logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Hoax Elektronik Dalam Pelajaran Tematik SD

Advertisement

buku_SD_mengandung_hoax
Sekarang ini, pelajaran elektronik sudah diperkenalkan sejak anak duduk di bangku SD (Sekolah Dasar).
Buku panduan tematik pun telah disusun dan dijadikan rujukan di sekolah-sekolah.
Namun sayangnya, di sebagian buku tematik SD tersebut ada yang bersifat hoax, yaitu pada bagian praktek percobaan elektronik.

Para guru SD yang kebanyakan mempunyai pengetahuan tentang elektronika sangat sedikit, banyak dibuat bingung. Tentu saja murid-muridnya akan lebih bingung lagi.
Pasalnya, ketika apa yang dijelaskan di buku tersebut dipraktekkan, ternyata tidak berhasil sebagaimana mestinya.
Mengapa bisa demikian?

pelajaran_hoax_sd

Lihatlah pada gambar di atas.
Maksud dari praktek percobaan itu mungkin untuk membandingkan manakah lampu yang lebih irit energi di antara bohlam 5W, lampu LED 5W, dan lampu neon 5W. Namun sayangnya tidak diterangkan berapa tegangan yang dibutuhkan oleh lampu-lampu tersebut, dan pada gambarnya diperlihatkan bahwa lampu-lampu itu dicoba dinyalakan dengan 4 buah baterai.
Bisakah lampu-lampu itu menyala dengan tegangan DC 6V?
Tentu saja tidak, karena lampu-lampu itu tampaknya membutuhkan tegangan AC 220V, setidaknya begitulah yang tersedia di pasaran umum.

praktek_tematik_hoax

Praktek percobaan hoax yang lainnya adalah tentang menyalakan lampu LED dengan kentang.
Lihatlah pada gambar, kentang-kentang disusun sedemikian rupa tanpa jelas mana elektroda tembaga dan mana elektroda seng. Penyusunan sambungannya pun rancu, jika dipraktekkan tidak akan bisa mengeluarkan tegangan untuk menyalakan LED.
Seharusnya, kentang-kentang yang telah ditancapkan padanya tembaga dan seng itu dipandang sebagai baterai-baterai dengan elektroda positif (tembaga) dan elektroda negatif (seng). Untuk mendapatkan tegangan yang cukup agar bisa menyalakan sebuah LED, kentang-kentang harus disusun seri semuanya, sebagaimana penyusunan baterai. Hal seperti ini telah saya jelaskan di praktek percobaan yang mirip : Menyalakan LED Dengan Tomat .

Semoga saja kekeliruan-kekeliruan ini segera diperbaiki, agar tidak membuat bingung para guru dan para siswa SD.

Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger