logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Trend Masa Depan, Trend Irit Energi?

Advertisement

home save-energy
Seorang kenalan ada yang merasa heran ketika saya katakan bahwa daya listrik di rumah saya hanya 900W. Dia bertanya tentang apa sajakah peralatan listrik rumah tangga yang ada di rumah saya. Saya pun menyebutkannya satu-persatu.
Apakah saya mencuri listrik?
Tentu saja tidak...

Trend irit energi.
Lebih dari lima belas tahun yang lalu, daya listrik rumah sebesar 450W masih umum digunakan orang. Ketika peralatan listrik rumah tangga semakin beragam, daya listrik sebesar 450W semakin dirasakan kurang memadai, sehingga sekarang ini (mungkin) sudah tidak ada lagi rumah yang daya listriknya 450W.
Dahulu, masih ada TV B/W (hitam-putih) yang konsumsi listriknya hanya sekitar 35-40W. Ketika TV B/W sudah tidak ada lagi, TV colour menggantikannya. Konsumsi listriknya paling tidak 70W (untuk TV 14 inch) atau lebih besar dari itu.
Beberapa perangkat elektrik rumah tangga pun kemudian berubah menjadi perangkat yang “wajib” ada di rumah, tak perduli di kampung atau pun di kota-kota seperti magic-jar/rice cooker, kulkas, mesin cuci, kipas angin, electric water-pump (pompa air), komputer dan lain sebagainya.
Semua serba elektrik.
Semua mengandalkan listrik.
Paling tidak, satu rumah membutuhkan daya listrik 1300W.

Kini, setelah hampir dua puluh tahun berlalu, keadaan (sebenarnya) sudah agak berubah.
Yang berubah bukanlah peralatan yang tadinya serba elektrik kemudian berubah menjadi non-elektrik, tetapi konsumsi listrik dari banyak perangkat elektronik yang tadinya besar kini telah berubah menjadi mengecil karena kemajuan teknologi.
Di antara perangkat-perangkat itu adalah : Lampu penerangan, TV, komputer, monitor komputer, kulkas, pompa-air.

Lampu penerangan.
Lampu bohlam dengan kawat pijar (wolfram) sudah nyaris tak digunakan lagi, digantikan oleh neon-neon tabung ber-trafo ballast. Untuk intensitas pencahayaan yang sama, neon jauh lebih irit dibanding bohlam.
Sejak Philips meluncurkan lampu neon “PL”, neon dengan ballast elektronik (tidak menggunakan trafo besi lagi) kemudian menjadi trend baru yang digunakan di mana-mana. Ballast elektronik mempunyai efisiensi yang tinggi, karena itu lampu neon dengan ballast elektronik kemudian dikenal sebagai lampu penerangan yang paling irit-energi.
Belakangan, LED telah digunakan pula sebagai lampu penerangan. Lampu LED tidak membutuhkan arus yang besar serta tegangan AC tinggi. Kini, telah ada lampu yang lebih irit-energi lagi dari sebelumnya, yaitu lampu LED.

TV.
Trend TV dengan tabung layar CRT (Cathode-Ray-Tube) yang cembung, besar dan berat, sebenarnya sudah lama berlalu. Banyak perusahaan elektronik besar telah berhenti memproduksi TV dengan tabung CRT.
Trend kini berganti ke sistem layar LCD dengan back-light neon.
Dalam kinerjanya, LCD tidak membutuhkan suplai daya yang besar sebagaimana layar CRT. Karena itu TV LCD adalah TV yang jauh lebih irit energi dibanding TV CRT.
Belakangan, pencahayaan back-light neon untuk layar LCD digantikan menggunakan LED. TV ini kemudian dikenal dengan sebutan TV LED.
TV LCD yang sudah irit energi itu, kini menjadi lebih irit energi lagi.

Komputer.
Kebutuhan akan PC (Personal Computer) telah mulai tergeser dengan penggunaan laptop. Banyak orang lebih suka memiliki laptop daripada PC.
Laptop tidak banyak menguras energi listrik, bandingkanlah dengan PC yang memerlukan daya hingga beberapa ratus Watt.

Monitor komputer.
Sebagaimana TV, sistem layar LCD telah menggantikan sistem layar CRT. Monitor LCD jauh lebih irit energi dibanding monitor CRT.

Kulkas.
Kulkas atau lemari pendingin juga telah mengalami kemajuan. Sistemnya memang masih tetap konvensional, yaitu menggunakan kompresor untuk sirkulasi gas pendingin. Tetapi sistem penyaluran hawa-dingin yang dihasilkan telah lebih baik sehingga kerja kompresor menjadi lebih sedikit/lebih jarang. Ini berefek energi yang dikonsumsi menjadi lebih sedikit pula.

Pompa air.
Dahulu, orang harus mempunyai “jet-pump” atau setidaknya “semi jet-pump” agar di musim panas tetap dapat menyedot air dari dalam tanah dengan baik. Di daerah-daerah yang umumnya masih terdapat air pada kedalaman sekitar 14m (bukan daerah-daerah khusus yang memang susah air), sebenarnya “jet-pump” tidak terlalu diperlukan lagi jika hanya untuk menyedot air guna sekedar memenuhi bak mandi.
Pompa air dengan bagian penyedot berbentuk “kepala babi” yang hanya mengkonsumsi daya sekitar 100W kini sudah banyak beredar dengan kemampuan sedot yang cukup baik.
Pompa air model lama dengan kipas penyedot kecil hanya mempunyai kemampuan menyedot hingga 8m saja, padahal konsumsi dayanya rata-rata 125W. Pompa air semacam ini tentu sudah kalah efisien dengan pompa air model baru.

Peralatan-peralatan elektronik lain.
Beberapa peralatan elektronik lainnya juga tampak sedang menuju pembaharuan agar lebih irit energi. Satu di antaranya adalah Air-Conditioner (AC). Sebagian perusahaan pembuat AC mengaku telah mempunyai produk yang lebih irit listrik. Persaingan para produsen untuk merebut pangsa pasar dengan inovasi-inovasi irit energi terbaru kemungkinan akan semakin tampak.

Di dunia audio, muncul kelas-kelas baru dalam sistem amplifier. Sebut saja misalnya kelas-D, kelas-G, kelas-S dan kelas-T.
Power-amplifier dengan efisiensi 90% hingga (nyaris) 100% kini telah dapat dibuat orang sebagai perangkat audio yang lebih irit energi listrik. Kebanyakan audio-amplifier konvensional yang masih menerapkan sistem penguatan kelas-A, kelas-B, atau kelas AB dengan efisiensi antara 15 – 65% kemungkinan akan menjadi barang “kuno”.

Sementara itu di bidang pencatuan daya, dengan ramainya pengembangan sistem SMPS (Switching-Mode Power-Supply), muncul produk-produk dengan efisiensi yang sangat tinggi seperti : Inverter DC ke AC sistem SMPS, Catu-daya las listrik sistem SMPS, DC-regulator SMPS dan lain-lainnya.

Apakah trend masa depan memang trend irit energi?
Wallahu A’lam...


(Sandi Sb)


Artikel terdahulu :
Intermezo, beberapa mitos seputar kelistrikan
EMI
Karakteristik SOAr pada transistor daya .

Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger