logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Amplifier TDA2003 Dengan Tone-Control

Advertisement

TDA2003 adalah IC audio yang cukup populer. IC ini mudah ditemui di pasaran karena banyak diterapkan di berbagai rangkaian audio TV ataupun yang lainnya. Harganya pun murah, sehingga ia sering dijadikan pilihan sebagai penguat utama pada rangkaian-rangkaian audio-mono ataupun stereo untuk bermacam-macam keperluan. Namun meskipun harganya murah, performa IC ini tergolong baik, tidak kalah dengan IC-IC lain yang sekelas dengannya.

TDA2003 adalah IC mono-audio pengganti keluaran sebelumnya, yaitu TDA2002 yang telah lebih dahulu populer sebagai amplifier audio-mobil di tahun-tahun yang lalu. Beberapa karakteristik TDA2002 diperbaiki pada TDA2003 ini.
Tidak sedikit penggemar audio yang menyukai TDA2003 karena beberapa fitur khas-nya, antara lain :
  • Cacat yang rendah, tipikal 0,15% pada daya output 4,5W dengan beban speaker 4Ω.
  • Daya output yang maksimal, di mana untuk kelas IC dengan suplai tegangan 12V (efektif pada 14,4V) daya output IC ini tergolong maksimal, yaitu 6W pada beban 4Ω. Dalam penerapan sebagai penguat mono-OTL, daya outputnya bahkan bisa lebih besar, sekitar 12W pada beban 1,6Ω.
  • Mampu dibebani speaker dengan impedansi yang sangat rendah, yaitu 2 atau 1,6 Ohm.
  • Casing Pentawatt yang familiar.
Amplifier OTL TDA2003.
Sebagai penguat utama di dalam sebuah sistem amplifier kecil, IC ini tidak terlalu “rewel” dalam menuntut keperluan tone-control untuk dipasangkan kepadanya. Tone-control pasif ataupun aktif dengan level sinyal output yang tidak terlalu besar dapat saja digunakan.
Ulasan khusus tentangnya dapat dilihat dalam : Tekhnik audio, tone-control aktif dan pasif .

Di sini dicontohkan penggunaan tone-control aktif satu transistor perkanalnya dengan hasil yang lumayan baik, gambar skema rangkaiannya adalah sebagai berikut :

otl amplifier tda2003

Daftar komponen :
R1 = 2k2
R2 = 10k
R3,R6 = 4k7
R4 = 5k6
R5 = 33k
R7 = 220k
R8 = 56k
R9 = 3k3
R10 = 680Ω
R11 = 15k
R12 = 1k
R13 = 330Ω
R15 = 220Ω
R14 = 5,6Ω
R16 = 1Ω
VR1,VR2 = 100k
VR3 = 20k
VR4 = 10k
C1,C2 = 222
C3 = 393
C4,C7 = 10µF/25V
C5 = 47pF
C6 = 47µF/16V
C8 = 470µF/16V
C9 = 2,2µF/25V
C10 = 681
C11 = 220µF/16V
C12,C14 = 104
C13 = 1000µF/16V
C15 = 2200µF/25V
T1 = C1815
IC1 = TDA2003
Spkr = 2 ... 6 Ohm.

Pada gambar di atas diperlihatkan skema rangkaian untuk versi mono. VR4 tidak perlu diadakan pada versi mono ini.
Untuk versi stereo dibuat dua rangkaian yang sama sehingga komponen-komponennya menjadi dua kali lipat, kecuali R12 dan C18.
R12 pada versi stereo dirubah nilainya menjadi 220Ω. Semua potentiometer yang digunakan pada versi stereo adalah potentiometer stereo, kecuali VR4 yang dipasang sebagai fungsi balance pada versi stereo.

Amplifier BTL TDA2003.
Untuk mendapatkan daya output yang lebih besar, dua TDA2003 dapat dirangkai sebagai penguat BTL.
Ulasan tentang prinsip kerja BTL-amplifier telah dibahas sebelumnya dalam : Tekhnik audio, amplifier BTL .

ampli btl tda2003

Dalam versi stereo digunakan empat TDA2003. Gambar lengkap rangkaian perkanalnya (berikut tone-control) adalah sebagai berikut :

amplifier btl tda2003

Daftar komponen :
R1 = 2k2
R2 = 10k
R3,R6 = 4k7
R4 = 5k6
R5 = 33k
R7 = 220k
R8 = 56k
R9 = 2k7
R10 = 680Ω
R11 = 1k
R12 = 330Ω
R13,R18 = 12Ω
R14 = 330Ω
R15 = 100Ω
R16,R17,R21 = 1Ω
VR1,VR2 = 100k
VR3 = 50k
VR4 = 20k
C1,C2 = 222
C3 = 393
C4,C7 = 10µF/25V
C5 = 47pF
C6 = 47µF/16V
C8 = 470µF/16V
C9,C15 = 2,2µF/25V
C10 = 681
C11,C15 = 100µF/16V
C12,C13,C16,C17 = 104
C18 = 2200µF/25V
T1 = C1815
IC1,IC2 = TDA2003
Spkr = Speaker 4Ω

Untuk versi stereo dibuat dua rangkaian seperti gambar di atas yang berarti jumlah komponennya menjadi dua kali lipat, kecuali R12 dan C18. Pada versi stereo R12 adalah 220Ω. Semua potentiometer yang digunakan adalah potentiometer stereo kecuali VR4 yang dipasang untuk fungsi “balance”.
Dengan rangkaian BTL TDA2003 ini setidaknya dihasilkan daya maksimal sekitar 20W setiap kanalnya pada beban speaker 4Ω.
Khusus untuk rangkaian BTL ini, pembebanan hanya diperbolehkan kepada speaker 4Ω, tidak boleh lebih kecil dari itu. Penggunaan speaker 6Ω masih baik untuk digunakan meskipun daya yang dikeluarkan akan lebih kecil.
Pemberian heatsink yang cukup diperlukan untuk semua IC (secara bersama-sama). Meskipun IC dilengkapi dengan “short-protector” dan “thermal-overange”, tetapi panas yang terlalu tinggi tetap dapat merusak IC.

Power-supply amplifier TDA2003.
Power-supply yang sederhana dapat saja digunakan, contohnya adalah sebagaimana pada skema rangkaian berikut ini :

po-supply amplifier

Daftar komponen :
R1 = 330Ω/2W
R2 = 1k
C1 = 2200µF/25V (versi OTL) atau 4700µF/25V (versi BTL)
D1,D2 = dioda 5A
led1 = Led indikator merah
Trf1 = trafo 2x12V/CT/2A (versi OTL mono) atau 2x12V/CT/3A (versi OTL stereo) atau 2x12V/CT/3A (versi BTL mono) atau 2x12V/CT/6A (versi BTL stereo).

R1 dipasang untuk menarik sedikit arus agar tegangan DC hasil penyearahan D1-D2 tidak terlalu tinggi.
Power-supply yang ideal untuk rangkaian amplifier TDA2003 ini adalah power-supply teregulasi dengan tegangan keluaran 14,4V. Skema rangkaiannya adalah sebagai berikut :

po-supply tda2003

Daftar komponen :
R1 = 1k
C1 = 2200µF/35V (versi OTL) atau 6800µF/35V (versi BTL)
C2,C3 = 10µF/35V
C4 = 470µF/25V
D1...D4 = dioda bridge 5A (versi OTL dan BTL mono) atau 8A (versi BTL stereo)
T1 = 2N3055 (dengan heatsink yang cukup)
IC1 = 7815 (dengan heatsink)
Trf 1 = Trafo 0-18V, 5-8A
Sw1 = saklar on-off
F1 = Sekering 7A

Amplifier TDA2003 dengan tone-control ini memang cukup sederhana, tetapi inputnya dapat disambungkan untuk menguatkan berbagai output audio seperti DVD-player, mp3-player, audio-out TV, Line-out audio PC/laptop, dan lain-lain.


(Sandi Sb)

Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

5 komentar

gan maaf itu input usb mp3 playernya dimana gan ? terus itu kapasitornya
c1,c2,c3 ,c10, c12,c13,c16,c17 satuannya apa gan ? satuan nano farad ,piko farad apa mikro farad ? terus berapa v?
terima kasih gan

Balas

Inputnya ya itu : in L (untuk kanal kiri).
Ada baiknya Zaki coba ikuti dulu pelajaran tentang "Tekhnik audio", coba lihat2 di Daftar Isi.
Pelajari juga tentang "Komponen elektronika", lihat pada widget LABEL di sebelah kanan, ya.
Terima kasih telah berkunjung, mudah2an Zaki nanti jadi tambah mengerti.

Balas

Terima kasih sebelumnya.. ,sangat membantu .

Balas

Gan VR untuk treble, bass dan volume yg mna aja ya?

Balas

VR1 untuk treble, VR2 untuk bass, dan VR3 untuk volume.
VR4 = balance.

Balas

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger