logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Mengatasi Listrik anjlok Ketika Menyalakan TV

Advertisement

Mengapa MCB listrik di rumah selalu anjlok setiap kali menyalakan TV?
Bagaimana solusinya?

Pada system televisi bertabung-gambar (CRT) konsumsi daya yang digunakannya masih relatif besar, berbeda dengan system televisi generasi baru dengan layar LCD atau LED yang konsumsi dayanya lebih kecil. Listrik di rumah seringkali 'anjlok' (over-load) ketika TV dinyalakan melalui tombol on-off nya. Hal ini disebabkan karena dua hal :

Pertama, listrik di rumah berkapasitas daya pas-cukupan
Kedua, tidak adanya redaman start pada system power-supply TV.

Pada power-supply TV umumnya diterapkan penyearahan langsung listrik AC dengan dioda-dioda yang terangkai secara bridge dan diratakan tegangan DC hasil penyearahannya itu dengan sebuah kondensator bertegangan tinggi (berkisar antara 100uF hingga 330uF, 400V).
Setiap kali power TV dinyalakan, kondensator itu akan menarik arus yang cukup besar dalam sekejap. Ini terjadi karena sebelumnya kondensator dalam keadaan kosong dan lalu mengisi muatannya. Akibatnya adalah tarikan arus yang besar juga pada listrik di rumah dalam sekejap, di mana ketika besar arus ini melampaui batas maksimalnya maka sikring atau MCB listrik akan memutus (listrik anjlok).

Untuk mengatasi masalah itu, secara sederhana bisa diupayakan dengan memasang sebuah resistor (R) berdaya besar pada salah satu kabel saluran listrik AC pada TV. Ini dimaksudkan agar terjadi pembatasan arus tarikan sesaat ketika TV dinyalakan.
Ketika TV dinyalakan, kondensator pada power supply akan mengisi muatan dan berefek pada terjadinya tarikan arus yang besar. Dengan dipasangnya resistor, arus yang besar itu akan terhambat dan konsekwensinya adalah tegangan listrik AC terbagi menjadi dua.
Sebagian tegangan listrik AC akan berada pada resistor (hanya dalam waktu sekejap) dan sebagian lagi tetap masuk ke power-supply TV, menjadi tegangan masukan baginya. Dengan demikian tegangan AC yang masuk ke power-supply TV menjadi berkurang. Dengan berkurangnya tegangan masukan, maka berkurang pula tarikan arusnya.

Resistor yang digunakan bisa berkisar antara 12 Ohm, 15 Ohm, 18 Ohm atau 27 Ohm (bisa dipilih) dengan kemampuan daya 20 Watt atau lebih. Semakin besar nilai Ohm-nya, semakin baik redamannya, namun nilai yang terlampau besar bisa memengaruhi kinerja rangkaian power-supply nya.
Dalam prakteknya resistor ini bisa dipasang di dalam casing TV, atau di luar casing TV (seperti tampak pada gambar) atau bisa juga dibuatkan kotak untuk tempat resistor itu terkoneksi dengan kabel listrik TV.

R TV 1

Untuk TV dengan konsumsi daya yang besar, ada kemungkinan resistor akan menjadi panas.
Hal ini perlu diperhitungkan juga sebelum menempatkan resistor pada tempat atau bagian yang mudah meleleh karena panas.

NB :
Cara ini hanya bisa diterapkan pada rangkaian-rangkaian yang menerapkan SMPS di power-supply nya seperti TV, monitor komputer, PC, dan lain-lain. Pada peralatan elektronik lain seperti pompa-air, kulkas, setrika listrik dll cara ini tidak bisa diterapkan.


Tulisan lain : Pengaman Dari Kesalahan Pemberian Polaritas Tegangan .

Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

3 komentar

ini nih yang ane cari

Balas

ketika dicopot mesin tv , normal keluar nyala dr plyback. Tapi ketika dipasang tabung terus di colok listrik langsung ajlok mcb,penyebabnya apa yah

Balas

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger