logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Tips Hemat Energi Listrik

Advertisement

Hemat energi listrik memang bukan sesuatu yang mudah. Kebanyakan orang sulit untuk mempunyai gaya hidup yang hemat dalam hal pemakaian listrik. Hal ini bukan hanya terjadi di kalangan orang-orang yang mampu, bahkan juga di kalangan orang-orang yang tergolong tidak mampu.
Mengapa demikian?
Bisa jadi salah satu penyebabnya adalah ketidak-tahuan tentang bagaimana cara hemat dalam pemakaian listrik.
Ada kalanya orang merasa bahwa ia normal saja, pemakaian listriknya yang banyak hanyalah tuntutan jaman yang tidak bisa dihindari lagi. Namun jika diteliti lebih jauh, sebetulnya masih bisa dihemat. Banyak hal yang seharusnya dilakukan tetapi tidak dilakukan sehingga pemakaian listriknya menjadi terlalu banyak.
Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan supaya hemat energi listrik.
Bukan bermaksud agar hidup seperti jaman dulu, tetapi setidaknya ini bisa dijadikan sebagai bahan renungan awal.
Selebihnya....tentu terserah anda.

save_energy_sandielektronik.com

Kontrol terhadap pemakaian listrik.
Penyebab utama pemborosan dalam pemakaian energi listrik adalah tidak adanya (atau kurangnya) kontrol terhadap pemakaian.
Sebetulnya wajar saja jika orang menyalakan sebuah peralatan listrik ketika diperlukan. Tetapi betulkah peralatan itu memang menyala hanya ketika diperlukan?
Banyak fakta yang terlihat peralatan listrik terus menyala padahal sudah tidak diperlukan lagi untuk menyala.
Ambil contoh televisi. Seringkali TV terus hidup seharian padahal hanya ditonton sesekali saja. Jika alasannya menunggu acara tayangan selanjutnya yang mungkin menarik, bukankah sudah ada daftar jadwal tayangan acara dari setiap stasiun TV?
Dari jadwal tayangan acara tersebut, orang juga bisa memperkirakan acara yang hendak ia tonton atau yang tidak setiap harinya. Barangkali pertimbangan bijak juga diperlukan, karena tidak sedikit acara TV hanya membuang waktu jika ditonton.
Solusi untuk masalah ini adalah membuat planning untuk menonton TV, planning yang perlu diterapkan juga kepada seluruh anggota keluarga.

Contoh lainnya adalah lampu luar rumah yang sering terus menyala padahal hari sudah terang. Ini sering disepelekan, padahal jika dihitung perbulannya, pemakaian tidak perlu dari masalah ini saja sudah lumayan banyak, apalagi jika lampu luarnya besar-besar.
Solusi untuk masalah ini adalah dengan membuat kepastian setiap harinya, bahwa jika hari sudah siang lampu-lampu luar harus segera dimatikan. Apabila sulit melakukan ini karena sering lupa, bisa saja dipasang lampu otomatis yang akan mati sendiri apabila hari sudah terang. Jika tidak tersedia di pasaran, pengontrol otomatis lampu-lampu luar rumah dapat dibuat sendiri, contohnya di ulasan ini : Pengontrol lampu penerangan malam .

Contoh-contoh lainnya yang bisa ditelaah untuk diefisienkan pemakaiannya adalah PC (komputer di rumah), kipas angin, audio-amplifier, dan semua peralatan elektronik yang ada di rumah. Kapan peralatan-peralatan itu harus berfungsi dan kapan harus dimatikan, anda tentu lebih tahu. Pertimbangan bijak sangat berperan penting dalam me-manage fungsi semua peralatan ini.
Nyalakan hanya ketika perlu, dan matikan ketika sudah tidak diperlukan lagi.

Peralatan listrik yang proporsional.
Selain kontrol terhadap pemakaian listrik, peralatan listrik yang digunakan di rumah juga seharusnya diperhatikan, karena secara tidak sadar sering terjadi pemborosan lantaran peralatan yang digunakan tidak proporsional.
Contoh-contoh peralatan yang perlu ditinjau proporsional atau tidaknya adalah :

1.Lampu tidur.
Perlukah tidur dengan penerangan lampu 40W?
Selain tidak sehat untuk mata, ini juga pemborosan. Standar untuk tidur adalah penerangan dengan bohlam berwarna 5W atau jika dengan lampu neon atau LED antara 1-2W.

2.Sound-system.
Perlukah menggunakan sound-system ratusan Watt untuk keperluan audio di dalam kamar?
Sesungguhnya semakin besar daya peralatan audio maka arus stasioner yang ditariknya akan lebih besar pula, meskipun hanya digunakan untuk mengeluarkan suara kecil. Efisiensi trafo dan rangkaian elektronik audio di dalamnya hanya berkisar 60% atau lebih sedikit. Standar daya audio untuk kamar paling tinggi hanya 20W, kecuali jika anda agak tuli.

3.Kulkas/lemari es.
Seberapa besar keperluan anda untuk menyimpan bahan makanan di dalam kulkas?
Jika kulkas hanya digunakan untuk menyimpan sedikit buah dan bumbu-bumbu basah, tentu tidak perlu menggunakan kulkas besar dengan 2 pintu karena dayanya juga besar. Dan jika anda menggunakan freezer khusus, seberapa penting keperluan anda terhadapnya? Freezer malah lebih banyak menyedot energi listrik daripada kulkas.

4.TV.
Perlukah TV besar untuk ruangan di rumah anda?
Jika ruangan anda besar, mungkin memang perlu. Tetapi jika tidak, silakan dipertimbangkan kembali karena semakin besar TV maka daya listriknya juga semakin besar pula.

5.AC (Air Conditioner).
Rumah anda kurang ventilasi dan terasa panas?
Mungkin anda memang memerlukan AC. Tetapi jika tidak, bisa jadi anda hanya memerlukan kipas angin ‘hexos‘ atau kipas angin lainnya. Daya listrik AC puluhan kali lebih besar daripada daya listrik kipas angin. Jika memungkinkan dan anda tidak keberatan, anda bisa menambah ventilasi rumah supaya sirkulasi udara lebih lancar. Ini lebih sehat daripada banyak memasang AC.

6.Pompa air.
Seberapa dalam lubang sumur pompa air anda?
Jika anda tinggal di daerah yang ketika musim kemarau terasa sulit air, mungkin anda memang perlu lubang sumur yang dalam dengan pompa air jet-pump 400-600W. Tetapi jika tidak, pompa air 125W saja sudah mampu menyedot air dari kedalaman 8-14m dengan baik. Untuk lebih lancar, masih layak menggunakan pompa air semi jet-pump 250W.

7.Lampu penerangan.
Periksalah setiap lokasi di rumah anda, seberapa besar lampu penerangan yang diperlukan di setiap tempat yang memerlukan penerangan. Lampu ruang depan, lampu kamar, lampu kamar mandi hingga lampu-lampu di luar rumah perlu dipertimbangkan penggunaan lampunya. Cukupkan penerangan tanpa harus berlebih-lelbihan.

8.AC-stabilizer (penyetabil tegangan listrik AC rumah).
Betulkah tegangan listrik di rumah anda drop hingga di bawah 200V?
Jika demikian, berarti anda memang memerlukan AC-stabilizer untuk peralatan-peralatan listrik tertentu. Jika tidak, pemakaian AC-stabilizer hanya akan menambah boros daya. Simak ulasan khusus tentang ini dalam : Perlukah memakai AC stabilizer? .

Peralatan listrik yang efisien.
Efisiensi peralatan listrik yang digunakan juga memegang peranan penting dalam upaya irit energi listrik. Sekarang ini, pilihan lebih beragam.
Ambil contoh misalnya lampu penerangan.
Anda bisa mendapatkan penerangan lebih besar dengan menggunakan lampu neon CFL daripada menggunakan lampu bohlam, meskipun dayanya sama. Dengan lampu LED, anda bisa lebih efisien lagi. Karena itu gunakan lampu-lampu penerangan yang efisien saja.

Contoh lainnya adalah TV dan AC.
TV sistem CRT (TV tabung kaca) mengkonsumsi listrik lebih banyak daripada TV LCD atau LED meskipun lebar ‘inch’ nya sama. Sepertinya TV CRT memang sudah waktunya diganti dengan TV LCD atau LED yang lebih efisien pemakaian listriknya.
Untuk AC (air conditioner), ada sebagian merek yang lebih mengkedepankan efisiensi dalam konsumsi daya. Produk AC yang seperti ini layak dijadikan pilihan untuk mendukung upaya penghematan energi listrik, meskipun (mungkin) harganya sedikit lebih mahal.
Contoh selanjutnya adalah pompa air.
Pompa air model baru dengan ‘kepala besar’ ternyata mempunyai daya sedot lebih baik daripada pompa air konvensional model lama, meskipun daya listriknya tidak terlalu jauh berbeda. Pompa air seperti ini layak dijadikan pilihan untuk menggantikan pompa air model lama.

Selain itu, perlu juga diketahui bahwa semua peralatan listrik haruslah dalam keadaan ‘fit’. Peralatan listrik yang sudah tidak ‘fit’ lagi akan mengkonsumsi daya secara tidak normal.
Kipas angin yang sudah berbunyi nyaring, pompa air yang sudah mengeluarkan suara keras, blender atau mixer yang berputar tidak lancar, adalah contoh peralatan-peralatan yang sudah tidak ‘fit’ lagi atau sudah tidak normal. Mereka akan mengkonsumsi daya lebih besar dari biasanya. Karena itu jika ada peralatan listrik yang sudah tidak normal, sebaiknya segera diperbaiki, atau ganti dengan yang baru jika memungkinkan.
Dan termasuk upaya efisiensi adalah memperbaharui peralatan-peralatan elektronik yang tidak sesuai, seperti peralatan yang senantiasa memerlukan trafo ‘step-down’ untuk pengoperasiannya, karena dengan penambahan trafo pemakaian listrik akan lebih boros. Jika anda sayang untuk mengganti peralatan tertentu yang seperti ini, anda bisa memodifikasinya.

Perlengkapan tambahan.
Agar saluran listrik di rumah menjadi lebih “sehat”, ada baiknya peralatan listrik yang menggunakan power-supply SMPS seperti PC, TV, monitor, charger dll. dipastikan dilengkapi dengan EMI-filter.
Saluran listrik yang dipenuhi EMI secara akut akan banyak menimbulkan masalah, termasuk masalah penunjukkan angka di meteran listrik.
Apa itu EMI?
Silakan fahami dulu tentang ini di tulisan : EMI .

Selain itu peralatan-peralatan dengan motor AC seperti mixer, blender, bor listrik, dll. juga memerlukan EMI-filter.
Jika sulit mendapatkan EMI-filter di pasaran, dapat membuatnya sendiri, silakan simak ulasannya di : EMI-filter buatan sendiri .

Demikianlah, ulasan tentang Tips Hemat Energi Listrik .
Anda mungkin akan berkata bahwa semua yang telah disebutkan itu akan memerlukan biaya lagi.
Betul juga. Itu memang memerlukan biaya.
Tapi biaya-biaya itu adalah biaya “smart” untuk keuntungan sendiri dan keuntungan ‘bersama’. Jika anda tidak ingin itu semua, sesungguhnya anda pun tetap keluar biaya juga, yaitu biaya pemborosan yang terjadi sepanjang waktu.
Kalau boleh saya bilang, itulah biaya “fool”.


(Sandi Sb)
Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger