logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Cara Kerja Input Balance

Advertisement

balance-input
Input ‘balance’ dapat menindas sinyal-sinyal liar yang terpungut oleh kabel-kabel audio.
Namun dalam operasionalnya input balans memerlukan output balans dan saluran balans agar ‘matching’ dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Sebelum lebih jauh, hendaknya pemahaman tentang input balance/unbalance atau output balance dan saluran balance sudah terlebih dahulu dipahami dengan baik.
Ulasannya di sini : Penjelasan input balance dan unbalance .

Input balance dan differential-input amplifier.
Kerja input balans tak pernah lepas dari peran aktif “Differential Input” amplifier.
Differential-input amplifier (sebut saja : Diff.amp) adalah penguat yang mempunyai dua jalan masukan/input, yaitu masukan non-inverting (tidak menjungkirkan) dan masukan inverting (menjungkirkan).
Masukan non-inverting ditandai dengan tanda + (plus) dan masukan inverting ditandai dengan tanda - (minus), sedang keluaran Diff.amp hanya satu, yaitu ‘Output’.
Umumnya, semua op-amp (operational-amplifier) menerapkan differential-input. Dalam sirkit dengan transistor-transistor diskrit, differential-input dibangun dengan dua transistor (atau lebih) yang emitornya (atau Source pada transistor FET) saling terhubung.
Lebih spesifik tentang op-amp telah dibahas pada seri pengenalan komponen : Op-amp, operational amplifier .

input_balance_differential_amplifier

Apabila pada input non-inverting dimasukkan sebuah sinyal, maka pada output akan muncul sinyal yang dikuatkan tanpa dibalik fasa-nya (fasa input = fasa output).
Apabila sinyal dimasukkan ke input inverting, maka pada output akan muncul sinyal yang dikuatkan dengan fasa yang terbalik 180º. Artinya, ketika sinyal pada input inverting mengayun ke arah positif, maka sinyal yang muncul pada output mengayun ke arah negatif, dan seterusnya.
Apabila pada input non-inverting dan pada input inverting dimasukkan sinyal yang sama dan dengan fasa yang sama pula secara berbarengan, maka sinyal pada output akan mengalami pelemahan. Seberapa besar derajat pelemahan tergantung dari seberapa besar perbandingan level sinyal pada kedua input.
Prinsip ini diterapkan pada penguat-penguat depan amplifier OCL. Sinyal keluaran hasil penguatan keseluruhan diumpan-balikkan ke input inverting untuk mengontrol faktor penguatan.
Demikianlah, jika level sinyal pada kedua input sama (dan sefasa), maka pada output tidak akan ada sinyal (level sinyal output = 0V).

Bagaimana jika pada kedua input Diff.amp dimasukkan sinyal yang sama namun saling berlawanan fasa?
Ya, tentu saja hasilnya adalah sinyal pada output akan semakin ‘ditonjolkan’.

Input balans menerapkan kedua azas kerja Diff.amp tersebut, yaitu pelemahan sinyal output karena masukan sinyal sefasa dan penonjolan sinyal output karena masukan sinyal yang berlawanan fasa.
Sebagaimana disinggung sebelumnya, input balans memerlukan output balans dari sumber sinyal. Sinyal-sinyal balans dari sumber sinyal ini mengalir di saluran balans dengan masing-masingnya saling berlawanan fasa.
Apabila di sepanjang kabel saluran balans kemudian tertangkap sinyal-sinyal liar, maka sinyal-sinyal liar itu tentu saja akan menjangkiti kedua bagian balans (hot dan cold), karena keduanya beriringan.
Maka pada jalur hot akan ada dua sinyal, yaitu sinyal hot (audio fasa 0º) ditambah sinyal liar/sinyal gangguan yang terpungut (noise atau hum).
Di jalur cold akan ada dua sinyal juga, yaitu sinyal cold (audio fasa 180º) dan sinyal liar/sinyal gangguan (noise atau hum).

balance-signal_with_noise

Apakah sinyal-sinyal liar yang terpungut di jalur hot dan cold ini sefasa?
Ya, tentu sefasa karena asalnya sama dan tertangkap dengan cara yang sama serta pada waktu yang sama pula.
Levelnya pun biasanya sama.

Sudah bisa diprediksi apa yang akan terjadi dengan sinyal-sinyal liar ini. Ketika mereka masuk ke input non-inverting dan input inverting Diff.amp, maka di output Diff.amp sinyal-sinyal liar ini akan hilang (nol Volt) sebab mereka sefasa.
Lalu bagaimana dengan sinyal audio (hot dan cold) yang saling berlawanan fasa?
Ketika mereka masuk ke input non-inverting dan input inverting, maka di output Diff.amp sinyal audio ini akan semakin menonjol (terkuatkan).

balance_input_signal_processing

Begitulah yang terjadi, sinyal-sinyal liar ditindas sedang sinyal audio asli justru ditonjolkan. Perbandingan sinyal dengan desah (signal-to-noise-ratio) menjadi semakin tajam dan sempurna.

Catatan :
Perlu diketahui bahwa input balans hanya menindas sinyal-sinyal liar yang terpungut di sepanjang jalur kabel input audio. Ia tidak menindas desah atau dengung jika bersumber dari sumber sinyal.
Jika ini yang terjadi, maka yang perlu dibereskan adalah sumber sinyalnya.
Dan perlu juga diingat bahwa input balans dapat bekerja menindas sinyal-sinyal liar HANYA jika sumber sinyalnya mengeluarkan output balans dan disalurkan melalui saluran balans pula.
Keberadaan input balans akan percuma saja jika sumber sinyal yang disambungkan kepadanya (misalnya mic atau line-out audio) tidak mempunyai output balans dan tidak disalurkan dengan saluran balans, meskipun koneksinya menggunakan XLR.
Jika begitu maka desah, derau atau dengung yang terpungut di sepanjang kabel input tidak akan ditindas.

Sebagai bagian akhir ketika kita membicarakan tentang input balans ini, tidak usahlah terburu-buru hendak menerapkan saluran balans di semua perangkat audio kita.
Betulkah kita memang benar-benar memerlukan saluran balans?
Coba renungi dulu pertanyaan dari tetangga sebelah ini :

“Emangnya mau manggung di mana?”
“Emangnya panggungnya segede apa?”

End.
Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger