logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Mini Amplifier

Advertisement

Membuat Mini Amplifier

Rangkaian tidak dimaksudkan untuk reproduksi audio hi-fi dengan daya besar, tetapi lebih dimaksudkan untuk penggunaan praktis seperti audio-tracking, sound monitor, atau PC speaker sederhana.
Tiga transistor disusun membentuk sebuah rangkaian OTL amplifier dengan keluaran daya sekitar 2,5W pada beban speaker 8 Ohm. Rangkaian yang cukup simpel yang jika disusun dalam sebuah papan rangkaian tercetak (PCB) tidak akan lebih besar dari kotak korek api.

mini amplifier schematic 1

T1 merupakan penguat awal yang memberikan penguatan tegangan sinyal audio cukup tinggi untuk diumpankan ke pasangan transistor komplementer T2 dan T3. Kedua transistor ini dirangkai sebagai “pengikut-emitor” yang menguatkan arus sinyal audio ke taraf yang cukup untuk mengemudikan speaker. Sinyal yang telah dikuatkan dibebankan ke speaker melalui kopel kondensator C4.
Sebagaimana umumnya penguat-penguat audio system OTL, umpanbalik “bootstrap” diselenggarakan oleh untai C3, R3 dan R4 untuk mendapatkan penguatan yang lebih baik. T2 dan T3 beroperasi dalam kelas AB yang masing-masingnya menangani setengah lebih belahan gelombang AC dari sinyal audio. Tegangan bias untuk keduanya di-set oleh R7 dan D1.
Nilai R7 perlu dicoba-coba untuk mendapatkan nilai yang tepat di mana cacat audio serendah mungkin (pada level audio terlemah) pada arus stationer kedua transistor yang terkecil. Atau R7 bisa diganti dengan sebuah trimpot 300 Ohm.
Dalam penempatannya, D1 ditaruh dekat dengan kedua transistor karena dioda ini berfungsi juga sebagai detektor panas untuk stabilisasi tarikan arus T2 dan T3. Sementara itu C2 perlu dipasang guna mencegah osilasi liar frekwensi tinggi pada rangkaian yang sekaligus sebagai pembatas frekwensi tertinggi audio yang masih diluluskan oleh rangkaian. Dalam prakteknya, nilai C2 ini tidaklah kritis.

Untuk hasil yang optimal, tegangan di titik X perlu sebesar ½ dari tegangan supply (6V). Ada kalanya transistor yang digunakan untuk T1 mempunyai karakteristik yang agak melenceng dari yang digunakan dalam prototype sehingga tegangan di titik X tidak sebesar ½ dari tegangan supply. Untuk mengatasi masalah ini R2 bisa diganti dengan sebuah trimpot 100k dan kemudian disetel untuk mendapatkan tegangan yang benar di titik X.
Untuk versi stereo, rangkaian beserta komponen-komponennya perlu digandakan/di-double, kecuali C5.


Tulisan lain : Tekhnik Audio, Power Amplifier OTL .
Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger