Search
logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Booster FM Receiver

Advertisement

Rangkaian ini sempat populer di kalangan para hobbyst dan praktisi elektronika, ketika jalur FM 88-108MHz dulu mulai marak diisi oleh stasiun-stasiun radio lokal, yaitu di akhir era ’80-an.
Untuk menambah kepekaan radio, rangkaian ini dibuat agar dapat menangkap stasiun-stasiun radio yang jauh atau sinyalnya lemah.
Sebagian orang menambahkan rangkaian ini untuk memperlengkapi penangkapan FM pada radio mobil mereka. Hasilnya memang lumayan bagus.
Ketika mobil mulai melaju menjauh dari pusat kota, stasiun-stasiun radio masih banyak yang dapat ditangkap dengan baik.

Diagram skematik booster radio FM :

fm_booster

Daftar komponen :
R1 = 1k2
R2 = 47k
R3 = 100k
R4 = 2k2
R5 = 220Ω
C1 = 222
C2,C5 = 3p
C3,C6 = 101
C4,C7 = 472
T1,T2 = C1923
L1 = 4l, cu. 0,8mm, diameter lilitan 0,8cm.

Penjelasan rangkaian
Sinyal-sinyal radio ditangkap oleh antenna dan masuk ke untai C1, C2-L1, C3 yang membentuk ‘band-pass‘ sederhana jalur frekwensi FM.
Pada dasarnya, tangki L1 dan C2 membentuk L-C jajar dengan frekwensi resonansi pada titik tengah jalur FM. Lihat tentang uraian frekwensi resonansi L-C dalam : Frekwensi resonansi sirkit L dan C

Kurva frekwensinya memang tidak tajam, tapi masih cukup menonjol. Karena itu R1 dipasang agar kurva jalur frekwensi menjadi lebih ‘landai’.

T1 menerima sinyal radio melalui basisnya dan menguatkannya. Sinyal yang telah dikuatkan lalu muncul di kolektor T1.
Karena kolektor T1 terhubung langsung dengan emitor T2, maka sinyal radio yang telah dikuatkan oleh T1 diterima T2 melalui emitornya dan dikuatkan lagi. Hasilnya adalah sinyal radio yang telah dikuatkan dua tahap, muncul di kolektor T2.
Namun sebelum disalurkan ke output, untai band-pass sederhana yang terdiri dari C5-L2 dan C7 kembali dipasang.
Ini semakin melengkapi selektifitas jalur.

Konstruksi
Antena (ant.) sebaiknya menggunakan antena FM khusus dengan saluran coax ke input rangkaian jika memungkinkan. Begitu pula output rangkaian, yang terbaik disalurkan ke penerima radio dengan saluran coax 75Ω.
Namun jika rangkaian hendak digunakan untuk radio portabel, bisa saja inputnya menggunakan antena batang (rod antenna) sedang outputnya cukup menggunakan seutas kabel yang dililitkan ke batang antenna penerima radio.
Antara bagian input dan output rangkaian sebaiknya dibuat berjauhan.
L1 dan L2 adalah lilitan kawat yang dapat dibuat dengan kawat tembaga (cu.) 0,8mm sebanyak 4 lilitan, diameter lilitan antara 0,6...0,8cm.

Dalam versi yang populer T1 dan T2 menggunakan tipe C1923, transistor khusus VHF daya kecil.
Mungkin di sebagian tempat transistor ini sulit didapat, maka masih dimungkinkan menggunakan transistor VHF daya kecil lainnya, yaitu C930.
Sebagai pelengkap artikel ini, disertakan pula layout PCB beserta tata-letak komponennya yang dapat diunduh di link ini : PCB booster FM

Penampakan tata-letak komponen (dalam tampak atas) berikut sambungan perkabelannya kira-kira akan seperti ini :

pcb_fm_booster_receiver

Tempatkanlah komponen pada box logam dengan body yang terhubung ke ground.

Have a good day!


Tulisan lain : Mengenal AM dan FM

Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
This is the current newest page
Previous
Prev Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Contact form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger