Search
logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Kompor Kayu Dari Kaleng Bekas

Advertisement

Membuat Kompor Kayu Dari Kaleng Bekas

بسم الله الرحمن الرحيم

kompor kaleng besar 1
Kegiatan masak memasak dalam setiap rumah merupakan sesuatu yang mutlak dan selalu ada.  Media bahan bakar untuk kegiatan memasak yang umum saat ini adalah gas elpiji.
Di beberapa daerah harga gas elpiji terkadang terlampau tinggi bahkan terkadang sulit untuk mendapatkannya.  Solusi yang terbaik untuk masalah ini adalah menggunakan bahan bakar alternatif namun melimpah, dan kayu bakar merupakan salah satu bahan bakar alternatif untuk memasak yang melimpah.
Bagi orang-orang tertentu, kayu bakar adalah pilihan utama untuk memasak, bisa karena alasan biaya yang sangat murah, atau karena alasan citarasa yang khas terhadap masakan yang dimasak dengan kayu bakar (konon masakan yang dimasak dengan kayu bakar lebih nikmat daripada dimasak dengan minyak tanah atau gas elpiji. Allahu A’lam).
Bagi orang-orang tertentu kayu bakar juga merupakan pilihan yang disukai untuk memasak dalam jumlah yang banyak atau untuk memasak yang memakan waktu lama, seperti memasak ketupat lebaran atau yang lainnya.  Biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli bahan bakar menjadi jauh lebih kecil dengan perbedaan yang sangat menyolok.
Berikut disajikan pembuatan kompor kayu dari bahan yang mudah didapat di setiap daerah, yaitu dari kaleng bekas, yang mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi orang-orang yang mau untuk memanfaatkannya.
Kelebihan kompor kaleng yang akan dibuat ini adalah dalam hal portabilitasnya, mudah dipindah-pindah tempat bahkan bisa dibawa-bawa ketika camping atau berkemah.  Kayu yang digunakan sebagai bahan bakar tidak perlu berbentuk potongan-potongan panjang, bisa berbentuk acak.
Agar lebih lengkap, di sini disertakan sedikit ulasan tentang hal-hal yang berhubungan dengan pengetahuan dan praktek pembuatan kompor kayu tersebut.

Tentang pembakaran
Pengetahuan manusia tentang terjadinya pembakaran sudah cukup berkembang.  Orang telah memahami tiga elemen yang secara kimiawi menyebabkan adanya perubahan ketika terjadi pembakaran, yaitu ”fuel” (bahan pembakaran), ”heat” (panas), dan ”oxygen” (oksigen).  Ketiga elemen ini sering disebut sebagai ”segitiga api” (triangle of fire).

Keseimbangan yang baik dari ketiga elemen ini akan membentuk pembakaran yang baik.  Dengan pengetahuan dasar tersebut ditambah eksperimen-eksperimen yang dilakukan, orang mampu membuat berbagai macam kompor memasak, perapian pada rumah-rumah di daerah dingin hingga ’incinerator’ (system pembakar sampah berskala besar, di mana ber ton-ton sampah dibakar dalam satu jam).  Belum lagi penerapan pada pembakaran di mesin kendaraan bermotor ataupun prinsip untuk memprediksi kobaran api yang diterapkan oleh para pemadam kebakaran.

Perkembangan kompor kayu
Memasak makanan adalah aktifitas yang logis sejak keberadaan manusia di bumi dan media kayu untuk membakar dipercaya sebagai yang tertua. Namun demikian hingga saat ini masih digunakan, sehingga memasak dengan bahan bakar kayu diklasifikasikan sebagai metode klasik yang tidak pernah hilang ditelan jaman.
Dalam sejarah, meskipun kompor kayu sudah lebih dulu ada, prinsip-prinsip perapian rumah (fireplace) yang dipelopori Benjamin Franklin dan kemudian dikembangkan oleh Benjamin Thompson dan Jefferson, banyak mengilhami para pembuat kompor kayu rumahan moderen.

Dr.Larry Winiarski telah mempelajari pembakaran pada kompor kayu selama 13 tahun dan telah mendefinisikan hasil penelitian dan pengalamannya dalam ”Ten Design Principles of Wood-burning Stove”.
DR.Sam Baldwin telah melakukan banyak eksperimen kompor kayu dan meringkaskan hasilnya dalam ”Biomass Cook-stoves:Engineering Design,Development And Dissemination”.

Kedua nama ini adalah yang paling terkenal dalam dunia kompor kayu internasional.  Masing-masing mempunyai model rancangan dengan poin penitik-beratan pada hal yang berbeda.
Winiarski menitik-beratkan heat-transfer maksimal dari ruang pembakaran ke wadah memasak dengan membuat kritis channel-gap (celah saluran buang).  Konsepnya bagus diterapkan pada kompor kayu skala kecil (di bawah 1kg kayu/jam) di mana efisiensi bahan bakar didapatkan.
Baldwin lebih menitik-beratkan pada power pembakaran maksimal dengan memperlancar cross-section area (saluran asap buang) dan bentuk kompor yang dinilainya juga mempengaruhi kinerja secara keseluruhan.
Baik Winiarski ataupun Baldwin, masing-masing mengemukakan solusi pembakaran pada disain kompor kayu.  Keduanya sepakat dalam dua hal : efisiensi dan kontinuitas yang baik pada pembakaran.

Disain Kompor kayu
Telah banyak dibuat orang macam-macam rancangan kompor kayu di seluruh dunia, sebut saja misalnya Z-stove, Vesto-stove, Camp-stove, Rocket-stove dan lain-lain yang kesemuanya adalah rancangan kompor kayu modern dengan acuan teknis prinsip Winiarski dan Baldwin.  Hanya saja di Indonesia perkembangan kompor kayu berjalan lambat.

Bahan pembuatan kompor kayu
Material terbaik untuk kompor kayu adalah keramik, sebab ia bisa menyekat panas dengan baik, tahan suhu tinggi dan awet.  Urutan kedua adalah galvanish, karena kekuatannya dan ketahanannya.  Kompor dengan bahan ini punya kelebihan dibanding kompor keramik dari sisi pembuatan dan portabilitas.  Selanjutnya adalah bahan logam lain seperti alumunium, besi, namun tidak memiliki keawetan sebagaimana keramik atau galvanish.  Beberapa bahan logam lain justeru tidak diklasifikasikan sebagai bahan kompor kayu karena masalah biaya, baik biaya bahan atau pun biaya pembuatan.

Kontinuitas cross-section area
Kontinuitas cross-section area mencakup jalan-jalan keluaran dari pembakaran.  Ini termasuk bagian penting dari kesuksesan disain kompor. Kurang baiknya bagian ini menyebabkan pembakaran kurang lancar, namun jika berlebihan membuat transfer panas tidak maksimal dan mengurangi efisiensi.

Draft area
Draft area adalah bagian jalan masuk udara (air-flow). Sebuah rancangan yang baik dari kompor mempunyai draft area yang seimbang dengan volume pembakaran.  Jika terlalu sempit akan menyebabkan tidak lancarnya pembakaran, namun jika berlebihan membuat banyak panas yang hilang dan mengurangi efisiensi, sebab udara yang masuk melalui draft area adalah udara dingin.

Volume ruang pembakaran
Yaitu tempat di mana kayu dibakar.  Ruang yang lebih kecil memerlukan panas awal lebih sedikit untuk kontinuitas pembakaran, tapi juga lebih sedikit menampung bahan bakar.  Ruang yang lebih besar memerlukan panas awal lebih banyak untuk menyalakannya dan lebih banyak menghasilkan pembakaran. Ruang yang sangat besar akan menyulitkan awal pembakaran dan boros bahan bakar.  Umumnya volume ruang pembakaran menjadi pertimbangan awal ukuran sebuah kompor.

Disain kompor kayu dari kaleng bekas
Ada beberapa disain dasar dari kompor kayu kaleng yang telah dibuat.  Bahan kaleng memang bukan yang terbaik, tapi kemudahan untuk mendapatkannya dan kemudahan untuk pembuatannya lebih dikedepankan sebagai prioritas mengingat fungsinya yang memang diperlukan.
Dalam memasak skala rumahan ada dua penggolongan berdasarkan jumlah kayu yang dibakar, yaitu : skala besar (di mana kayu dibakar dalam kompor di atas 1kg perjam) dan skala kecil (kayu dibakar dalam kompor sebanyak 1kg atau kurang per jam).

Untuk skala besar, tungku utamanya menggunakan kaleng silindris ukuran panjang 20cm dan diameter lingkaran 19cm (kaleng thinner 5 liter).  Karena bahan logam tidak menyekat panas, justeru menghantar panas, maka kompor memerlukan penyekat panas.  Suhu pada badan tungku secara praktis adalah suhu ruang pembakaran, yang jika bersentuhan langsung dengan udara luar akan terjadi peredaman panas yang mengurangi efisiensi.  Sedikit rongga antara badan tungku dan rumah/casing kompor bisa menjadi penyekat tungku dari udara luar.  Casing kompor berfungsi juga sebagai tempat duduk wadah memasak, dibuat dari kaleng snack kotak ukuran panjang 34,5cm dan lebar 23,5cm.
Draft area dibuat di setiap sisi casing bagian bawah, sedang cross-section area dibuat di setiap sisi casing bagian atas. Hubungan yang erat antara draft, cross-section dan bahan bakar bisa dipahami ketika mencoba bagian ini melalui persamaan :

p = d x c x b

di mana p = intensitas pembakaran, d = draft, c = cross-section dan b = bahan bakar,d dan c adalah bilangan antara 0 sampai dengan 1.

Dari persamaan itu bisa dilihat :
  • Intensitas pembakaran tergantung jumlah bahan bakar
  • Pengurangan ratio draft atau cross-section mengurangi intensitas pembakaran
  • Intensitas pembakaran akan sebanding dengan jumlah bahan bakar jika draft dan cross-section dalam keadaan sempurna (d dan c = 1).
kompor besar 1b
Kompor kayu skala besar, hasil uji-coba memperlihatkan waktu 11 menit untuk mendidihkan 5 liter air.

Pembuatan

pembuatan kompor kayu

Keterangan gambar :
Membuat bagian dalam kompor (tungku utama)
Kaleng silindris ukuran panjang 20cm dengan diameter 19cm dilubangi bagian dasarnya dengan lubang-lubang berdiameter antara 0,5 sampai 1cm sebanyak mungkin, tetapi tetap masih mempunyai jarak antara satu lubang dengan yang lainnya.  Tutup bagian atasnya dibuka kemudian tepi-tepi kaleng yang tidak rata diratakan dari sisa-sisa kaleng yang masih tajam.
Setelah itu 1/3 bagian dari tinggi kaleng di bagian bawah diberi lubang-lubang sebagaimana bagian dasar (lihat gambar).  Fungsi lubang-lubang ini adalah untuk jalan masuk udara (oksigen) bersama-sama dengan lubang-lubang pada bagian dasar.
Setelah selesai pada dua bagian sisi yang berseberangan dibuat masing-masing dua garis guratan menembus sepanjang 2,5cm.  Jarak antar guratan kira-kira 3cm.  Kemudian dibuat dua lubang guratan yang ketiga, yaitu pada salah satu sisi yang berada di tengah-tengah antara dua guratan pertama dan dua guratan kedua.
Ketiga lubang guratan yang masing-masingnya terdiri dari dua guratan itu akan berfungsi sebagai celah untuk dimasukkan guntingan seng pengikat untuk mengikat bagian dalam kompor dengan bagian luar kompor (casing).  Seng pengikat ini dibuat dari seng yang dibentuk menjadi guntingan memanjang dengan lebar 2cm dan panjang 25cm. Seng pengikat ini dibuat sebanyak tiga buah.
Teakhir, membuat lubang masukan untuk kayu bakar dengan ukuran 6 x 5cm.   Lubang ini berada pada sisi yang berseberangan dengan guratan ketiga dan berada di tengah-tengah di antara guratan-guratan pertama dan guratan-guratan kedua.  Caranya dengan membuat terlebih dahulu empat garis yang membentuk persegi empat dengan pinsil atau spidol.  Dari garis persegi bagian atas ke ujung tepi kaleng paling atas beri jarak sekitar 6cm.  Pada tiga garis yang lain yang membentuk persegi yaitu dua garis samping dan garis bagian atas dibelah (ditembus dengan guratan), dan bagian garis bawah dibiarkan.  Hasilnya akan terbentuk lubang dengan “lidah” kaleng yang keluar dari bawah (lihat gambar di atas).

Membuat bagian luar kompor (casing)
Pada tiga sisi kaleng snack ukuran 34,5 x 23,5 cm dibuat masing-masing dua garis guratan menembus seperti yang dibuat pada kaleng bagian dalam. Di sini jarak setiap ujung guratan dengan tepi bagian atas kaleng adalah sekitar 8cm. Guratan-guratan menembus ini nantinya untuk menyelipkan seng pengikat agar tertaut kaleng bagian dalam dengan kaleng bagian luar.
Untuk draft area yang menjadi jalan masuk udara dibuat berupa lubang guratan sepanjang 15cm pada setiap sisi kaleng (di keempat sisi kaleng). Pada masing-masing sisi dibuat dua guratan, satu di bagian bawah (dengan jarak 2,5cm dari tepi dasar) dan satu lagi di bagian atas (dengan jarak 2,5cm dari tepi atas). Lubang-lubang guratan itu dilonggarkan dengan cara bibir guratan atas ditonjolkan ke depan/ke arah luar dan bibir guratan bawah dicondongkan ke dalam. Setelah ini selesai maka dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Pada bagian dasar kaleng dibuat lubang bundar lebih besar sedikit dari ukuran diameter kaleng bagian dalam (tungku utama).  Setelah itu membuat lubang segi empat 7 x 7 cm pada salah satu sisi kaleng, yaitu sisi yang kosong dari guratan.  Caranya dengan membuat terlebih dahulu empat garis (dengan pinsil atau spidol) yang membentuk persegi empat.  Dari garis persegi bagian atas ke ujung kaleng atas diberi jarak sekitar 8cm. Pada tiga garis yang membentuk persegi yaitu dua garis samping dan garis bagian bawah dibelah (ditembus dengan guratan), dan bagian garis atas dibiarkan.  Hasilnya akan terbentuk lubang dengan “lidah” kaleng yang keluar dari atas (lihat gambar).

Merakit kompor
Kaleng bagian dalam dimasukkan ke kaleng bagian luar dari bawahnya, yaitu melalui lubang bundar yang telah dibuat pada kaleng bagian luar sebelumnya. Agar mudah masuk, “lidah” kaleng bagian dalam diluruskan terlebih dahulu. Setelah itu lubang kaleng bagian dalam dengan lubang kaleng bagian luar dipertemukan hingga sejajar.  Inilah yang akan menjadi bagian depan/muka dari kompor.
Selanjutnya seng pengikat diselipkan pada ketiga sisi yang ada guratannya satu-persatu mulai dari satu celah guratan di kaleng bagian luar terus ditembuskan ke celah guratan kaleng bagian dalam. Seng pengikat ditarik agak panjang sedikit, lalu dibalikkan untuk ditembuskan ke luar dengan menyelipkannya ke celah guratan kaleng bagian dalam yang sebelahnya terus menembus ke celah guratan kaleng bagian luar yang sebelahnya lagi hingga muncul ke luar kaleng.  Setelah itu seng pengikat dikencangkan dengan menarik ke arah luar kedua ujung seng pengikat, lalu disatukan dan di “klim” (dilipat secara bersama-sama dan tumpukan lipatannya di-press hingga pipih dengan menggunakan tang). Hal seperti ini dibuat pada ketiga sisi yang telah dibuatkan guratan-guratan.
Lidah kaleng bagian dalam lalu dijulurkan ke luar, begitu juga dengan lidah kaleng bagian luar (casing), maka jadilah kompor yang telah rampung seperti yang tampak pada gambar...

Untuk skala kecil, telah dibuat tungku utama dari kaleng silindris ukuran panjang 10cm dan diameter lingkaran 13cm (kaleng susu bubuk Chilkid atau Anmum atau yg setara yang dipotong).
Pada prinsipnya sama dengan kompor skala besar, hanya ukurannya lebih kecil.  Ini dibuat dimaksudkan untuk memasak singkat item-item masakan praktis dengan wadah memasak yang lebih kecil pula.   Casingnya dibuat dari kaleng kotak ukuran panjang 24cm, luas kotak 17cm x 14 cm (kaleng biscuit kotak Khong Guan).

Disain dasar yang lainnya untuk kompor skala kecil telah dibuat dengan casing silindris ukuran panjang 20cm dan diameter lingkaran 17cm (kaleng cat Vinilex atau yang setara), tungku utamanya sama.  Dengan casing silindris sulit dibuat draft area dan cross-section area berbentuk guratan memanjang, sehingga dibuat bentuk lubang-lubang berdiameter 1cm dan jarak antar lubang sekitar 1cm.

kompor kecil a1
Kompor kayu skala kecil 1, hasil uji coba memperlihatkan waku 6 menit untuk mendidihkan 3 gelas air (600cc).

kompor kecil b1
Kompor kayu skala kecil 2, hasil uji coba memperlihatkan waku 7 menit untuk mendidihkan 3 gelas air (600cc).

Baik kompor skala besar ataupun skala kecil, bentuk yang telah dibuat bukanlah ketentuan baku, masih banyak kemungkinan untuk dimodifikasi atau dikembangkan.  Hal pentingnya adalah untuk bisa mengerti mengapa membuat kompor kayu dan mengerti prinsip-prinsip dasar teknis pembuatannya.

Kemungkinan-kemungkinan pengembangan disain
Ada beberapa kemungkinan untuk pengembangan disain kompor yang telah dibuat, antara lain :
  • Perlengkapan tuas penurun debu, untuk penggunaan dalam waktu yang lama
  • Dua tungku dalam satu casing
  • Perbaikan material pembuatan
Beberapa contoh bentuk kompor kaleng yang lain

mini loco 1
"Mini Loco", kompor skala kecil untuk memasak singkat dan praktis.

wise skull 1
"Wise skull", kompor skala kecil tapi mampu memasak lebih lama.

little nippon 1 1
“Little Nippon”, efisiensinya lumayan untuk kelas di bawah 1 kg/jam.  Sebagaimana “Wise skull” ada tampungan debu dibawah draft-area sehingga memungkinkan memasak relatif lebih lama dibandingkan “Mini loco”.

Beberapa permasalahan
Permasalahan asap/gas buang
Asap/gas buang selalu ada pada pembakaran kayu.  Asap pembakaran mengandung uap air, karbon dioksida, nitrogen oksida, materi dioksin dan unsur-unsur lain yang bisa berbahaya bagi kesehatan.  Solusi masalah asap bisa diupayakan dari beberapa hal, antara lain :
  • Pemilihan kayu bakar.  Kayu bakar bekas bangunan bisa menjadi masalah.  Beberapa potong kayu yang mengandung cat/plitur sebaiknya tidak dibakar jika ingin tidak terganggu.
  • Mengeringkan kayu bakar.  Asap yang banyak biasanya ditimbulkan oleh kayu yang basah.  Kayu bakar yang ideal adalah dengan tingkat basah 20% atau kurang.  Kayu bakar yang buruk adalah dengan tingkat basah 25% atau lebih.
  • Memilih lokasi memasak.  Memasak di luar ruangan lebih baik daripada di dalam ruangan.  Jika memasak tetap dilakukan di dalam ruangan, hendaknya dipilih ruangan yang banyak ventilasi udara atau dengan jendela-jendela yang terbuka utuh.
  • Menjaga kontinuitas nyala api pada kompor.  Asap terkurangi jika api senantiasa menyala dengan baik pada kompor.
  • Modifikasi lokasi kompor dengan perlengkapan cerobong ke luar.
Permasalahan noda-noda hitam
Noda hitam atau hitam kemerahan pada kompor ataupun yang menempel di wadah memasak, terjadi karena adanya oksidasi dan molekul-molekul karbon yang terlepas dari pembakaran pada suhu tinggi.
Jika kayu terbakar, terjadi perubahan kimiawi pada struktur molekul-molekulnya, dan unsur-unsur yang mengandung atom karbon akan terpecah untuk membentuk unsur-unsur baru dalam bentuk gas atau padat, termasuk unsur karbon yang menjadi noda hitam.  Jadi, ini adalah konsekwensi pembakaran dengan kayu. Berbeda dengan pembakaran bensin, ethanol, gas elpiji atau yang semisal di mana lebih banyak terjadi keseimbangan bentukan unsur atom karbon yang (mayoritas) ke arah CO2 (karbon dioksida) atau bentukan dari unsur karbon lain sebagai gas yang tidak terlihat.  Namun biar bagaimanapun tetap bisa diadakan upaya meminimalisir noda hitam yang menempel pada wadah memasak, antara lain :
-Disain kompor yang membatasi areal jilatan api pada wadah memasak
-Membuat alas dari logam untuk wadah memasak, dengan konsekwensi transfer panas berkurang

Permasalahan daya tahan kompor
Kompor dengan kaleng memang tidak tahan lama, terutama bagian tungku dalam karena suhu tinggi dan oksidasi menyebabkan penipisan dan kerusakan lapisan kaleng.  Dengan kemudahan pembuatannya dan bahannya yang murah, bukanlah sebuah masalah besar jika setiap beberapa bulan ada kegiatan membuat atau memperbaiki kompor.

Ada beberapa tips agar kompor kaleng lebih tahan lama, yaitu :
Melindungi kompor dari air hujan, karena mempercepat terjadinya korosi
Tidak mulai menyalakan kompor dengan membakar plastik, karena bisa meninggalkan flek-flek di permukaan tungku dalam kompor.   Jika bagian ini dibuat dari alumunium tentu tidak masalah, sebab alumunium mempunyai ketahanan lebih dibanding kaleng biasa.
Selamat mencoba.


Tulisan non-elektronik yang lain :
Ethanol Still (Penyuling Ethanol) Dari Botol Galon


Sandi Sb


Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
«Next Post
Previous
Prev Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Contact form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger