangan itu misalnya dalam hal tanggapan frekwensi, besar penguatan atau dalam hal perbandingan sinyal-desah (signal to noise ratio).
Rangkaian-rangkaian yang menerapkan transistor desah rendah biasanya adalah rangkaian-rangkaian kritis dengan karakteristik tertentu.

Walau bagaimanapun, setiap transistor selalu mempunyai keunikan atau karakteristik tersendiri yang tidak ada pada transistor yang lainnya. Transistor BC107 tetap mempunyai perbedaan dengan transistor BC147 meskipun keduanya sama-sama tergolong sebagai TUN.
Karena itu tidak bisa disimpulkan bahwa apabila di dalam suatu rangkaian dicantumkan (misalnya) tipe transistor BC107 berarti transistor itu bisa diganti begitu saja dengan tipe BC147 tanpa konsekwensi apapun pada kinerja rangkaiannya.
Setiap rancangan dari suatu rangkaian telah diuji coba oleh pembuatnya dengan menggunakan tipe transistor tertentu dalam prototype-nya. Apabila terdapat keterangan tentang tipe transistor alternatifnya, tentu tidak masalah.
Yang lebih aman adalah apabila di dalam suatu rangkaian dicantumkan inisial TUN, maka transistor yang digunakan bisa dari salah satu tipe TUN yang telah disebutkan di atas. Tetapi apabila yang dicantumkan (misalnya) tipe BC107 (bukan inisial TUN), maka belum tentu ia dapat digantikan dengan tipe BC147 atau BC237 atau 2N3856 meskipun kesemuanya tergolong TUN.
Di dalam rangkaian itu kekhususan karakteristik BC107 bisa jadi berperan cukup menonjol sehingga menentukan karakteristik rangkaian secara keseluruhan.

Demikianlah Sedikit uraian tentang TUN dan TUP.
Tulisan lain sehubungan dengan transistor :
Transistor Bipolar
Transistor FET .

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
«Next Post
Previous
Prev Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Contact form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger