logo blog
Blog Sandi Elektronik
Silahkan pastikan untuk melengkapi kunjungan anda dengan melihat : Daftar Isi.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat

Op-amp

Advertisement

Op-amp adalah singkatan dari Operational-amplifier.
Saat ini, sebutan op-amp lebih spesifik untuk IC yang mempunyai dua input, yaitu input inverting dan input non-inverting dengan impedansi input serta faktor penguatan yang sangat besar.

Awalnya, sirkit op-amp dibuat menggunakan tabung vakum untuk keperluan penghitungan pada sistem komputer analog (komputer kuno generasi awal). Konon, Karl Swartzel adalah orang yang pertama kali membuat sirkit op-amp untuk Bell Labs antara 1930 – 1940.
Karl Swartzel membuat sirkit dengan tiga tabung vakum, hanya mempunyai satu input. Sirkitnya memerlukan tegangan suplai +/- 350V untuk mencapai penguatan 90dB.
Seseorang bernama Loebe Julie kemudian mengembangkan sirkit op-amp hingga jadi mempunyai dua input (inverting dan non-inverting).
Ketika pembuatan rangkaian terintegrasi mulai berkembang, dibuat pula rangkaian terintegrasi untuk op-amp pertama. GAP/R P45 (1961) dan GAP/R PP65 (1962) adalah rangkaian terintegrasi op-amp pertama.
Selanjutnya Robert J. Widlar mengembangkan IC op-amp monolitik µA702 untuk perusahaan Fairchild pada tahun 1963, dan tak lama setelah itu Fairchild merilis pula µA709 yang sempat terkenal itu.
National semiconductors mengeluarkan LM101 pada tahun 1967. Generasi pembaharu pada tahun-tahun berikutnya adalah : LM201 dan LM301A.
Dan pada tahun 1968, melalui Dave Fullager, Fairchild kembali mengeluarkan IC op-amp yang kemudian menjadi sangat terkenal, yaitu µA741.
741 sangat populer, sehingga perusahaan lain pun ikut pula membuat dengan label huruf depan yang berbeda-beda, misalnya : LM741, KA741, KIA741, µPC741, dan lain-lain. Lihat tentang ini dalam : IC .

741 menjadi IC op-amp klasik yang hingga hari ini masih banyak digunakan orang. Karena penerapannya yang beragam, dibuat pula beberapa sirkit op-amp similar dengan 741 yang dikemas dalam satu packing IC, misalnya 348, RC4136.

Dasar op-amp.

op-amp circuits

Secara teori, op-amp yang ideal mempunyai impedansi masukan (input impedance) dan penguatan (gain) yang tak terhingga. Keadaan ini adalah ketika arus input, tegangan offset input dan impedansi output op-amp berada pada bilangan nol. Namun dalam prakteknya ini tidak pernah tercapai. Tipikal impedansi input op-amp biasanya berada pada range MegaOhm (atau lebih) dan faktor penguatannya (dalam mode open-loop) sekitar 9000 atau lebih.

Input inverting : Adalah input yang menjungkirkan. Jika masukan tegangan pada input ini ber-level positif, maka keluarannya akan ber-level negatif. Begitu pula sebaliknya. Dalam penguatan sinyal ac, output akan berlawanan fasa dengan input.
Dengan pola rangkaian dasar seperti yang diperlihatkan pada gambar (A), besarnya gain tegangan melalui input inverting ini adalah :

Av = Vout/Vin

Vout = -(R2/R1).Vin

Av adalah faktor penguatan tegangan, Vout adalah tegangan keluaran, dan Vin adalah tegangan masukan.

Input non-inverting : Adalah input yang tak menjungkirkan. Jika masukan tegangan input positif, maka keluarannya akan positif juga. Dalam penguatan sinyal ac, output akan sefasa dengan input.
Dengan pola rangkaian dasar seperti pada gambar (B), besarnya gain tegangan melalui input non-inverting ini adalah :

Av = Vout/Vin

Vout = Vin(1+R2/R1)

Sedangkan dengan pola rangkaian seperti pada gambar (C), Av = 1 atau Vout = Vin, di sini tidak terjadi penguatan tegangan. Karena jalan masukannya melalui input non-inverting, maka output akan sefasa dengan input.

Penerapan op-amp.
Op-amp banyak diterapkan di dalam berbagai rangkaian elektronik, di antaranya sebagai :
* Penguat linear (linear-amplifier)
* Penguat diferential (differential-amplifier)
* Pembalik fase (phase-splitter)
* Filter frekwensi
* Tone-control
* Osilator
* Penguat penjumlah (summing amplifier)
* Komparator
* Integrator
* dan lain-lain.

Contoh-contoh op-amp yang populer.
Berikut ini adalah beberapa contoh op-amp yang populer di kalangan praktisi dan hobbyst elektronik :

op-amp 8 pin

741 (single op-amp, 8 pin DIP dan 8 pin metal can)
- Tegangan suplai maksimal (Vs max) : +/- 18V dengan power-supply simetrik, atau +36V dengan power-supply tegangan tunggal.
- Input offset voltage max : 6mV
- Slew rate : tipikal 0,5V/µs
- Packing : Gambar (1) dan (2).

5534 (single op-amp, 8 pin DIP)
- Vs max : +/- 22V
- Input offset voltage max : 4mV
- Slew rate : 13V/µs
- Packing dan susunan pin : Gambar (2).

LM301A (single op-amp, 8 pin DIP dan 8 pin metal can)
- Vs max : +/- 18V
- Input offset voltage max : 7,5mV
- Slew rate : 0,5V/µs
- Packing dan susunan pin : Gambar (1) dan (2).

LF351 (single op-amp, 8 pin DIP)
- Vs max : +/- 18V
- Input offset voltage max : 5mV
- Slew rate : 13V/µs
- Packing dan susunan pin : Gambar (2).

dual op-amp 8 pin

LF353N (dual op-amp, 8 pin DIP)
- Vs max : +/- 18V
-Input offset voltage max : 5mV
-Slew rate : 13V/µs
-Packing dan susunan pin : Gambar (4).

LM358 (dual op-amp, 8 pin DIP)
-Vs max : +/- 16V
- Input offset voltage max : 7mV
-packing dan susunan pin : Gambar (4)

1458 (dual op-amp, 8 pin DIP, 8 pin metal can)
- Vs max : +/- 18V
- Input offset voltage max : 6mV
- packing dan susunan pin : Gambar (3) dan (4)

1558 (dual op-amp, 8 pin DIP, 8 pin metal can)
- Vs max : +/- 22V
- Input offset voltage max : 6mV
- packing dan susunan pin : Gambar (3) dan (4)

4558 (dual op-amp, 8 pin DIP, 9 pin SIP)
- Vs max : +/-18V
- Input offset voltage max : 6mV
- Slew-rate : min 1V/µs
- Packing dan susunan pin : Gambar (4) dan (5).

5532 (dual op-amp, 8 pin DIP)
- Vs max : +/-22V
- Input offset voltage max : 4mV
- Slew-rate : min 9V/µs
- Packing dan susunan pin : Gambar (4).

TL072 (dual op-amp, 8 pin DIP)
- Vs max : +/- 18V
- Input offset voltage max : 10mV
- Slew rate : tipikal 13V/µs
- Packing dan susunan pin : Gambar (4)

TL082 (dual op-amp, 8 pin DIP)
- Vs max : +/- 18V
- Input offset voltage max : 15mV
- Slew rate : tipikal 13V/µs
- Packing dan susunan pin : Gambar (4)

AN6551 (dual op-amp, 9 pin SIP)
- Vs max : +/- 18V
- Input offset voltage max : 6mV
- Slew rate : tipikal 1V/µs
- Packing dan susunan pin : Gambar (5)

quad op-amp 14 pin

324 (quad op-amp, 14 pin DIP)
- Vs max : +/- 30V
- Input offset voltage max : 7mV
- Slew rate : V/µs
- Packing dan susunan pin : Gambar (6).

348 (quad op-amp, 14 pin DIP)
- Vs max : +/- 18V
- Input offset voltage max : 6mV
- Slew rate : tipikal 0,5V/µs
- Packing dan susunan pin : Gambar (6).

TL064 (quad op-amp, 14 pin DIP)
- Vs max : +/- 18V
- Input offset voltage max : 3mV
- Slew rate : 13V/µs
- Packing dan susunan pin : Gambar (6).

TL074 (quad op-amp, 14 pin DIP)
- Vs max : +/- 18V
- Input offset voltage max : 10mV
- Slew rate : 13V/µs
- Packing dan susunan pin : Gambar (6).

TL084 (quad op-amp, 14 pin DIP)
- Vs max : +/- 18V
- Input offset voltage max : 15mV
- Slew rate : tipikal 13V/µs
- Packing dan susunan pin : Gambar (6).

RC4136 (quad op-amp, 14 pin DIP)
- Vs max : +/- 18V
- Slew rate : tipikal 1,7V/µs
- Packing dan susunan pin : Gambar (7).

MB3614 (quad op-amp, 14 pin DIP)
- Vs max : +/- 18V
- Input offset voltage max : 7mV
- Packing dan susunan pin : Gambar (6).

(Sandi Sb)
Enter your email address to get update from Sandi Sb.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar sesuai topik dan sertakan ID yang jelas dengan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Sandi Elektronik - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger