logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Mic Untuk Imam Sholat

Advertisement

Mic Imam Sholat

Dalam aktifitas sholat berjamaah di masjid ataupun di musholla, seringkali suara Imam tidak terdengar, terutama pada barisan (shaf) bagian belakang.
Menggunakan mikrofon dinamik biasa yang di-onkan di depan imam sholat dengan “stand-mike” terpasang ternyata tidak banyak membantu, karena kepekaannya tidak memadai untuk jarak yang agak jauh.
Solusinya adalah dengan menggunakan mikrofon yang lebih peka meskipun berbentuk lebih kecil, yaitu mikrofon “ECM” (Elektret Condenser Mic) atau lebih sering disebut “kondensor mic”.
Di sini disajikan membuat unit mikrofon sederhana yang lumayan bisa diandalkan untuk keperluan tersebut. Kondensor mic yang digunakan adalah kondensor mic untuk radio-tape recorder, bukan kondensor mic ultra-miniatur untuk keperluan Hand-Phone atau hands-free set.
Ada dua bagian utama, yaitu mic unit dan mainbox unit.  Setiap kotak dengan garis putus-putus adalah satu bagian.

mic imam sholat

Mic unit terdiri dari kondensor mic yang diberi tempat karet atau plastik tertentu sebagai casing/tempat duduk sehingga bagian solderan hubungan kabel-nya terlindung dari sentuhan-sentuhan tangan.
Bagian mic unit ini diberi perangkat penjepit untuk dijepitkan di baju imam sholat (dekat kerah kemeja) atau bisa diberi peniti untuk itu.  Mic unit terhubung dengan mainbox unit melalui kabel “coaxial” isi dua. Panjang kabel bisa disesuaikan dengan keperluan.
Dalam prototype yang pernah dibuat, kabel coax untuk keperluan ini mengggunakan coax yang kecil dengan hasil yang cukup baik.  Akan tetapi hendaknya dipilih kabel yang kwalitasnya bagus. Kabel dengan kwalitas yang kurang bagus hanya akan bertahan sebentar untuk kemudian suara dari mikrofon tidak terdengar lagi karena ada bagian dari kabel yang terputus di dalamnya.
Untuk keperluan mic, sebaiknya dicoba-coba dari beberapa kondensor mic yang ada, dipilih manakah yang paling peka.  Meskipun membeli dari tempat yang sama dan bentuknya pun sama, seringkali kepekaannya berbeda-beda.  Faktanya memang begitu.

Mainbox unit berisi switch on-off, batterai, dan output-connector.  Casing mainbox unit bisa dibuat dengan menggunakan macam-macam kotak plastik yang tidak terlalu besar, selama memungkinkan untuk menaruh batterai 9V di dalamnya dan masih memungkinkan penempatan switch on-off dan jack output.  Di sinilah seorang praktisi hobby tertantang untuk menyajikan kreasinya dengan penyusunan komponen dan perkabelan yang rapi di dalam pembuatan mainbox unit ini.
Keluaran (output) dari mainbox unit dihubungkan ke amplifier masjid/musholla pada input MIC.  Gunakan kabel coax juga untuk keperluan ini dengan jack pada kabel yang telah disesuaikan.

Daftar komponen :
Mic : kondensor mic 2 sambungan untuk tape recorder
Sw1 : Switch togel on-off
R1 = 10k
R2 = 22k
C1 = 2,2uF/25V
C2 = 22uF/16V
C3 = 102
Batterai 9V (kotak)
Soket batterai 9V
Kabel coax isi dua sesuai keperluan
Output connector : soket output, terserah pilihan
Box plastik untuk mainbox unit.


Tulisan lain berkaitan dengan mikrofon :
Mikrofon (Mic)
Mixer Audio Untuk 3 Input Mic .


( Sandi Sb )

Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

4 komentar

salam elektro... gan itu maksud komponen c3 102 itu gimana... mohon bimbingannya

Balas

Salam elektro buat Royyan...
Di sini memang penulisannya begitu, yaitu pakai kode nilai kondensator. Maksud C3 = 102 adalah untuk C3 menggunakan kondensator 1 nanoFarad. Lihat ulasan tentang kondensator di tag pengenalan part/komponen.

Balas

Salam Sejahtera, Bos, punya rangkaian untuk penahan sPEAKER AGAR TIDAK MUDAH JEBOL, kalau ada mohon bantuannya dong kirimkan,


terimakasih sebelumnya

Balas

Salam sejahtera juga, keluarganya cukup harmonis ya...
Begini
Speaker jebol biasanya disebabkan oleh :
1.Amplifier yg dipakai mengalami kerusakan padahal kemampuan speakernya sesuai dgn daya output amplifier
2.Amplifier yg dipakai tidak rusak, tapi speakernya yg tidak mampu menerima daya yg dilimpahkan oleh amplifier.

Apakah kemampuan speaker memang sesuai dengan daya ampli?
Untuk kasus 1, amplifier perlu dilengkapi dengan rangkaian "speaker-protector". Saya belum posting rangkaian ini karena rancangan yg saya punya belum sempat diuji coba. Mungkin lain waktu.
Untuk kasus 2, cara termudah adalah dengan memasang fuse/sekering di kabel + (positif) speaker antara 1,5 s/d 3 Ampere (tergantung Watt speaker ybs). Kebanyakan speaker kelas menengah sepertinya cukup aman dipasang fuse 2A.

Balas

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger