logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Dunia BTL

Advertisement

Sebenarnya, produk-produk IC audio, terutama yang beroperasi dalam kelas B atau kelas AB dapat disusun sebagai penguat BTL.
Apa itu BTL?
Penjelasan tentang BTL telah diulas dalam : Tekhnik audio, power-amplifier BTL .

Sebagian para hobbyst audio ada yang lebih menyukai susunan BTL untuk mendapatkan power audio yang lebih besar daripada memilih untuk memodifikasi OCL konvensional yang diperbesar tegangan suplainya, atau dengan banyak menambahkan transistor power di bagian akhirnya. Hal ini memang beralasan karena amplifier BTL mempunyai sifat-sifat khas yang unik, yaitu :

-BTL menghasilkan tegangan sinyal yang lebih besar, bukan arus sinyal yang lebih besar.
Ketika instalasi perkabelan antara amplifier dengan speaker diperlukan cukup panjang, keadaan ini lebih menguntungkan karena daya yang hilang akibat resistansi kabel lebih minim.
Dengan tegangan sinyal yang lebih besar (meskipun arus sinyalnya tetap), juga tidak diperlukan kabel penghubung antara amplifier dengan speaker yang lebih tebal. Ini berbeda dengan sistem yang memperbesar arus sinyal tanpa memperbesar tegangannya seperti pada susunan “modular” (paralel). Konsekwensi dari arus yang besar adalah diperlukannya kabel instalasi yang lebih besar pula (sesuai dengan bilangan arusnya). Jika tidak, akan terjadi tegangan hilang pada speaker akibat resistansi kabel apabila telah mulai terhitung.
Keuntungan lain dari tegangan sinyal output yang diperbesar adalah tidak perlu pembebanan dengan speaker yang berimpedansi lebih rendah.

-BTL tidak memerlukan tegangan suplai yang lebih besar.
Karena pada dasarnya sebuah penguat BTL terdiri dari dua penguat kembar di dalam rangkaian “bridge”, besarnya tegangan suplai tidak perlu ditambah untuk mendapatkan penguatan daya. Namun konsekwensinya memang arus suplai menjadi dua kali lipat.
Meskipun begitu keadaan ini kadang justeru diperlukan ketika sumber catu tegangan tidaklah tinggi sedangkan kemampuan arusnya cukup besar (misalnya dari baterai atau aki 12V) atau ketika trafo daya tidak mempunyai tegangan keluaran yang tinggi.

-Efisiensi BTL masih lebih baik karena menghasilkan penguatan daya lebih dari 2,5 kali dari sebelumnya.

Namun hal yang agak kritis adalah bahwa ketika dua penguat disusun sebagai amplifier BTL, panas yang dihasilkannya akan lebih besar dari sebelumnya. Tetapi hal ini umumnya masih dapat diatasi dengan memperlebar keping pendingin (heatsink) untuk IC atau transistor-transistor akhir pada penguat-penguat diskrit, atau dengan penambahan kipas pendingin.

IC-IC khusus BTL .
Sejak BTL menjadi populer, telah banyak produsen parts elektronik yang dengan sengaja mengeluarkan produk khusus IC audio BTL. Beberapa di antaranya adalah :

TA7250, TA7274, TA8210 (Toshiba)

ta7250, ta7274, ta8210

TA7250 adalah IC khusus BTL dengan daya ouput maksimal 30W pada beban speaker 2Ω, tegangan supply 13,2V, THD 10%. Pada beban speaker 4Ω daya maksimalnya adalah 23W.
TA7274 adalah IC khusus BTL dengan daya output maksimal 12W pada beban speaker 4Ω, tegangan suplai 13,2V, THD 10%.
TA8210 adalah IC dual-BTL.
TA8210 mempunyai daya keluaran maksimal 22W pada beban speaker 4Ω, tegangan suplai 14,4V, THD 10%.

HA13118, HA13156 (Hitachi)

ha13118, ha13156

HA13118 adalah IC BTL dengan daya output maksimal 18W pada beban speaker 4Ω, tegangan suplai 13,2V, THD 10%.
HA13156 adalah IC BTL empat kanal (quad-BTL). IC ini cukup istimewa.
Setiap kanalnya mempunyai daya output maksimal 23W pada beban speaker 4Ω, tegangan suplai 13,7V, THD 10% dan diperlengkapi dengan beberapa fasilitas seperti mute-control, stand-by, dan boost-circuit.
Kemampuan maksimalnya adalah 38W perkanal, namun pada angka ini distorsinya pun mencapai maksimal.

LA4460, LA42102, LA42152 (Sanyo)

la4460, la42102, la42152

LA4460 dan pasangannya, yaitu LA4461 adalah IC khusus BTL dengan daya output maksimal 12W pada beban speaker 4Ω, tegangan suplai 13,2V, THD 10%.
LA42102 adalah IC BTL dua kanal untuk speaker 8Ω. Setiap kanalnya mempunyai daya output 10W pada suplai tegangan 14V, THD 10%. Sedangkan LA42152 mampu menghasilkan 15W pada beban speaker 8Ω, suplai tegangan 16,5V, THD 10%.
LA42102 dan LA42152 mempunyai skema rangkaian yang sama.
Sebagai IC dual-BTL dengan fasilitas mute dan stand-by, kedua IC ini terbilang cukup simpel dan mempunyai pin sedikit.

TDA7057, TDA8571 (Philips)

tda7057, tda8571

TDA7057 adalah IC BTL stereo dengan daya (max) 8W pada beban speaker 8Ω, suplai tegangan 15V. Dengan suplai tegangan 12V dihasilkan daya 5,3W.
IC ini dilengkapi dengan “DC volume-control”.
TDA8571 adalah IC BTL 4 kanal yang dibuat khusus untuk penggunaan pada audio-mobil. IC ini tergolong istimewa, mampu mengeluarkan daya 4 x 26W pada beban 4Ω, suplai tegangan 14,4V, THD 10%. Kemampuan maksimalnya adalah 4 x 45W pada pengujian dengan input square-wave 2V (p-p) suplai tegangan 15,2V. Namun pada angka-angka ini distorsinya juga mencapai maksimum.

uPC1230, uPC1318AV (NEC)

upc1230, upc1318av

uPC1230 dan uPC1318AV masing-masingnya adalah IC khusus BTL dengan daya output maksimal 23W pada beban speaker 4Ω, suplai tegangan 14,4V, THD 10%.
uPC1318AV mempunyai fitur lebih karena diperlengkapi dengan fasilitas stand-by.

Selain dari apa yang telah disebutkan di atas, masih banyak sekali IC audio khusus BTL keluaran dari berbagai produsen parts elektronik, seperti TDA7240, TDA7256, TDA7350 (SGS-Thomson), AN7164, AN17850A (Panasonic), MB3731 (Fujitsu Microelectronics), M51516L (Mitsubishi Electric), LM4801 (National Semiconductor), KIA8225 (KEC), dan lain-lain.
BTL telah menjadi populer, banyak IC dual-audio yang kemudian muncul (terutama IC audio monolitik) dirancang agar dapat dirangkai pula sebagai penguat BTL. Bahkan IC-IC audio yang sebelumnya tidak dikeluarkan untuk BTL pun juga telah banyak digunakan sebagai penguat BTL oleh para perancang audio.
Begitupun rangkaian-rangkaian amplifier diskrit, tak ketinggalan dari “jarahan” tangan-tangan kreatif para hobbyst audio untuk dijadikan berbagai penguat BTL.
Di balik beragamnya pernak-pernik bidang audio, BTL memang telah eksist dan akan tetap eksist.
Ia mempunyai dunia tersendiri, dunia BTL..


(Sandi Sb)

Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 komentar:

Ya, Rama. Lain kali jangan pakai inisial unknown, ya. Saya tidak akan mem-publish yang inisialnya tidak jelas.
TDA2003 atau TDA2030?
TDA2003 bisa di-BTL, ulasannya ada di blog ini dgn judul : Amplifier BTL TDA2003 dengan Tone-control. Silakan cari melalui daftar isi.
TDA2050 juga bisa di BTL, tapi saya belum memposting di blog ini.
TDA2030 dengan TDA2050 skema elektroniknya memang satu pola. jika rangkaian aslinya untuk TDA2030, bisa saja diganti IC-nya dengan TDA2040 atau TDA2050 (dengan sedikit perubahan nilai komponen). Tapi jika rangkaian aslinya untuk TDA2050, tidak aman jika diganti IC-nya dengan TDA2040 atau TDA2030.

Balas

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger