logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Mengenal AVO Meter

Advertisement

AVO Meter Dan Penggunaannya

Mengenal AVO Meter

Bagi orang-orang yang sudah lama berkecimpung di dunia elektronik, tentu AVO meter merupakan perangkat akrab yang sudah tidak asing lagi.  Namun bagi seorang pelajar atau seorang praktisi pemula, AVO meter adalah perangkat yang masih asing dan belum banyak dimengerti.
Tulisan di sini ditujukan bagi mereka yang memulai berkecimpung dalam dunia elektronik di antara para pelajar atau para praktisi pemula.  Mudah-mudahan ada manfaat, karena “semua orang yang ahli sebenarnya sebelumnya hanyalah para pemula…”

AVO meter adalah singkatan dari Ampere-Volt-Ohm meter.
Disebut AVO meter karena memang ia mempunyai fungsi utama untuk pengukuran besaran-besaran tersebut.  AVO meter juga sering disebut dengan "Multitester", karena mempunyai fungsi pengukuran yang banyak.  AVO meter menjadi perangkat pengukuran yang wajib dimiliki dan dimengerti penggunaannya oleh setiap orang yang berkecimpung dalam dunia tekhnik elektronik, baik sebagai praktisi, hobbyist, ataupun bagi para pelajar dan pemula.

AVO meter yang banyak beredar di pasaran ada bermacam-macam model dan merk, dari yang kecil dan sangat sederhana hingga yang ekstra lengkap untuk berbagai keperluan pengukuran. AVO meter yang lebih lengkap disertai juga dengan perlengkapan untuk pengukuran hFE transistor, pengetesan kondensator secara khusus, dan perlengkapan lainnya yang tidak terdapat pada AVO meter standard.
Jangkah atau range pengukuran pun berbeda-beda. Semakin lebar jangkah pengukuran sebuah AVO meter akan semakin menunjukkan kemampuannya yang baik dalam mengukur berbagai besaran kelistrikan.
Secara garis besar, AVO meter terdiri dari dua jenis, yaitu yang digital dan analog.
AVO meter digital menampilkan hasil pengukuran dalam bentuk angka-angka pada layar LCD-nya.  Hasil pengukuran AVO meter jenis ini konon lebih akurat dan memang lebih mudah untuk dilihat karena berbentuk angka secara langsung.  Akan tetapi kebanyakan praktisi (terutama para montir TV) kurang menyukainya karena lebih sulit digunakan untuk pengetesan komponen/parts elektronik.  AVO meter digital lebih sering digunakan untuk kepentingan pengukuran-pengukuran dalam uji coba rangkaian atau yang semisal dengan itu.
Dalam aktifitas para praktisi, yang lebih umum digunakan adalah AVO meter analog yang hasil pengukurannya ditunjukkan oleh jarum penunjuk pada papan angka.  Karena itu yang akan dibahas di sini adalah AVO meter jenis analog ini.  Jika sudah mengerti tentang pengoperasian AVO meter analog, maka untuk mengoperasikan sebuah AVO meter digital adalah lebih mudah.

Mengenal bagian-bagian AVO meter adalah hal yang cukup penting bagi seorang praktisi pemula.
Berikut adalah bagian-bagian dalam AVO meter standard yang sering digunakan :

avo1

(A) Papan angka pembacaan adalah sederetan angka-angka dalam skala-skala tertentu yang merupakan hasil pengukuran yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk pembacaan.  Semua angka-angka pembacaan dimulai dari nol yang berada di sebelah kiri papan, kecuali angka-angka pembacaan untuk pengukuran Ohm di mana angka nol-nya justeru berada di sebelah kanan.

(B) Jarum penunjuk angka pembacaan adalah jarum yang akan menunjukkan hasil pengukuran.

(C) Pengkalibrasi jarum penunjuk adalah setelan bagi jarum penunjuk agar berada pada titik nol di sebelah kiri papan angka pembacaan, ketika AVO meter tidak digunakan.  Setelan ini hanya dikalibrasi ulang jika terjadi penyimpangan jarum penunjuk (tidak berada di titik nol) misalnya akibat terjadi benturan terhadap AVO meter.  Pengkalibrasian diperlukan, sebab penyimpangan jarum penunjuk bisa mengakibatkan kesalahan dalam penunjukkan hasil pengukuran.

(D) Offset-nol adalah potentiometer putar untuk mengkalibrasi jarum penunjuk agar berada pada titik nol di sebelah kanan papan angka pembacaan.  Offset-nol digunakan hanya pada pengukuran Ohm.  Caranya adalah dengan menaruh selektor pada posisi Ohm (sesuai dengan jangkah ukur yang diinginkan) lalu kedua ujung tuas tester (merah dan hitam) diperadukan, kemudian offset-nol diputar-putar hingga jarum penunjuk berada pada titik nol Ohm di sebelah kanan.
Ada kalanya ketika pengukuran Ohm rendah (X1) penyetelan offset-nol tidak bisa membuat jarum berada di titik nol meskipun sudah diputar hingga maksimal.  Hal ini biasanya disebabkan baterai yang berada di dalam AVO meter sudah kurang baik.

(E) Selektor adalah saklar pemilih untuk fungsi pengukuran.  Dalam kondisi tidak terpakai, selektor ditaruh pada posisi OFF.

(F) dan (G) Terminal kabel merah adalah tempat untuk (kabel) tuas tester merah ditautkan, dan terminal kabel hitam adalah tempat untuk (kabel) tuas tester hitam ditautkan.

Penempatan tuas tester tidak boleh terbalik-balik, untuk menjaga agar tidak terjadi kesalahan menempatkan polaritasnya ketika melakukan pengukuran-pengukuran.


( Sandi Sb )
Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger