logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Mini Hi-fi Sederhana Ala Eropa

Advertisement

mini hifi
Rangkaian audio berikut ini memiliki ke-khasan tersendiri, diadopsi dari rancangan Eropa yang disederhanakan disertai beberapa modifikasi. Komponen aktifnya hanyalah dua buah transistor (versi stereo) pada unit tone-control dan sebuah IC power dual-line di tingkat akhir.

Disebut mini karena daya keluarannya memang tergolong tidak besar, dan disebut hi-fi karena tanggapan frekwensinya meliputi seluruh spektrum audio dari 20Hz hingga 20kHz dengan cacat yang rendah.
Disebut ala Eropa karena menerapkan tone-control aktif Baxandall yang diadopsi dari salah-satu rangkaian tone-control Eropa, juga karena menggunakan IC amplifier produk Eropa yang telah memenuhi standar DIN 45500.

Rangkaian tone-control .

baxandall tone control

Daftar komponen :
R1 = 1k
R2 = 10k
R3,R6 = 4k7
R4 = 5k6
R5 = 33k
R7 = 220k
R8 = 56k
R9 = 3k3
R10 = 680Ω
R11 = 270Ω
VR1,VR2 = 100k
VR3 = 20k
C1,C2 = 222
C3 = 393
C4,C7 = 4,7µF/25V
C5 = 47pF
C6 = 47µF/25V
C8 = 470µF/25V
T1 = BC548

Rangkaian di atas adalah rangkaian tone-control hi-fi sederhana, diperlihatkan dalam versi mono. Untuk versi stereo rangkaian dalam lingkupan garis putus-putus dibuat dua kali lipat.
Khusus tentang tone-control telah dibahas sekilas dalam tulisan sebelumnya : Tekhnik Audio, Tone Control .

Rangkaian diadopsi dari salah-satu buku data aplikasi Philips keluaran lama.
Ini adalah tone-control aktif yang menerapkan azas Baxandall. Rangkaian aslinya ber-grounding positif, menggunakan transistor “low-noise” PNP BC158 dengan kondensator by-pass di emitor yang terpasang sebagai penambah faktor penguatan.
Rangkaian dirubah menjadi ber-grounding negatif dan seharusnya menggunakan transistor low-noise BC148. Namun karena type ini sudah langka, tidak masalah menggunakan transistor penggantinya, yaitu BC548.
Komponen-komponen pasif seperti R1, R2, R7, R8 dan R10 disesuaikan agar didapatkan impedansi masukan dan level keluaran yang pas untuk dipasangkan dengan rangkaian power-amplifier. Kondensator by-pass ditiadakan karena di sini tidak diperlukan penguatan yang besar. Efek ditiadakannya kondensator by-pass di emitor justeru dapat mengurangi cacat sinyal keluaran.
Meskipun dilakukan perubahan-perubahan, tanggapan frekwensi serta faktor “boost” dan “cut” pada frekwensi senternya nyaris tidak berubah dari aslinya karena nilai-nilai komponen high-pass dan low-pass nya tidak dirubah.
Di sinilah nilai ke-khasannya.

Input tone control dapat disambungkan ke berbagai keluaran audio seperti Line-out audio DVD player, Line-out audio TV, Line-out deck, mp3-player, Line-out sound PC/laptop dan lain-lain. Peralatan yang akan disambungkan ke tone-control perlu di-set volumenya pada posisi tengah atau kurang dari itu untuk menghindari kelebihan level input pada tone-control sedangkan tone/equalizer (jika ada) ditaruh pada posisi “flat”.

Rangkaian power-amplifier .

stereo tda2616

Daftar komponen :
R12,R13 = 220Ω
R14,R15 = 5,6Ω / 0,5W
C9,C10 = 224
C11,C12 = 223
C13,C14 = 1000µF/25V
IC1 = TDA2616
Spkr L, Spkr R = speaker 8Ω (diameter 6 inch atau lebih).

Untuk mengemudikan speaker 8Ω rangkaian ini cukup ideal.
IC TDA2616 keluaran Philips memang dibuat untuk penggunaan hi-fi dengan beban speaker 8Ω.
TDA2616 mempunyai spesifikasi yang cukup bagus, dengan daya keluaran 12W (max) pada tegangan supply +/- 16V dan beban speaker 8Ω, cacat distorsinya sangat rendah, hanya 0,5%. Dalam penggunaannya sebagai penguat OCL IC ini juga tidak mengeluarkan suara hentakan awal (suara “duk” pada speaker ketika power-supply dihidupkan).
TDA2616 memenuhi standar hi-fi Eropa yang telah populer cukup lama, yaitu DIN45500.
Apa itu DIN 45500?
Sekilas tentang itu telah dikemukakan dalam : DIN 45500 .

Ketika IC ini dipadukan dengan rangkaian tone-control hi-fi yang telah dikemukakan di atas, hasilnya cukup bagus dan suara yang dihasilkan juga cukup nyaman didengar.
Untuk mendapatkan hasil yang baik, hendaknya diikuti pola sambungan papan rangkaian berikut ini, dibuat pada sepotong PCB titik (PCB bolong-bolong) kecil. Pola ini bisa saja dibuat pada PCB pattern dengan layout tergambar. Gambar pola sambungan yang terlihat adalah gambar tampak bawah.

pcb tda2616

Sebagai alternatif, TDA2616 dapat diganti dengan TDA1521 (juga dikeluarkan oleh Philips) dengan hasil yang relatif sama.
TDA1521 dan TDA2616 sebenarnya mempunyai rangkaian amplifier internal yang sama, hanya saja pada TDA2616 terdapat fasilitas tambahan mute-control yang ditaruh pada pin 2. Namun di sini pin ini tidak disambungkan kemanapun karena mute-control memang tidak diperlukan.
Apabila yang hendak digunakan adalah TDA1521, maka pin 2 harus disambungkan ke ground, sebagaimana pin 3 dan pin 8.

Rangkaian Power-supply .
Power-supply untuk rangkaian amplifier di sini memegang peranan yang tidak kecil untuk menghasilkan sound yang serba optimal. Salah satu pemicu terjadinya cacat distorsi pada rangkaian-rangkaian amplifier adalah ketidak-stabilan tegangan suplai atau faktor ripple yang masih besar untuk pengoperasian amplifier. Jika power-supply nya masih seperti ini akan sangat sulit kriteria hi-fi Eropa DIN45500 dapat dipenuhi yang mempersyaratkan cacat distorsi maksimal hanya sampai pada bilangan 1%.
Di samping itu cacat yang terukur dan kemudian diterakan di dalam banyak lembaran data IC audio adalah dengan pengujian menggunakan tegangan suplai yang stabil. Jika dalam prakteknya ternyata IC justeru digunakan dengan tegangan suplai yang tidak stabil (tidak teregulasi), maka tidaklah mungkin kriteria sebagaimana disebutkan di dalam lembaran data IC itu bisa tercapai.

Banyak rancangan hi-fi dari Eropa, termasuk dari Philips senantiasa menyertakan rangkaian DC-regulator sebagai bagian dari unit power-supply nya. Para perancang Eropa mempunyai perhatian yang cukup serius terhadap hal ini.
Karena itulah, di sinipun disertakan rangkaian DC regulator nya agar amplifier ini benar-benar memenuhi kriteria hi-fi ala Eropa.

regulated split power-supply

Daftar komponen :
Ra,Rb = 1k
Ca,Cb = 2200µF/35V
Cc,Cd = 10µF/35V
Ce,Cf = 220µF/25V
Cg,Ch = 1000µF/25V
Da...Dd = dioda 3A
Ta = TIP3055
Tb = TIP2955
ICa = 7815
ICb = 7915
Trafo = 2x18V / CT, 3...4A
Sw1 = on-off switch (togel atau geser).

Peregulasian tegangan dilakukan oleh IC 7815 untuk tegangan +15V. Pemasangan transistor daya TIP3055 dilakukan agar arus keluaran memadai untuk konsumsi amplifier. Tegangan keluaran akan berkurang sedikit menjadi sekitar +14,4V.
Untuk tegangan -15V ditangani oleh regulator 7915 dan arus diperkuat oleh TIP2955. Hasilnya adalah tegangan negatif -14,4V.
Pemberian tegangan sebesar itu cukup aman untuk IC sehingga masih dimungkinkan diberi beban speaker 6Ω. Konsekwensinya adalah untuk beban speaker 8Ω daya keluaran sedikit berkurang dari spesifikasi yang telah disebutkan di atas.

Tentang komponen dan perakitan .
Beberapa kondensator pada unit tone-control yaitu C1, C2 dan C3 dipersyaratkan untuk menggunakan kondensator MKT. Kondensator mika/mylar masih mungkin dipasang meskipun bukan pilihan terbaik, namun tidak dengan kondensator keramik.
C9, C10 pada unit power-amplifier juga menggunakan kondensator MKT, C11 dan C12 menggunakan kondensator mika/mylar.
Cc dan Cd pada unit power-supply harus dipasang sedekat mungkin dengan IC regulator. Kedua kondensator ini berfungsi untuk meniadakan kemungkinan terjadinya osilasi pada IC regulator.

Dalam hal perakitan, keping pendingin (heatsink) untuk IC1 haruslah memadai karena IC mengeluarkan panas yang cukup tinggi. Jika ini tidak dipenuhi maka IC akan dapat rusak.
Dalam rancangan aslinya, bagian logam di belakang badan IC terhubung secara internal dengan pin 5 (pin untuk suplai tegangan negatif). Jadi, ketika menempelkan IC ke heatsink perlu dilapisi dengan isolator tipis dari mika terlebih dahulu jika keping pendingin sedianya akan dihubungkan ke ground.
Cara lainnya adalah dengan tidak menjadikan heatsink sebagai bagian dari ground. Biarkan saja ia tidak terhubung ke ground. Cara ini bisa jadi lebih baik karena panas dapat langsung tersalur ke heatsink tanpa melalui perantaraan isolator mika.
Transistor Ta dan Tb juga memerlukan heatsink. Sebaiknya heatsink untuk IC dan transistor dibuat terpisah.
Pemasangan Ta dan Tb ke heatsink juga harus dilapisi isolator mika jika heatsink itu dihubungkan ke ground/badan casing logam amplifier.

Untuk menghindari gangguan frekwensi tinggi atau derau/dengung yang terpungut, perkabelan setiap input yang terbaik adalah menggunakan kabel coaxial. Letakkan trafo sedemikian rupa sehingga rangkaian berada pada posisi yang minim terhadap pengaruh medan hamburan trafo.
Tentang ini ada ulasan yang dapat disimak dengan berkunjung ke tulisan di sini : Pengaruh medan hamburan pada rangkaian audio .

Casing box di mana rangkaian amplifier ditempatkan seharusnya yang terbuat dari kaleng/logam dengan bagian casing itu dihubungkan ke ground.

Sampai di sini, usailah uraian tentang Mini hi-fi ala Eropa .
Kini, setelah amplifiernya telah memenuhi standar hi-fi, muncullah pertanyaan :
“Apakah speaker yang akan digunakan juga sudah memenuhi standar hi-fi...?”


(Sandi Sb)
Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

4 komentar

nanya pak, r 5.6 ohm kalo saya pake 8.2 ohm gmn?

Balas

Tidak apa, sepertinya masih bisa.

Balas

Apakah speaker nya juga harus Soeaker Hi-fi pak ?

Balas

@Ade Supriatna : Yg terbaik memang pakai speaker hi-fi juga.

Balas

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger