Advertisement
Umumnya, unit power-amplifier audio tidak dilengkapi dengan 'Input Balance', terutama power-amplifier audio yang rakitan. Inputnya hanya berupa 'input unbalance' biasa (L dan R input) dengan koneksi soket jack RCA.
Ketika power-amplifier ini hendak dilibatkan dalam system balance, maka ia tidak bisa bekerja dengan sempurna.
Untuk menjadikan sebuah unit power-amplifier menjadi mempunyai input balance, sebetulnya tidak terlalu sulit, apapun rangkaian power-amplifier nya. Yang diperlukan adalah menambahkan rangkaian input-balance di tahap depannya.
Rangkaian input-balance akan menerima masukan balance berupa dua sinyal yang sama namun dengan fasa yang berbeda 180 derajat satu sama lain. Keluaran dari rangkaian input-balance adalah sinyal tunggal untuk input rangkaian power-amplifier.
Gambar di atas memperlihatkan diagram skematik rangkaian input balance. IC yang digunakan adalah type 4580, dual op-amp low-noise yang mampu bekerja cukup bagus untuk fungsi ini. Output rangkaian ini disambungkan langsung ke input power-amplifier.
VR1 adalah potentiometer yang dapat digunakan sebagai pengatur kepekaan level input. Jika diinginkan, VR1 bisa saja berupa trimpot yang hanya disetting untuk satu kali.
Power-supply untuk rangkaian ini (V+ dan V-) dapat mengambil langsung dari power-supply unit power-amplifier yang digunakan. Yang perlu diperhitungkan adalah nilai R10 dan R11.
Jika tegangan supply power-amplifier (V+ dan V- max.) hingga 60V, maka nilai R10 dan R11 adalah 3k3/2W.
Jika power-amplifier menggunakan tegangan supply max. +45V dan -45V, maka R10 dan R11 adalah 2k2/1W.
Dan jika tegangan supply nya max. +35V dan -35V, maka R10 dan R11 adalah 1k/1W.



Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.