Search
logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Pemancar TV Dari Rongsokan VCD-Player

Advertisement

pemancar_tv
Membuat pemancar TV itu sebenarnya mudah. Para pemula pun mungkin bisa membuatnya.
Cari saja rongsokan VCD-player lama, lalu ambil modul ‘RF’-nya, yaitu modul pemodulasi gambar dan suara untuk keluaran RF (Radio-Frequency), di mana dari keluaran modul ini VCD dapat ditonton melalui saluran antena TV (tidak melalui saluran input audio-video pada TV).
Jika output modul RF disalurkan ke sebuah antena, maka akan terpancar sinyal frekwensi tinggi termodulasi suara (audio) dan gambar (video) sebagaimana masukan pada inputnya. Sinyal audio dan video analog yang dimasukkan bisa berasal dari DVD/mp4 player, bisa juga dari sebuah kamera analog.
Ada yang mau siaran?

Selain di VCD-player lama, modul RF juga terdapat di video-cassette player terdahulu (Beta version).
Uniknya, level keluaran RF dari VCD-player cenderung lebih kuat daripada keluaran modul RF yang terdapat pada video-cassette player terdahulu. Hanya saja pada RF VCD-player frekwensi kerjanya selalu berada di area LF (Low Frequency pada penerima TV), sedangkan pada RF video cassette-player ada yang di LF, HF (High Frequency), dan ada pula yang di UHF (Ultra High Frequency).
Perlu diketahui bahwa tidak semua VCD-player mempunyai modul RF, dan pula ada banyak sekali model modul RF yang terdapat pada VCD player.
Berikut ini gambar salah satu modul RF yang terdapat pada VCD-player lama :

pemancar_video

Gambar di atas memperlihatkan sebuah modul RF yang telah dicabut dari papan rangkaian bagian belakang VCD-player, tutup bagian atasnya sudah dibuka. Modul RF yang digunakan sebagai contoh di sini adalah yang terpisah (tidak menyatu PCB-nya) dengan rangkaian output atau power-supply VCD-player, hanya tersolder pin-pinnya saja di papan rangkaian bagian belakang.
Umumnya ada 4 pin utama, yaitu pin ground (G), video-in (V), tegangan suplai/B+ (B), dan audio-in (A). Sambungan output RF-nya ada di bagian dalam, sambungan ini terhubung ke jack/koneksi RF output VCD player.
Menggunakan modul RF bentuk lain tidak masalah, yang penting dapat diketahui manakah pin G, V, B, A, dan saluran output RF-nya.

Penyambungan perkabelan pemancar TV.
Perhatikanlah penyambungannya pada gambar berikut ini

penyambungan_kabel_pemancar_tv

Siapkan kabel coax kecil isi 3 (untuk audio) yang biasanya di dalamnya berisi : serabut ‘shield’, kabel kecil warna merah, dan kabel kecil warna putih.
Kabel coax isi 3 ini dikupas, lalu serabut shield (pembungkus dua kabel kecil di dalamnya) dipilin/dirapikan lalu disolderkan ke pin ground (G), bersama-sama dengan seutas kabel lain, kalau bisa berwarna hitam.
Setelah itu kabel kecil merah coax disolderkan ke pin video-in (V), dan kabel kecil putihnya disolderkan ke pin audio-in (A). Dua kabel kecil ini akan menjadi kabel input untuk sinyal video dan audio.
Setelah itu ambil seutas kabel lain, kalau bisa berwarna merah, lalu solderkan pada pin B+. Kabel merah ini beserta kabel hitam yang telah disolderkan bersama shield sebelumnya akan menjadi kabel + (positif) dan 0V (gnd) suplai tegangan power.

Pasanglah soket jack RCA stereo pada ujung kabel coax isi 3 sebagai terminal input audio dan video. Kabel kecil warna merah untuk masukan video dan kabel kecil warna putih untuk masukan audio. Shield-nya disambungkan ke bagian ground kedua soket jack, disatukan.
Dua kabel untuk sambungan tegangan suplai pun disambungkan ke power-supply. Kabel merah disambungkan ke keluaran tegangan positif power-supply dan kabel hitamnya ke 0V atau ground power-supply.
Di sini digunakan power-supply dengan tegangan keluaran +5V stabil, lebih besar sedikit tidak masalah, misalnya +6V.
DC regulator yang disetel tegangan keluarannya pada 6V dapat juga digunakan. Contoh DC regulator seperti ini telah diulas dalam : DC regulator 3V – 12V serbaguna

Dapat juga dibuat DC regulator 5V khusus dengan skematik rangkaian sebagai berikut :

catu-daya_pemancar_tv

Pada rangkaian ini digunakan IC regulator tegangan tunggal 7805, boleh juga digunakan 7806.
Kini tinggallah memasang kabel untuk saluran antena.
Gunakan kabel coax 75Ω kecil, jika ada, untuk sambungan ke antena. Jika tidak ada, terpaksalah menggunakan sembarang kabel coax isi 2 dengan konsekwensi lebih banyak terjadi hamburan.
Bagian serabut shield kabel antena disolderkan ke body kaleng modul RF, dan kabel kecil di bagian dalamnya disolderkan ke titik output RF. Temukan titik output RF itu terlebih dahulu.
Aturlah posisi kabel sehingga tampak bagus, rapi dan tidak mudah copot.
Setelah itu pada ujung kabel coax dipasang soket antena 75Ω (soket female antenna TV), atau soket antena 50Ω seperti yang banyak digunakan pada pesawat radio pemancar CB/HT. Kelak melalui soket ini disambungkan antena beserta kabelnya untuk memancarkan sinyal siaran TV.
Untuk sementara, coba gunakan antena vertikal 75cm, atau coba dulu dengan sembarang antena sebelum dibahas antena khususnya secara spesifik.
Masukkan sinyal audio dan video pada input pemancar, lalu setel TV dan cari sinyal pancarannya pada band ‘LF’ TV.
Setidaknya, tetangga-tetangga sekitar akan bisa ikut menonton...

Ingin lebih kuat pancarannya?
Bisa ditambahkan booster, tapi resikonya ditanggung sendiri, karena daya pancar lebih dari 1W di jalur non-amatir harus ada izin dari pemerintah.
Penulis tidak menyarankan ini.

Have a good day!

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
This is the current newest page
Previous
Prev Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Contact form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger